Site icon nuga.co

Kopi Cegah Kanker dan Sakit Jantung

Temuan varietas kopi oleh para ahli kimia di Universitas di New Hampshires akan membuat perubahaan radikal dari para peminum kafein karena mampu mencegah penyakit jantung dan berbagai jenis kanker.

Media prestise Inggris, “daily mail,” Minggu, 19 Januari 2016, menulis, varietas kopi jenis baru itu memiliki antioksidan sebanyak minuman anggur.

Mereka mencampur kopi Arabika kualitas terbaik dengan resveratrol, bahan kimia yang terkandung oleh anggur.

Resveratrol memiliki antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan jantung sekaligus mencegah kanker.

Percobaan para ahli kimia tersebut lalu menghasilkan produk kopi baru bernama CoffVee. Kopi varian baru tersebut punya kandungan antioksidan sama seperti segelas anggur.

Dilaporkan oleh Daily Meal, Glenn Miller pendiri Vera Roasting Company mengatakan tiap cangkir CoffVee, yang merupakan campuran kopi Kolombia dan kopi hitam Perancis, mengandung jumlah antioksidan yang sama dengan segelas anggur.

Infusi resveratrol ke dalam kopi dikembangkan Miller di dapurnya.

Awalnya, dia menerapkan percobaan tersebut ke teh, tapi akhirnya memutuskan resveratrol lebih cocok untuk kopi. “Saya pikir, kita berada di ambang membuat transformasi di industri kopi,” kata Miller.

Sebelumnya, penelitian di Harvard menemukan, orang yang minum kopi secara rutin dalam kadar moderat, lebih mudah terhindar dari penyakit mematikan, seperti diabetes dan penyakit jantung.

Bahkan kopi decaff atau yang dihilangkan kafeinnya pun tetap bermanfaat.

Kopi telah diketahui mempunyai manfaat yang baik untuk jantung dan menjaga seseorang tetap waspada karena kandungan kafeinnya.

Tetapi kopi juga mengandung antioksidan dan senyawa lain yang dapat mencegah beberapa jenis kanker dan penyakit serius lainnya.

Dosis kopi yang ideal dikonsumsi adalah sebanyak dua cangkir per hari agar tidak menyebabkan kecanduan.
Untuk mendapatkan manfaat sehat kopi, konsumsilah kopi setiap hari dengan dosis menengah atau moderat.

Seperti dilansir thedailymeal, ada sepuluh penyakit yang dapat dicegah dengan mengonsumsi kopi jenis ini.

Pertama mampu mencegah kanker kulit. Hal ini bukan berarti dengan minum kopi, Anda tidak perlu menggunakan krim pelindung sinar matahari.

Tetapi orang yang minum kopi kurang mungkin untuk mengembangkan karsinoma sel basal, jenis kanker kulit yang paling umum.

Hal tersebut dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Brigham and Women’s Hospital, Boston.

Para peneliti percaya bahwa hubungan tersebut mungkin karena kafein memiliki sifat menghambat perkembangan kanker pada sel basal kulit.

Selain itu bisa meniadakan kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Keio University di Tokyo menemukan bahwa kopi menginduksi protein dalam payudara yang dapat mencegah pertumbuhan barisan sel kanker.

Wanita pasca-menopause yang minum kopi juga menurunkan risiko kanker payudara non-hormonal yang responsif, berdasarkan studi di Swedia.

Khasiat kopi bisa pula mencegah diabetes

Jenis potein yang disebut sex hormone–binding globulin yang berfungsi untuk mengatur hormon jenis kelamin, ternyata berperan dalam mengendalikan diabetes tipe 2.

Konsumsi kopi diketahui dapat meningkatkan kadar SHBG dalam darah, sehingga menurunkan risiko diabetes.

Sebuah studi terbaru terhadap peserta dengan usia tua menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi lebih sedikit menunjukkan tanda-tanda demensia dan gejala awal Alzheimer daripada orang yang minum kopi lebih banyak.

Kafein dalam kopi dinilai dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kemampuan otak menyimpan memori.

Sebuah tim peneliti di National Cancer Institute telah mempelajari kebiasaan sekelompok orang Amerika selama lima belas tahun dan menemukan bahwa orang yang minum kopi memiliki risiko lima belas persen lebih rendah terkena kanker usus besar.

Peneliti belum cukup yakin mengapa hal ini terjadi, tetapi mungin senyawa antioksidan methylpyridinium dalam kopi efektif dalam memerangi kanker usus.

Peneliti dari University of Minnesota juga mencatat bahwa kopi juga kaya akan polifenol dibandingkan jumlah polifenol dalam teh atau anggur merah.

Studi dari Harvard School Public Health menunjukkan bahwa pria yang minum kopi per hari memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker prostat.

Hal ini bukan disebabkan karena kafein dalam kopi, tetapi asam fenolat dan aktivitas antioksidanlah yang memotong risiko kanker prostat.

Peneliti dari Australia percaya bahwa selain kopi, teh hijau juga memiliki efek yang sama dengan kopi dalam mencegah kanker prostat.

Kanker endometrium adalah jenis kanker rahim yang paling umum dan biasanya mempengaruhi wanita antara usia lanjut.

Penelitian dilakukan terhadap wanita pasca-menopause yang obesitas tentang kebiasaan minum kopinya, orang yang minum dua cangkir atau lebih kopi per hari memiliki risiko yang lebih rendah terkena kanker endometrium.

Studi lain dari Harvard Public School of Health menemukan bahwa bahkan satu cangkir kopi per hari secara signifikan mengurangi risiko kanker endometrium. Bisa jadi karena kopi menurunkan kadar insulin dan estrogen.

Salah satu studi University of Minnesota menemukan bahwa asupan kopi mengurangi risiko karsinoma hepatoseluler, jenis kanker hati yang paling umum.

Beberapa penelitian lain juga meyatakan bahwa konsumsi kopi telah dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker hati.

Kanker mulut dapat mempengaruhi gusi, lapisan pipi, dan langit-langit mulut. Kopi berkafein menunjukkan pengurangan risiko kanker pada rongga mulut dan faring, menurut penelitian di Inggris.

Kopi dapat menghindarkan diri Anda dari perasaan tertekan.

Hal ini mungkin disebabkan karena kafein dalam kopi yang membuat seseorang lebih aktif dan waspada.

Exit mobile version