Site icon nuga.co

Enzim Nanas Melawan Bakteri Bandel

Nanas?

Ya. Buah dengan rasa yang manis-asam, warna kuning cerah dan disukai banyak orang.

Buah tropis ini tidak hanya bisa dijadikan campuran puding, es buah, dijus, dibuat selai, atau dimakan langsung setelah dikupas tapi juga memiliki memiliki enzim yang bisa melawan bakteri bandel yang tak mempan dengan obat.

Para ilmuwan  di Australia berhasil i menemukan fakta bahwa enzim yang terdapat dalam nanas bisa mengatasi diare pada babi.

Penemuan itu sangat penting mengingat manusia dan babi memiliki fisiologi dan anatomi serupa.

Para dokter berharap enzim tersebut bisa menjadi senjata tambahan dalam hal memerangi bakteri dalam tubuh manusia.

Rob Pike, ahli biokimia di Universitas Melbourne, Australia, menyatakan bahwa enzim yang digunakan untuk mengobati babi itu kemungkinan juga bisa digunakan oleh manusia.

Tak seperti antibiotik yang menyasar bakteri, tiga jenis enzim yang terkandung dalam nanas beraktivitas dalam usus babi membuat bakteri tersebut sulit menempel pada sel-sel usus dan menghentikan diare yang sedang terjadi.

“Saya percaya penemuan ini akan menjadi cara baru untuk mengobati diare,” kata Profesor Pike kepada Daily Mail, Selasa, 28 Juni 2016.

Enzim yang disebut bromelain itu pertama kali ditemukan pada era tahun tiga puluhan. Namun kualitas antibiotik enzim itu baru diketahui tiga puluh tahun lalu.

Menurut Pike, penemuan itu juga menjadi momentum untuk mengembangkan antibiotik alternatif karena makin banyak orang yang tidak percaya lagi kepada kemanjuran antibiotik sehingga perlu dicari penggantinya.

Temuan ini dikatakan bisa menjadi sangat penting dijadikan harapan  untuk memerangi bakteri super yang kebal terhadap antibiotik.

Rob Pike mengatakan enzim yang digunakan untuk mengobati anak babi mungkin dapat bekerja dengan baik pula pada manusia.

“Penggunaan sembarang antibiotik telah mengakibatkan bakteri kebal dan ini memberi kontribusi pada peningkatan bakteri,” kata Pike kepada Sydney Morning Herald.

Dalam mengantisipasi perlawanan terhadap bakteri tersebut, para ilmuwan berharap enzim dalam nanas ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pengobatan baru.

Tidak seperti antibiotik yang langsung menargetkan pada bakteri, tiga enzim yang ditemukan pada nanas mengambil tindakan untuk menyulitkan bakteri menempel pada sel-sel usus dan menghentikan diare.

Profesor Pike juga menambahkan bahwa cara ini dapat menjadi pengobatan baru bagi diare.

Ketiga enzim yang dimaksud disebut dengan bromelain dan pertama kali ditemukan pada 1930-an. Namun, baru 30 tahun yang lalu bahwa kualitas antibiotik mereka ditemukan.

“Momentum ini untuk mengembangkan alternatif terhadap antibiotik yang ada sekarang karena orang percaya antibiotik akan segera tiada dan perlu sesuatu yang dapat menggantikannya,” kata Pike

Selain itu para peneliti mengingtatkan agar  bagian tengah dari buah nanas atau :bonggolnya hendaknya jangan dibuang karena sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan.

Selain banyak mengandung serat, bagian tengah nanas ini ternyata mengandung zat anti kanker usus.

Bagian daging nanas yang biasa kita konsumsi itu umumnya banyak mengandung gula.

Tetapi sebaliknya bagian bonggol nanas disebut tenyata banyak mengandung “bromolin”.

Khasiat bromolin ini sangat di rahasaiakan bagi pihak medis dikarenakan bromolin dapat membantu penyerapan semua vitamin, mineral dalam tubuh.

Bromelain adalah enzim protease yang ditemukan dalam nanas  yang termasuk dalam keluarga tanaman Bromeliaceae.

Bromelain terutama ditemukan di bagian batang nanas. Strukturnya terutama terdiri dari protease sistein.

Pada pasien kanker, bromolin dapat melunakkan dinding-dinding sel sehingga obat dapat benar-benar menembus ke inti sel.

Maka pada kasus pasien kanker pemakaian obat-obatan hanya diperlukan dua puluh lima persen saja dari dosis yang dianjurkan.

Misalnya: Antibiotik 100mg, kalau dengan mengkonsumsi bonggol nanas maka kita hanya Lantas mengapa dirahasikan?

Bromoli nanas itu juga kali lebih kuat dari kemotherapi.

Exit mobile version