Site icon nuga.co

Hebatnya Manfaat Kacang-Kacangan

Anda penyuka kacang-kacangan? Kalau iya, sebaiknya kebiasaan ini terus dilanjutkan. Jangan pedulikan anggapan sebagian orang yang menganggap penikmat kacang-kacangan adalah tipikal orang tidak “keren.”

Anda harus tahu, selain makanan yang sangat gurih kacang-kacangan dan biji-bijian adalah makanan yang bergizi alami yang tinggi.

Kacang-kacangan dan biji-bijian umumnya disajikan dalam cara yang berbeda untuk keperluan memasak. Kacang-kacangan pada umumnya bisa dimakan termasuk kacang pinus, almond, walnut, pecan, kacang mete, pistachio, hazelnut dan kacang tanah, yaitu yang berasal dari keluarga kacang-kacangan.

Biji-bijian umumnya juga enak dimakan termasuk biji labu, biji wijen, biji rambutan, biji durian dan biji bunga matahari. Kacang-kacangan dan biji-bijian menawarkan beberapa manfaat gizi yang sempurna

Seorangg ahli nutrisi terkenal, Dr Sears mencatat bahwa kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung vitamin b, yang akan memberikan Anda energi dan meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

Makanan ini juga mengandung selenium, kromium dan vitamin e, yang merupakan senyawa antioksidan penting. Antioksidan adalah senyawa organik yang akan melawan radikal bebas, yang dapat merusak sel-sel tubuh Anda karena usia.

Tentunya ini dapat menghambat penuaan dini yang dapat memberikan kulit kasar dan keriput secara prematur.

Kacang juga mengandung fosfor dan magnesium, yang semuanya penting untuk pembentukan dan kesehatan tulang dan gigi. Fosfor mendukung produksi energi dan pembentukan asam nukleat, seperti DNA.

Magnesium membantu mengaktifkan enzim dalam tubuh Anda, dan akan memastikan otot Anda untuk bekerja dengan baik.

The Mayo Clinic mencatat bahwa kacang-kacangan dan biji-bijian bisa menjadi bagian yang sehat untuk program penurunan berat badan Anda.

Hal ini Karena mereka mengandung sejumlah besar protein dan lemak, sehingga dapat membantu Anda untuk merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, sembilan puluh persen lemak dari kacang dan biji-bijian adalah lemak “sehat” yaitu lemak tak jenuh tunggal. Namun, karena kacang-kacangan dan biji-bijian tinggi kalori, maka Anda hanya perlu untuk mengkonsumsinya dalam jumlah yang kecil. Secara umum, per ons, atau perbiji adalah ukuran porsi yang cukup sesuai.

Mengutip FDA, University of Nebraska Cooperative Extension yang menjelaskan bahwa: karena kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung lemak tak jenuh tunggal dan telah terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat.

Mengkonsumsi mereka secara teratur bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, beberapa kacang-kacangan dan biji-bijian juga mengandung asam lemak omega 3, yang terbukti memiliki efek perlindungan terhadap jantung.

Kacang-kacangan dan biji-bijian yang terdaftar pada Dietary Approaches FDA to Stop Hypertension, atau diet DASH, telah terbukti secara klinis dapat mengurangi tekanan darah .

Seorang dokter naturopati, Alan Christianson, mengatakan bahwa pola makan yang cenderung terlalu membatasi bahan-bahan makanan tertentu justru dapat menyebabkan kekurangan gizi, stres emosional, hingga membuat lemah saluran pencernaan.

Beberapa jenis kacang-kacangan termasuk lentil dan kacang hitam diketahui mengandung resveratrol yang tinggi.

Resveratrol adalah sebuah senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan termasuk juga kacang, stroberi, ekaliptus, dan anggur.

Senyawa ini sangat banyak manfaatnya termasuk memperlambat penuaan dini, melindungi jantung, hingga mencegah kanker.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan kacang dapat membantu menurunkan diastolik dan sistolik tekanan darah secara signifikan. Adapun jenis kacang-kacangan yang diteliti terdiri dari kacang hitam, kacang polong, nothern, navy, dan pinto.

Kerusakan terbesar yang diakibatkan oleh radikal bebas dapat kita amati dari kulit, otak, dan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang tinggi antioksidan seperti buah delima, kunyit, teh hijau, dan blueberry diketahui dapat mencegah kerusakan tersebut.

Kacang-kacangan juga mengandung antioksidan unik yang bisa memblokir enzim yang disebut α-glukosidase dan lipase pankreas, di mana enzim tersebut dapat memicu kenaikan berat badan dan menyebabkan diabetes.

Kacang aduki dan kacang hijau merupakan beberapa diantara banyak kacang yang kaya akan antioksidan.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kacang juga mengandung senyawa resveratrol dan beberapa kandungan lainnya yang dapat mencegah kanker.

Tidak hanya kacang saja yang dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker, namun juga ekstrak dari kacang-kacangan yang dinamakan IP6, menurut penelitian dapat bermanfaat untuk melawan kanker.

Exit mobile version