Site icon nuga.co

Kopi Mencegah Anda dari Penyakit Lever

Beruntunglah mereka yang gemar minum kopi. Sebagai minuman yang men”dunia,” kopi ternyata memiliki kandungan yang bisa membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit lever.

Sebuah studi, seperti yang ditulis laman situs kesehatan terkenal, “medical daily, Kamis, 24 November 2016,  menunjukkan, minum dua cangkir kopi setiap hari, tentu tanpa gula, akan mengurangi risiko terkana penyakit lever sampai empat puluh empat persen.

Studi itu juga  mengungkapkan, minum kopi secara teratur bermanfaat untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit  liver atau hati dengan risiko  yang lebih rendah.

Sebelumnya hasil studi dari Mayo Clinic yang dikutip She Knows, kopi berpengaruh pada pasien yang mengalami masalah PSC.

Risiko penyakit PSC cenderung menurun.

Namun, berkebalikan dari itu, kopi tidak memiliki pengaruh pada pasien yang menderita PBC.

PBC adalah penyakit hati yang disebabkan oleh autoimun.

Sistem kekebalan tubuh justru menyerang pemiliknya dengan jalan menghancurkan saluran empedu kecil di liver. Di sini terjadi penumpukan toksin dan terjadi sirosis.

Sementara PSC yaitu penyakit langka yang menyebabkan kerusakan empedu,  dan menyebabkan pembengkakan dan obstruktif di dalam atau di luar organ liver.

Penyakit ini yang tidak segera diobati dapat berakibat pada terjadinya sirosis, gagal liver, hingga kanker empedu. Pada tingkat parah, mungkin perlu transplantasi organ untuk penyembuhan.

Kopi memang terbukti bisa memperlambat penyebaran penyakit liver atau hepatitis C.

Penelitimenyimpulkan bahwa mereka yang minum tiga gelas kopi tiap harinya bisa memperlambat penyebaran penyakit liver hingga lima puluh tiga persen.

Sementara itu, teh hijau dan teh hitam justru tidak memiliki efek apa-apa. Hasil penemuan ini rencananya akan dipublikasikan dalam Journal Hepatology bulan November mendatang.

“Memberikan kopi pada penderita hepatitis C dalam jumlah banyak ternyata bisa memperpanjang umur seseorang yang sudah memiliki penyakit hepatitis C kronis.”

“ Namun faktor lain seperti obat-obatan juga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan,” jelas Neal Freedman dari U.S. National Cancer Institute seperti dikutip dari Healthday

Saat ini, virus hepatitis C atau Hepatitis-C Virus  menginfeksi sekitar tiga3 juta warga Amerika. Virus ganas ini berkembang tanpa ada ciri-ciri yang terdeteksi, sehingga sering disebut sebagai silent killer.

Berdasarkan US Centers for Disease Control and Prevention, sekitar delapan ribu hingga sepuluh ribu orang pun meninggal dunia tiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri diperkirakan ada tujuh juta orang yang mengidap virus ini, namun hingga kini belum ada vaksin yang bisa mencegah penularannya karena sifat virusnya yang sangat mudah bermutasi.

Organ lever memiliki fungsi yang vital dalam memetabolisme nutrisi yang diserap usus dan proses detoksifikasi.

Tentu selain kopi masih ada bawah putih yang bisa mencegah liver.

Bawang putih membantu hati mengaktifkan enzim yang bisa membuang toksin.

Selain itu, bumbu yang satu ini juga memiliki komponen alami, yaitu allicin dan selenium, yang penting bagi lever saat berfungsi membersihkan zat-zat sisa.

Selain itu bisa juga alpukat Ada satu alasan lagi untuk rutin mengonsumsi alkpukat, yaitu menyehatkan lever.

Ini karena dalam buah ini terkandung antioksidan yang disebut glutathione yang berperan dalam menyaring zat-zat berbahaya dari lever dan melindungi dari kerusakan sel.

Rempah ini sudah lama dikenal manfaatnya bagi organ hati.

Kunyit mampu mengurangi jumlah radikal bebas dalam lever. Kunyit juga membantu tubuh mencerna lemak dan menghasilkan empedu yang berperan sebagai pendetoksifikasi alami.

Buah yang masuk dalam kelompok jeruk bali ini bukan hanya segar untuk dirujak, melainkan juga bermanfaat untuk lever.

Kandungan vitamin C-nya yang tinggi dan antioksidan dalam grapefruit akan membuang keluar toksin dari tubuh.

 

Exit mobile version