Site icon nuga.co

Diet Mediterania

Pengobatan penyakit jantung?

“Diet Mediterania,” jawab Profesor Giovanni de Gaetano, kepala departemen Epidemiologi dan pencegahan dari IRCCS Neuromed Institute di Italia.

Ia  mengatakan, diet ini memiliki dampak kuat dan dokter harus mempertimbangkan asupan makanan sebelum memberikan obat kepada pasien.

“Diet Mediterania dikenal luas sebagai kebiasaan makan lebih sehat di dunia,” katanya.

Dan penyakit jantung lebih manjur diobati dengan diet ini dibandingkan obat penurun Kolesterol.

Pola makan kaya sayur, ikan, kacang-kacangan itu dapat menurunkan kematian pasien jantung sampai tiga p[uluh tujuh persen.

Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian.

Riset itu mengikuti seribu dua ratus orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Peneliti menemukan, mereka yang mengikuti dengan patuh diet sejenis Mediterania cenderung berumur lebih panjang.

Profesor Giovanni de Gaetano, kepala departemen Epidemiologi dan pencegahan dari IRCCS Neuromed Institute di Italia mengatakan, diet memiliki dampak kuat dan dokter harus mempertimbangkan asupan makanan sebelum memberikan obat kepada pasien.

diet Mediterania dikenal luas sebagai kebiasaan makan lebih sehat di dunia,” katanya.

Kenyataannya, banyak studi ilmiah sudah membuktikan bahwa gaya hidup Mediterania tradisional berhubungan dengan risiko lebih rendah terhadap banyak penyakit kronis. Lebih penting lagi risiko rendah kematian karena penyakit.

Sejauh ini riset berfokus pada populasi umum yang terutama terdiri dari masyarakat sehat.

Apa yang terjadi pada orang yagn sudah terkena penyakit jantung dan pembuluh darah?

Apakah diet Mediterania juga bagus untuk mereka?

Obat penurun Kolesterolseperti statin sebelumnya dipercaya merupakan cara terbaik untuk mengatasi penyakit jantung. Tetapi, statin hanya membantu mengurangi masalah jantung sampai sekitar dua puluh empat persen.

Para ahli menyarankan yang terbaik agar mengombinasikan dua hal itu, yaitu mengonsumsi diet Mediterania bersama dengan minum obat penurun Kolesterol untuk mengobati penyakit jantung.

Selain untuk jantung, diet Mediterania juga bermanfaat bagi otak, resiko kanker payudara dan menjaga kesehatan tulang.

Dari hasil penelitian, menjalani diet Mediterania juga bermanfaat meminimalisir penurunan fungsi kognitif pada lansia, seperti kehilangan memori atau daya ingat.

Dengan mengikuti diet Mediterania mengalami peningkatan fungsi kognitif

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa dalam populasi yang lebih tua, diet Mediterania yang dilengkapi dengan asupan kacang-kacangan dan minyak zaitun murni bisa melawan penurunan fungsi kognitif yang berkaitan dengan usia,” tulis para peneliti dalam jurnal JAMA Internal Medicine.

Para peneliti menemukan, bahwa orang-orang dalam kelompok diet Mediterania dengan tambahan konsumsi kacang-kacangan, mengalami perbaikan yang signifikan pada memorinya, dibanding dengan mereka yang menjalani diet rendah lemak.

Bahkan, mereka yang menjalani diet Mediterania dengan tambahan konsumsi minyak zaitun murni, menunjukkan peningkatan signifikan yang lebih besar pada sejumlah fungsi kognitif yang berkaitan dengan memori kerja, penalaran dan perhatian, dibandingkan dengan kelompok yang menjalani diet rendah lemak.

Mengingat masih kurangnya perawatan khusus untuk orang-oorang yang menderita penurunan fungsi kognitif atau demensia, hasil penelitian ini memang menggembirakan. Namun, para peneliti mengakui masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi kebenaran metode ini.

Menurut Dr. Raphael Kellman, seorang dokter ahli penyakit dalam di New York, yang tak ikut serta dalam penelitian ini, mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan, ketika dikonsumsi, lemak omega dalam  minyak zaitun dan kacanng-kacangan berperan penting dalam meningkatkan kondisi membran sel, termasuk di otak.

“Konsumsi kacang-kacangan, minyak dan lemak akan meningkatkan fungsi otak Anda, karena dapat membantu mencegah gangguan neurodegenerative,” ujar Kellman yang juga penulis buku The Microbioma diet.

Journal JAMA Internal Medicine yang menulis banyak tentang diet ini mengajak  para perempuan untuk mencoba diet Mediterania.

Para perempuan yang melakukan diet Mediteranea yang dilengkapi dengan extra virgin olive oil diyakini miliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara.

Para pelaku diet Mediterania tersebut biasanya menghabiskan sekitar satu liter extra virgin olive oil selama seminggu dalam masakan keluarga.

Namun, penelitian ini masih memerlukan analisa lebih dalam, apakah benar extra virgin olive oil secara langsung berdampak pada pengurangan risiko kanker payudara atau sebenarnya diet Mediterania itulah yang menjadi alasan utama.

Walau begitu, diet Mediterania bisa menjadi salah satu langkah baru dalam pencegahan kanker payudara.

Dalam tulisan lainnya JAMA Internal Medicine, mengungkapkan  wanita yang menganut diet Mediterania, lebih kecil kemungkinannya mengalami patah tulang pinggul dibandingkan wanita yang tak menganut diet tersebut

Secara keseluruhan,  wanita perlu menjalani diet mediterania untuk mencegah patah tulang pinggul.

“Rata-rata wanita perlu mengikuti gaya hidup sehat yang mengadopsi pola diet sehat dan aktif secara fisik untuk bugar secara fisik,” kata Haring kepada Reuters Health dalam email.

Namun, temuan penelitian ini harus ditafsirkan dengan hati-hati, tulis Dr Walter Willett dalam sebuah editorial. Misalnya, wanita yang berdiet juga perlu lebih aktif, karena aktivitas fisik itu sendiri juga terkait dengan penurunan risiko patah tulang pinggul.

Sehingga, diet bukan satu-satunya cara dalam pencegahan cedera tulang, ada banyak cara untuk membuat tulang lebih sehat dan ku

Exit mobile version