Site icon nuga.co

Hindari Gemuk? Kunyahlah Makanan Pelan

Benarkah mengunyah makanan lebih lama bisa menghindari kegemukan?

Nah, itulah pertanyaan yang lama menggantung di kalangan mereka yang memilih mengunyah makanan berlama-lama untuk mencegah kenaikan berat badan.

Dana jawabannya datang dari sebuaht studi yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Orang yang obesitas cenderung mengunyah lebih sedikit.

Ketika mereka menambah durasi mengunyah, ternyata kadar hormon yang terkait rasa kenyang dan kepuasan meningkat.

Tindakan sederhana seperti mengunyah makanan dengan perlahan ternyata memang bisa mengendalikan nafsu makan.

“Makan dengan pelan juga membantu kita makan secara sadar dan lebih peka pada sinyal kenyang dari tubuh,” kata Meena Shah, profesor nutrisi dari Texas Christian University.

Penelitian selama 8 tahun juga menunjukkan, mereka yang makan dengan pelan berhasil menurunkan berat badannya lebih banyak dibanding orang yang terbiasa makan cepat-cepat.

Walau begitu, cara mengunyah merupakan salah satu faktor saja yang berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Pemilihan jenis makanan dan porsi juga tak kalah pentingnya.

Tapi, tak ada salahnya untuk mulai menikmati makanan yang terhidang secara perlahan-lahan.

Kebiasaan makan juga berpengaruh pada lingkar pinggang.

Sejak lama para ahli menyarankan agar kita mengunyah makanan pelan-pelan agar tidak makan secara berlebihan.

Menurut ajaran Ayurveda, sekolah kesehatan yang ditemukan di India sekitar tujuh ribu tahun lalu, makan secara perlahan dianggap penting bagi pencernaan yang sehat dan juga membantu organ pencernaan memilah komponen yang tidak diperlukan tubuh.

Ada juga saran agar kita mengunyah makanan sampai tiga puluh kali sebelum menelan.

Disebutkan bahwa dengan mengunyah pelan bisa membantu tubuh mendapatkan nutrisi terbaik dalam makanan.

Meski begitu, menurut penelitian, dari segi nutrisi sebenarnya tak ada bedanya antara mengunyah pelan-pelan dengan yang buru-buru menelan.

Sistem pencernaan kita dianggap sudah cukup cerdas untuk memecah makanan dan menyerap nutrisinya.

Walau demikian, makan secara perlahan memang terbukti bisa mengontrol nafsu makan. Pada akhirnya berat badan pun gampang melonjak.

Penelitian terbaru menyebutkan, mengunyah perlahan dapat meningkatkan jumlah kalori yang terbakar tubuh selama proses pencernaan.

Angkanya sekitar sepuluh ekstra kalori untuk setiap tiga ratus kalori yang diasup.

Dalam sebulan, kira-kira tambahan kalori yang bisa dibakar mencapai dua ribu.

Mengunyah dengan pelan juga meningkatkan aliran darah ke lambung dan usus.

Selain masalah mengunyah dengan pelan kesulitan mencapai berat badan ideal bisa juga dikarenakan gangguan metabolisme di tubuh.

Gangguan metabolisme tersebut terjadi akibat adanya pola makan yang tidak sesuai dengan kerja alami sistem pencernaan.

Adalah “Food Combining”, suatu pola makan yang sudah disesuaikan dengan kerja alami sistem percernaan manusia.

Berbeda dengan diet yang mengharuskan sistem percernaan untuk menyesuaikan aturannya, food combining justru menawarkan pola makan yang sudah sesuai dengan kerja alami sistem pencernaan.

Dengan melakukan food combining, mengatur pola makan tidak harus tersiksa dengan rasa lapar lantaran membatasi makan.

Pasalnya food combining “membebaskan” pelakunya untuk makan hingga kenyang, bukan membatasi sedikit makan.

Prinsip dasar food combining adalah membuat tubuh yaitu darah berada di kadar keasaman netral

Kadar keasaman tubuh yang netral merupakan indikator dari sistem tubuh, termasuk pencernaan yang sehat.

Makanan yang diasup oleh tubuh merupakan penyebab utama pergeseran kadar keasaman tubuh.

Ketika makanan yang diasup tidak tepat, maka pH tubuh cenderung akan menurun sehingga bersifat asam.

Ketika pH tubuh cenderung asam, imbuh Erikar, yang harus dilakukan adalah mengembalikannya ke posisi netral, tubuh pun akan sehat dengan sendirinya.

Cara membentuk pH netral yaitu dengan pendalaman food combining pada tiga sisi, yaitu memilah makanan, memilih padanan makanan, dan memakan makanan pda waktu yang tepat.

Memilah makanan dilakukan dengan mengetahui kandungan dari setiap jenis makanan yang dimakan.

Hal ini berhubungan dengan zat gizi yang terkandung dalam makanan, yaitu makanan pokok

Exit mobile version