Site icon nuga.co

Tidur Ngorok Bisa Impoten dan Jantung

Apakah Anda termasuk salah seorang dari tidurnya mendengkur?

Ngorok!

Sebagai komponen penting dalam siklus metabolisme tubuh manusia tidur adalah istirahatnya  tubuh dan otak

Tidur juga berarti memulihkan diri dari stres akibat kegiatan sehari-hari.

Namun begitu, terkadang, saat tidur, Anda juga bisa mengorok atau mendengkur.

Setiap orang memiliki waktu untuk tidur yang bervariasi. Ada yang membutuhkan waktu 5 jam ada pula yang butuh sembilan jam tidur sebelum dapat beraktivitas secara optimal keesokan harinya.

Meskipun waktu tidur sebenarnya sudah cukup, terkadang kualitas tidur dapat terganggu, salah satunya diakibatkan oleh mengorok saat tidur.

Kebiasaan mengorok saat tidur tentunya dapat membuat Anda merasa terganggu dan malu.

Selain itu, mengorok juga dapat membuat pasangan merasa kesal karena terganggu tidurnya.

Namun, mengorok bisa saja lebih dari hanya sekedar kebiasaan biasa, bahkan dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang serius.

Mengorok adalah suara yang dikeluarkan ketika pernapasan mengalami sumbatan saat sedang tidur.

Mengorok dapat dialami siapa saja, namun memang lebih sering terjadi pada pria, terutama yang memiliki kelebihan berat badan.

Mengorok terjadi akibat adanya hambatan aliran udara dari mulut dan hidung yang dapat terjadi akibat:

Sumbatan jalan napas akibat berbagai penyakit seperti sinusitis, alergi, pembengkakan amandel dan adenid, polip hidung dan lain sebagainya.

Kelemahan otot lidah dan tenggorok yang menyebabkan saluran napas tertutup ketika tidur.

Penumpukan jaringan lemak di sekitar saluran napas dan leher pendek sering dijumpai pada orang dengan obesitas

Langit-langit lunak mulut dan uvula yang panjang dan menggantung di langit mulut.

Konsumsi alkohol, obat-obatan pereda nyeri otot dan merokok dapat menyebabkan relaksasi otot saluran napas, sehingga mengganggu aliran udara.

Merokok juga dapat mengiritasi saluran napas dan otot tenggorokan, hingga menyebabkan peradangan pada saluran napas.

Pada kenyataannya, mengorok secara medis dapat mengganggu kesehatan tubuh Anda. Berikut ini adalah berbagai masalah yang mungkin timbul saat Anda mengorok.

Kebiasaan mengorok dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang serius, salah satunya ialah sleep apnea atau obstructive sleep apnea atau dikenal dengan OSA.

Selain mengorok, tanda yang sering muncul pada penderita OSA ialah tiba-tiba terbangun saat tidur yang terjadi karena henti napas.

Apnea saat tidur membutuhkan pertolongan medis karena dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke hingga kematian.

Mengorok dapat menyebabkan gangguan pada waktu tidur, sehingga tidur tidak nyenyak. Hal ini dapat menyebabkan rasa kantuk di siang hari dan kelelahan, sehingga menurunkan kualitas hidup.

Kebiasaan mengorok dapat menyebabkan keluhan sakit kepala saat bangun tidur. Hal ini berhubungan dengan terganggunya siklus tidur, sehingga waktu tidur berkurang.

Selain itu, kondisi ini juga berhubungan dengan perubahan jumlah oksigen dan karbon dioksida di dalam darah.

Risiko gangguan jantung terutama meningkat pada orang yang mengorok disebabkan OSA.

Orang yang mengalami OSA berisiko lebih besar mengalami aritmia jantung, dimana detak jantung dapat berdetak sangat cepat, sangat lambat atau tidak teratur.

Gangguan jantung lainnya ialah tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

GERD terjadi akibat naiknya asam lambung kembali ke kerongkongan, sehingga dapat menimbulkan keluhan dada terasa panas, mual, dan nyeri perut.

Mengorok juga dapat menyebabkan perubahan tekanan aliran udara sehingga memicu terjadinya refluks.

Pasangan tidur dapat merasakan kelelahan akibat kurangnya waktu tidur serta kesal akibat suara mengorok Anda yang cukup kencang.

Jadi, jika Anda atau pasangan memiliki kebiasaan mengorok, sebaiknya periksakan ke dokter Telinga Hidung Tenggorokan

Dokter akan menilai apakah kondisi yang Anda alami berbahaya atau tidak, sehingga dapat diberikan penanganan yang sesuai.

Exit mobile version