Site icon nuga.co

Makan Cokelat Ternyata Bisa Bikin Pintar

Jangan musuhi coklat. Ia bisa bikin Anda pintar.

Begitu saran yang ditulis  laman media kesehatan terkenal “healthy.”

Masih menurut artikel itu,  mengonsumsi coklat juga bisa membuat otak sehat.  diungkapkan, nilai kesehatan yang didapat dari makan coklat setara dengan kegiatan berolahraga

Artikel ini lantas diadopsi lewat artikel serupa yng ditulis media kesehatan “hello sehat.”

Memangnya apa saja manfaat cokelat untuk otak?

Coklat, yang biasanya menjadi favorit jajanan anak-anak, ternyata bukan cuma enak tapi  bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah hingga mencegah diabetes.

Itu karena berbagai kandungan dalam cokelat baik untuk kesehatan Anda. Bahkan, kandungan ini pun bisa memberi ragam manfaat untuk kesehatan sistem saraf dan fungsi otak Anda.

Cokelat, seperti ditulis “healthy,”  mengandung senyawa flavonoid, terutama flavanol, yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi

Cokelat dapat memperlancar aliran darah ke otak yang secara tidak langsung bisa membantu meningkatkan daya ingat dan fokus.

Selain itu, flavanoid dalam cokelat bisa menembus ke dalam hippocampus, yaitu area otak yang berperan dalam fungsi memori dan pembelajaran.

Bukan cuma flavanoid, kafein dalam cokelat juga membantu menjaga Anda tetap fokus dan berkonsentrasi yang juga penting untuk membantu proses belajar.

Selain itu coklat bisa meningkatkan suasana hati

Manfaat cokelat untuk otak yang satu ini tentu sudah tak asing di telinga Anda.

Ya, cokelat memang terkenal akan khasiatnya untuk meningkatkan suasana hati atau mood dan membuat seseorang yang memakannya menjadi bahagia.

Pasalnya, telah terbukti jika cokelat, terutama cokelat hitam, dapat meningkatkan endorfin, yaitu zat kimia otak yang menimbulkan rasa bahagia.

Selain itu, cokelat disebut dapat membantu mengurangi rasa sakit dan meredakan stres yang sering menjadi pemicu mood swing Anda.

Makan cokelat memang tidak secara langsung dapat membuat Anda menjadi lebih pintar.

Namun, kedua manfaat cokelat di atas dapat membantu Anda dalam proses belajar sehingga dalam jangka panjang Anda bisa menjadi lebih pintar.

Konsumsi cokelat secara rutin juga terbukti dapat membantu melindungi saraf dan otak serta meningkatkan plastisitas otak atau bahasa sederhanya kemampuan otak untuk beradaptas.

Adapun keduanya terkait dengan peningkatan kecerdasan.

Beberapa penelitian juga telah menemukan fakta bahwa konsumsi cokelat secara rutin bisa memperbaiki fungsi kognitif pada pasien dengan gangguan kognitif ringan

Adapun gangguan kognitif ringan ini merupakan kondisi yang sering berkembang menjadi demensia atau pikun, termasuk penyakit Alzheimer.

Para peneliti mengakui bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami dengan pasti bagaimana cokelat dapat menurunkan risiko penyakit saraf ini.

Namun, flavonoid dalam cokelat diyakini dapat melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Flavonoid juga bisa bantu mencegah terbentuknya plak amyloid yang merusak otak penderita Alzheimer.

Bukan cuma demensia, manfaat cokelat untuk otak lainnya, yaitu dapat membantu menurunkan risiko stroke.

Hal ini telah terbukti dalam beberapa penelitian, dilansir dari Brain and Life. Salah satunya yang dipublikasikan di jurnal terkenal atherosclerosis empat tahun lalu.

Penelitian tersebut menemukan fakta bahwa wanita yang makan cokelat satu koma tiga ons sehari memiliki risiko stroke lebih rendah daripada wanita yang tidak.

Sementara penelitian sebelumnya, mengungkapkan bahwa pria yang makan sekitar dua ons cokelat selama seminggu memiliki risiko stroke yang lebih rendah daripada yang tidak.

Meski membawa manfaat, tidak semua cokelat baik untuk kesehatan otak Anda. Oleh karena itu, Anda tidak boleh sembarangan memilih cokelat yang akan Anda konsumsi.

Pilihlah cokelat hitam (dark chocolate) atau bubuk kokoa yang mengandung tinggi flavonoid.

Sebaliknya, jangan pilih cokelat yang mengandung rendah flavonoid, seperti cokelat putih atau cokelat susu (milk chocolate).

Selain itu, jangan pula memilih cokelat yang tinggi gula, lemak, dan kalori.

Pasalnya, mengonsumsi makanan dengan kandungan-kandungan tersebut secara berlebihan bisa meningkatkan kadar kolesterol dan menyebabkan kelebihan berat badan.

Adapun keduanya merupakan faktor risiko yang bisa menjadi penyebab stroke.

Bahkan, wanita yang makan makanan tinggi lemak jenuh lebih mungkin untuk mengalami gangguan memori dan masalah berpikir daripada mereka yang makan lebih banyak lemak tak jenuh.

Walaupun terdapat banyak manfaat mengonsumsi coklat, sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Sementara itu, untuk mendapatkan manfaat-manfaat cokelat di atas lebih optimal, Anda bisa mengonsumsi makanan mengandung flavonoid lainnya.

Ini termasuk brokoli, kale, apel, anggur merah, buncis, tomat ceri, dan bawang bombay.

Selain itu, Anda juga perlu mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang yang baik untuk kesehatan otak.

Jangan lupa pula untuk menerapkan gaya hidup sehat lainnya, seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup.

Exit mobile version