Site icon nuga.co

Jagalah Ginjal Anda Sebelum Fungsinya Gagal

Ginjal. Organ tubuh ini memang tidak sepopuler jantung atau otak  dalam  ulasan tentang kesehatan. Penyakit ginjal  sering diidentikkan dengan batu ginjal atau pun cuci darah. Sesekali penyakit ginjal terdengar dari pembicaraan tentang  cangkok ginjal. Pokoknya tidak dramatis lah. Sehingga banyak orang tidak peduli dengan siklus penting dari perannya sebagai bagian dari sistem metabolik tubuh ini.

Kesehatan ginjal memang jarang menjadi perhatian, bahkan orang yang mengidap penyakit ginjal biasanya baru terdeteksi ketika sudah berada pada stadium lanjut. Dokter spesialis penyakit dalam sering mengatakan, gejala penyakit ginjal jika masih stadium awal biasanya tidak terlalu terlihat. Itulah yang menyebabkan orang seringkali baru menyadarinya ketika sudah parah.
“Padahal jika sudah disadari pada kondisi stadium lanjut yaitu 4 atau 5, pengobatannya akan menghabiskan biaya yang sangat tinggi,” ungkap seorang dokter penyakit dalam.

Kesehatan ginjal tak boleh dipandang sebelah mata, karena fungsinya sangat penting bagi kesehatan. Komplikasi dari kesehatan ginjal yang terganggu pun banyak, dari mulai penyakit kardiovaskuler, diabetes, hingga pengeroposan tulang.

“Ginjal merupakan filter dari tubuh, fungsi utamanya adalah untuk membersihkan racun dan mengeluarkan limbah dari darah.”
Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) sekaligus praktisi di bidang kesehatan ginjal Dharmeizar mengatakan, penyakit ginjal memiliki dua tipe yaitu tipe yang dapat disembuhkan dan tipe yang tidak dapat disembuhkan.

“Penyakit ginjal yang dapat disembuhkan misalnya batu ginjal, jika faktor pencetusnya sudah dihilangkan maka fungsi ginjal akan normal kembali. Sedangkan penyakit ginjal yang tidak dapat disembuhkan seperti penyakit ginjal kronis, fungsi ginjal sudah tidak dapat normal kembali,” tutur Dharmeizar.

Kendati tidak dapat disembuhkan namun Dharmeizar mengatakan bahwa penyakit ginjal kronik dapat diperlambat proses perkembangannya dengan menjalani berbagai macam pengobatan dan menjalani gaya hidup sehat.

Makanya dalam kehidupan keseharian gaya hidup sehat ini perlu terus dipertahankan. Seperti misalnya, mewaspadai asupan  suplemen vitamin C. Risiko tersebut terutama pada mereka yang pernah punya riwayat batu ginjal sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan tim dari Swedia itu memang tidak melarang orang untuk mengonsumsi vitamin C. Tetapi orang yang pernah sakit batu ginjal harus mewaspadi risiko kekambuhan penyakitnya jika mereka masih mengasup suplemen vitamin.

Penelitian berskala besar tersebut mengambil data dari wawancara para pria dewasa dan lanjut usia mengenai pola makan dan gaya hidup mereka. Mereka diikuti selama 11 tahun.

Hasil analisa menyebutkan 907 pria rutin mengonsumsi vitamin C, sementara yang tidak mengasup suplemen apa pun mencapai 22.000 orang.
Dari kelompok rutin minum vitamin C, sekitar 3,4 persen menderita batu ginjal, sedangkan dari kelompok kontrol hanya 1,8 persen.

“Sejak lama memang dicurigai kalau vitamin C dosis tinggi akan meningkatkan risiko batu ginjal karena sebagian vitamin C yang diserap tubuh akan dikeluarkan urin sebagai oksalat, salah satu komponen pembentuk batu ginjal,” kata Laura Thomas, peneliti dari Karolinka Institute, Stockholm, Swedia.
Batu ginjal terbentuk dari kristal kecil yang dibentuk dari kalsium dan oksalat. Batu ginjal bisa saja keluar lewat urin tetapi seringkali menyebabkan rasa sakit. Batu ginjal berukuran besar membutuhkan operasi untuk mengeluarkannya.
Vitamin C sendiri termasuk vitamin yang penting.

Namun vitamin ini sebaiknya didapatkan dari makanan yang diasup sehari-hari.”Risiko batu ginjal dari vitamin C sepertinya tergantung pada dosis dan kombinasi nutrisi yang diasup,” kata Thomas.

Exit mobile version