Site icon nuga.co

Ully Artha Membawa Mati Niat Umrahnya

Sortiana Pangaribuan Taruli atau yang lebih dikenal dengan sapaan Ully Artha membawa niat umrahnya ke liang lahat. Sebuah niat yang dinytakan dengan tulus, beberapa bulan lalu, namun tak kesampaian karena maut lebih dulu datang menjemputnya. “Tapi dia sudah mendapatkannya. Dia membawanya bersama kematian,” kata Gatot, sang suami tentang niat suci yang secara fisik tak terkabul itu.

Tapi niat lainnya, ingin menghadap sang khalik dalam dekapan dan pangkuan suami dikabulkan Illahi. Itulah akhir perjalanan seorang Ully Artha setelah puluhan tahun hidup seorang diri. Di usia senjanya Ully menikah dengan Gatot pada 2012 lalu.

Dan ketika masih hidup Ully sempat mengungkapkan keinginannya untuk meninggal di pelukan sang suami. “Dia ingin seperti adiknya. Dia ingin meninggal di pelukan suaminya. Akhirnya terwujud, harus ikhlas,” ujar Gatot saat ditemui di rumah duka, rumah duka di Petojo, Sabangan 2, Tanah Abang, Jakarta, Senin.

Sejak menjadi mualaf pada 2011 lalu, Ully Artha meluapkan keinginannya mendalami Islam. Mendalami ilmu agama. Ia berniat umrah. Ia juga juga ingin memotong kambing.

“Pengin potong kambing, pengin umrah,” kata sang suami. Umrah tersebut, rencananya dilakukan setelah dia memiliki waktu luang. “Baru ngomong saja, soalnya masih sibuk FTV. Mungkin nanti kalau sudah agak senggang,” ujar Gatot.

Selebihnya, Ully ingin memiliki rumah di Bogor dan menghabiskan masa tuanya mengurus tanaman. “Pengin punya rumah di Bogor, ngurus tanam-tanaman di sana. Terus, terakhir pengin bikin skenario, tapi belum selesai,” pungkasnya

Gatot bertemu dengan Ully secara tak sengaja pada 2010. “Secara nggak sengaja, ketemu di Sarinah. Ngobrol, cocok sama saya, kata dia. Saya bisa buat dia ketawa,” tuturnya.

Setelah menemukan kecocokan, Gatot dan Ully akhirnya memutuskan untuk menikah. Mereka pun menggelar pernikahan secara sederhana di kawasan Lubang Buaya. Tak banyak tahu soal pernikahan mereka itu.

Menurut Gatot, pernikahan tersebut terjadi pada tanggal 13 Jjuli 2012 silam, di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

“Ketemunya secara enggak sengaja, enggak ada yang mengenalkan. Ketemu di Sarinah terus ngobrol dan cocok sama saya. Kata dia, saya bisa buat dia ketawa,” kenang Gatot. Cinta Ully terhadapnya dirinya begitu besar karena itu, almarhumah bersedia untuk diajak menikah.

“Punya cinta yang besar, cinta sama saya setelah cinta kepada Tuhan,” pungkas Gatot.

Sementara itu sang adik, Tigor mengungkapkan kondisi sang kakak memang agak menurun selama beberapa bulan terakhir. Ketika syuting pekan lalu ia drop.”Baru abis syuting waktu itu, Jumat langsung drop,” ujar Tigor yang dibesarkan dan diasuh Ully. Tigor mengatakan, setelah mengeluh sakit di dadanya dan sesak napas, Ully langsung dibawa ke rumah sakit. Namun, tak lama tiba, Ully sudah tidak sadarkan diri.

“Langsung ICU Jumat, sudah enggak sadar,” ucapnya.

Ia mengungkapkan sang kakak sudah cukup lama mengidap penyakit jantung. “Dia sudah ada penyakit jantung, sudah dipasang ring dari tahun 1997. Ada pembengkakan di jantungnya, semakin hari semakin lemah. Paru-parunya juga kena,” jelasnya.

Tigor mengatakan jenazah Ully akan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, besok. Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka di Petojo, Sabangan 2, Tanah Abang, Jakarta.

Exit mobile version