Site icon nuga.co

Ini Yang Jadi Penyebab Lansia Susah Makan

Mereka yang lanjut usia mengalami kesulitan untuk makan?

Jawabnya, iya.

Seiring bertambahnya usia, maka masalah kesehatan yang Anda hadapi akan semakin banyak. Salah satunya adalah masalah susah makan.

Ya, susah makan sering kali dialami oleh orang yang sudah lanjut usia. Tentu, masalah ini tidak bisa dianggap kecil, pasalnya susah makan pada lansia dapat menimbulkan gangguan kesehatan lainnya, apalagi jika ditangani dengan baik.

Lalu, apa saja penyebab masalah sulit makan yang terjadi pada lansia?

Bagaimana mengatasinya?

Salah satu kelompok usia yang rentan terkena malnutrisi adalah kelompok lanjut usia.

Hal ini disebabkan karena gangguan makan yang sangat sering terjadi. masalah sulit makan memang disebabkan oleh berbagai hal, dan berikut adalah penyebab umum yang biasa menyebabkannya.

Jangan sepelekan masalah kesehatan gigi dan mulut. sering kali orang yang lanjut usia malas membersihkan area mulutnya, sehingga akhirnya kesehatan gigi dan mulutnya tak terjaga dengan baik.

Padahal, hal ini secara tidak langsung akan memengaruhi fungsi mulut dan lidah.

Misalnya saja, mulut yang penuh bakteri, akan membuat rasa makanan yang masuk menjadi lebih tidak enak dan akhirnya memengaruhi rasa makanan secara keseluruhan. Selain itu, bakteri juga akan membuat lansia menjadi susah menelan, mengecap, serta mengunyah makanannya.

Pastikan, untuk membersihkan area mulut dan gigi dengan benar dengan rajin menggosok gigi.

Memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali juga bisa dilakukan demi menjaga kebersihannya.

Jika memang punya gangguan kesehatan gigi dan mulut, buatlah makanan dalam bentuk yang lebih lunak atau potongan-potongan yang kecil, sehingga tak membuat lansia lebih mudah untuk mengunyahnya.

Biasanya, semakin memasuki usia tua, seseorang akan mengalami penurunan kemampuan mengecap. Lidah sebagai indera pengecap, terdiri dari bintil-bintil kecil yang terbuat dari ujung-ujung saraf. Dari bagian lidah itu, rasa makanan akan dikirim ke otak kemudian otak akan memberitahu Anda, rasa apa yang dimiliki makanan tersebut.

Nah, namun sayangnya pada lansia kemampuan saraf akan semakin menurun, begitu juga saraf yang ada di permukaan lidah.

Jadi, lidah tak lagi terlalu peka dengan rasa-rasa makan. Hal ini membuat lansia akan sering merasakan makanannya hambar, kurang bumbu, atau bahkan tidak ada rasa sama sekali. Akhirnya, menimbulkan masalah susah makan.

Jika memang tidak dapat meningkatkan kembali kemampuan pengecap, maka sebaiknya memberikan makanan yang memiliki warna serta dekorasi yang menarik, sehingga orang pun tertarik untuk mengonsumsinya.

Sementara untuk mengakali lidah yang semakin tidak peka, Anda bisa menambahkan lebih banyak rempah-rempah ke dalam makanan, jadi makanan memiliki rasa yang lebih kuat.

Lansia yang mengalami susah makan, biasanya disebabkan oleh nafsu makan mereka sangat rendah.

Ya, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti lidah tidak lagi peka mengecap rasa. Untuk mengatasinya, berikanlah lansia porsi makan yang lebih kecil, namun dengan frekuensi yang sering.

Selain itu, Anda bisa mengandalkan waktu makan bersama keluarga, agar membuat orangtua Anda yang telah lanjut usia untuk nafsu makan.

Biasanya, dorongan keluarga dan makan dengan lingkungan yang nyaman dapat memotivasi lansia untuk mengonsumsi lebih banyak makanan.

Itulah mengapa penting bagi lnsia untuk mengatur porsi makan lansia, berdasarkan kebutuhan kalorinya setiap hari.

Mengatur porsi makan lansia penting untuk dilakukan untuk mendukung kesehatan tubuhnya.

Banyak lansia yang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, juga diabetes.

Penyakit-penyakit ini bisa dikontrol atau bahkan dicegah dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur.

Selain itu, banyak juga lansia yang mengalami kelebihan berat badan. Hal ini memengaruhi kemampuannya bergerak dan meningkatkan risiko penyakit osteoporosis serta osteoarthritis.

Oleh karena itu, para lansia harus mengontrol porsi makannya agar tidak berlebihan, sehingga bisa mempertahankan berat badannya bukan mengalami kenaikan berat badan.

Mengatur porsi makan lansia juga penting agar para lansia tidak kekurangan zat gizi tertentu.

Untuk mengetahui berapa porsi makan lansia, sebaiknya ketahui dulu berapa kebutuhan kalori untuk para lansia. Hal ini karena kebutuhan kalori memengaruhi porsi makan seseorang. Tampaknya, kebutuhan kalori para lansia mengalami penurunan.

Karena, kebutuhan kalori didasarkan pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Semakin tua usia seseorang, semakin berkurang kebutuhan kalorinya dibandingkan orang yang lebih muda dengan jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik yang sama.

Lagipula, semakin tua seseorang, biasanya semakin berkurang juga aktivitas fisik yang dilakukan. Alhasil, kebutuhan kalorinya pun ikut menurun.

Berapa porsi makanan yang dibutuhkan lansia tentu berbeda-beda antar individu. Ini tergantung dari kebutuhan kalori lansia yang pastinya juga berbeda.

Namun, seperti dilansir dari National Institute on Aging, umumnya para lansia atau orang yang berusia lebih dari lima puluh tahun butuh mengonsumsi makanan setiap hari

Masing-masing lansia pasti berbeda, namun intinya penuhi piring dengan makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein nabati serta hewani, sayuran, dan buah-buahan.

Kelima unsur ini harus ada dalam piring di setiap kali makan utama dan harus beragam agar semua zat gizi terpenuhi dengan baik.

Jangan lupa untuk mengatur jam makan, setidaknya tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan di antara makan utama. Ingat, makan sedikit tapi sering

Exit mobile version