Site icon nuga.co

Kecanduan Kopi? Nggak Ada Bahayanya!

Kecanduan kopi? Kalimat tanya itu sering terlontar ketika ocehan tertuju pada seseorang yang tak bisa “hidup” tanpa mengasup kopi setiap hari, setiap saat dan keseringan.

Kecanduan kopi adalah hal yang sangat umum di dunia ini.

Jumlah orang yang mengkonsumsi kopi terus meningkat. Hal ini menjadi epidemi diseluruh dunia.

Orang-orang yang minum kopi mendapatkan kenikmatan tersendiri karena kandungan kafein, toleransi kafein dalam kandungan kopi yang menyebabkan orang kecanduan kopi.

Apakah kecanduan kopi itu berbahaya?

Tulisan di laman situs “foxnews,” menjawabnya dengan langsung,”tidak.”

Dulu, mungkin, tulis “foxnews,” kopi sering diklaim bisa merusak kesehatan seseorang. Namun, rupanya fakta itu telah disangkal oleh para peneliti.

Banyak temuan baru yang mengapresiasi manfaat menyeruput kopi.

Umumnya, kopi memang dapat membantu mencegah perasaan stres dan depresi yang dialami seseorang. Kopi diyakini dapat membuang lonjakan hormon kortisol yang meningkatkan risiko stres.

Lebih dari itu, kopi pun dapat mengurangi risiko penyakit jantung, kanker kulit, gangguan hati dan masih banyak lainnya. Ada bagusnya, Anda disarankan untuk mengonsumsi kopi non-kafein dan tanpa menambahkan gula di dalamnya.

Memang menurut dokter, kecanduan kopi menjadi salah satu perilaku tak baik. Meski begitu, dalam sehari Anda harus membatasi minum kopi sekira seratus miligram sehari.

Kopi, menurut penelitian terbaru memiliki lebih dari lima ratus senyawa kimia, yang salah satunya dinamakan sebagai kafestol.

Bahan kimia tersebut muncul saat bubuk kopi dituangi air panas.

Kafestol adalah senyawa yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh manusia hingga sebesar sepuluh persen, menurut sebuah peneliti di Belanda.

Kafein, kandungan senyawa dalam kopi yang juga berbahaya mengakibatkan orang terjaga, sulit mengendalikan emosi, hingga menjadi salah satu pemicu kanker.

Kafein inilah yang kita kenali sebagai penyebab kecanduan. Hal tersebut biasa terjadi, saat mengkonsumsi kopi lebih dari dua ratus lima puluh miligram sekaligus atau setara dengan tiga cangkir kopi.

Selain itu kopi juga meningkatkan aliran darah dalam ginjal sehingga produksi urine bertambah.

Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa kopi sebagai penyebab penyakit maag, tukak lambung, dan tukak usus halus, dikarenakan kopi meningkatkan asam dalam lambung dalam jangka waktu yang lama.

Bahkan para ahli memberikan peringatan bagi seseorang yang mengidap penyakit atau gejala serangan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi untuk mengkonsumsi kopi tak lebih dari secangkir per hari.

Bagi para wanita, konsumsi kopi secara berlebihan dapat mengurangi kesuburan hingga meningkatkan dapat resiko terjadinya osteoporosis pada wanita usia menopause.

Kopi juga memiliki manfaat bagi kesehatan kita. Siapa dapat menduga bila minuman sesederhana kopi dapat memberikan keuntungan yang menakjubkan bagi kesehatan?

Ternyata, dengan meminum kopi dapat mengurangi resiko diabetes tipe dua. Menurut Sid Kirchheimer dari WebMD, semakin banyak kopi yang diminum, semakin baik hasil yang diperoleh.

Bahkan, Universitas Harvard telah melakukan riset tentang manfaat kopi bagi kesehatan selama delapan belas tahun. Hasilnya, dengan meminum kopi satu hingga tiga cangkir sehari dapat mengurangi resiko terkena diabetes hingga sepuluh persen.

Sedangkan dengan meminum kopi enam cangkir atau lebih dapat mengurangi resiko pria dari serangan diabetes tipe dua sebesar lima puluh empat persen, sedangkan untuk wanita dapat berkurang tiga puluh persen.

Ini argumen bagus untuk ungkapan “satu poci kopi sehari”, ungkapan bagi orang yang ketagihan minum kopi setiap harinya.

Enam kelompok studi lain menemukan bahwa peminum kopi yang meminum kopi dengan teratur dapat mengurangi resiko terkena Parkinson lebih dari delapan puluh persen.

MenurutThomas DePaulis, Phd, seorang ilmuwan dari Vanderbilt University’s Institute for Coffee Studies, menyatakan, semakin banyak meminum kopi, diperoleh hasil yang semakin baik.

Kopi tidak hanya memiliki efek yang bagus bagi tubuh dalam hal melawan penyakit, namun juga dapat membantu untuk mengimbangi atau memutar balik resiko yang diakibatkan oleh kebiasaan buruk.

Menurut Thomas De Paulis, “Perokok dan peminum berat akan memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan gangguan liver bila mereka memiliki kebiasaan minum kopi secara teratur dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.”

Sedangkan bagi orang yang susah berkonsentrasi mengkonsumsi kopi teratur dengan kadar yang wajar, diketahui dapat meningkatkan respon reaksi otak dalam mengolah memori. Hal ini terjadi karena, kopi merangsang lebih banyak daerah dalam otak.

Ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat membantu mencegah serangan asma dan bahkan dapat mengaturnya di saat kekurangan obat tradisional.

Juga, kopi sangat bermanfaat dalam mengobati sakit kepala, khususnya migrain, dan penelitian menunjukkan, orang yangminum kopi meningkatkan perlindungan terhadap rongga perutnya sendiri.

Kopi sudah terbukti dapat membantu mengatur maupun menanggulangi depresi.

Sebagian, tentu saja, karena kandungan kafein membuat kita tetap sadar, yang dapat mengurangi perasaan depresi, namun mungkin juga berhubungan dengan tingkat oksidan yang terkandung dalam secangkir kopi.

Exit mobile version