Site icon nuga.co

Kebiasaan Duduk Lama Itu Pembunuh

Berhati-hatilah jika Anda termasuk orang yang banyak duduk dalam kesehariannya. Itu berarti Anda sedang memasuki “area” bunuh diri.

Benarkah?

Hasil penelitian yang dirilis oleh jurnal “Medicine and Science in Sport and Exercis,” menjelaskan bahwa orang yang memiliki kebiasaan duduk selama dua puluh tiga jam dalam seminggu, baik itu berada di belakang atau di balik meja kerja, dapat menjadi alasan kuat seseorang terkena penyakit jantung.

Bukankah penyakit jantung kini menjadi pembunuh nomor satu?

Tidak hanya penyakit jantung ternyata, kelamaan duduk, juga dapat menimbulkan sejumlah penyakit yang tidak terduga.

Banyak orang yang tidak menyadari bahaya tersebut karena kurangnya informasi tentang bahaya kebiasaan duduk lama yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun.

Sebuah studi menemukan bahwa, kebiasaan duduk terus menerus meningkatkan kesempatan kita untuk mendapatkan penyakit atau kondisi yang cepat membunuh kita, sekalipun Anda rajin berolahraga.

Banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa duduk dalam waktu yang lama dengan posisi yang tidak benar, seperti membengkok ke kiri atau ke kanan, berpotensi menyebabkan berbagai jenis gangguan tulang belakang.

Banyak penelitian menyebutkan bahwa posisi duduk dan cara duduk seseorang sangat berpengaruh terhadap status kesehatan Anda di masa depan, bahkan berkaitan erat dengan angka harapan hidup.

Jika Anda masih kurang percaya, Anda bisa menyimak hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh Universitas Leicester di Inggris yang kemudian dimuat pada jurnal Diabetologia.

Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa duduk dalam waktu lama dapat meningkatkan resiko sejumlah penyakit berat, seperti jantung, diabetes, bahkan sampai kematian dini.

Resiko orang yang sering duduk dalam jangka waktu lama untuk menderita berbagai penyakit, bahkan kematian, lebih besar dua kali lipat dibandingkan orang yang jarang duduk dalam waktu lama.

Penyakit jantung dan diabetes berpeluang diderita oleh orang yang sering duduk di atas delapan jam setiap harinya.

Bahkan, sekalipun Anda membiasakan diri dengan aktif berolahraga selama minimal tiga puluh menit tiap hari, kemudian masih duduk selama berjam-jam dalam tiap harinya, resiko terjangkit penyakit-penyakit tersebut tetap tinggi.

Secara gamblang, hasil penelitian itu menyebutkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan duduk lama memiliki resiko kematian enam puluh tiga persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki kebiasaan kurang duduk.

Penelitian penting tersebut dilakukan di Kanada. Dan sebaiknya, Anda mulai menimbang dan mengevaluasi kebiasaan duduk yang selama ini dilakukan.

Peneliti dari Toronto mendapat kesimpulan setelah menganalisis empat puluh tujuh penelitian mengenai kebiasaan malas bergerak.

Mereka menyesuaikan data mereka untuk menggabungkan jumlah waktu yang dihabiskan dengan olahraga, dan kebiasaan duduk dalam sehari masih menutupi manfaat yang didapatkan dari olahraga.

Namun, tentu saja, semakin banyak Anda berolahraga maka akan semakin rendah dampak dari kebiasaan malas.

Penelitian menunjukkan bahwa, kebiasaan malas bisa meningkatkan potensi kematian akibat masalah kardiovaskular dan kanker, juga penyakit kronik seperti diabetes tipe 2.

Ketidakaktifan fisik telah diidentifikasikan sebagai faktor risiko keempat penyebab kematian di seluruh dunia

Exit mobile version