Site icon nuga.co

SBY, Twitter, Kicauan dan Kesabaran

“Bangga juga Presiden punya akun twitter.” Itu salah satu kicauan dari seorang “follower” ketika tahu dan mendapati  SBY punya akun @SBYudhoyono. “Benar lho. Bukan hanya isapan jempol. SBY punya akun. Ahh, pasti ramai dengan kritikan. Ramai dengan macam-macamlah. Senang atau nggak senang. Ribet pasti,”  siulan nyaring seorang pengguna twitter kepada rekannya.

Malah, sang pemilik akun sudah menyebarkan virus sorakan untuk menggempur akun @ SBY Yudhoyono dengan bermacam seruan. Ia minta kepada “follower”nya untuk cerdas membalas siulan SBY. “Jangan grusa grusu. Itu namanya nggak intelek,” pesannya  dengan jujur.

Kehadiran  akun resmi twitter milik SBY ini memang sedang “trending topic” dalam lalu lintas  perbincangan. Bahkan sebelum pemiliknya menulis sesuatu, SBY harus banyak bersabar menghadapi reaksi yang bakal beragam.

SBY memang merealisiasi janjinya, beberapa waktu lalu, yang akan meluncurkan akun twitter.  Sejak itu, sebelum memulai kicauannya di dunia media sosial twitter melalui akun @SBYudhoyono.  Nampaknya  sang presiden sudah siap dengan segala reaksi yang muncul, termasuk kritikan tajam.

Separti dikatakan juru bicaranya, Julian Aldrian Pasha, “Tentu sudah siap.” Menurut Julian, pihaknya sudah memantau ribuan reaksi yang muncul sejak kehadiran akun ini. Menurut Julian, tidak mungkin SBY akan menanggapi seluruh mention.

“Presiden ingin fokus pada hal-hal yang substantif saja, jika tanpa disertai fakta, tak akan ditanggapi,” papar Julian. Julian juga meminta publik bersabar. Sesuai dengan tujuannya, akun ini juga akan memfollow warga agar bisa berkomunikasi langsung tanpa batas. “Tentu pasti, berkomunikasi langsung,” tandasnya.

SBY sejak malam tadi memang telah mulai “on”  menyapa para pengguna twitter dari  Istana Cipanas, Jawa Barat, tempat ia melangsung “ghatering” bersama para duta besar dan perwakilan Indonesia di luar negeri. Selain  ingin menyapa rakyatnya secara langsung, apa alasan SBY terjun ke dunia ‘perkicauan’ dunia maya tersebut?

Ini rupanya yang menjadikan SBY mengoperasikan akun twitternya. Dari 20 pemimpin dunia yang tergabung  dalam G-20, hanya empat  pemimpin negara yang tidak memiliki akun twitter. G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa

Hal itu diungkapkan SBY dalam acara launching twitter @SBYudhoyono, di Istana Cipanas. Ditemani oleh Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Agus Yudhoyono beserta istri, SBY menyampaikan alasannya bergabung ke dunia ‘burung biru’ tersebut.

“Staf saya mengatakan, rupanya pemimpin G-20, world leader tinggal 4 orang yang belum punya akun, salah satunya saya,” ucap SBY kepada para wartawan.

SBY menjelaskan, akun yang diluncurkan atas nama @SBYudhoyono merupakan akun resmi miliknya. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ragu menerima informasi dari akun tersebut. “Akun yang saya luncurkan ini betul-betul berasal dari saya yang saya masuki setiap harinya, sehingga tidak ada keraguan untuk komunikasi dengan saya,” sambung SBY.

SBY juga menampik tudingan adanya upaya bayar guna memverifikasi twitternya. Dia menjelaskan tidak ada upaya biaya sebesar 15 ribu dollar Amerika untuk melakukan verifikasi twitternya. “Isunya saya harus bayar 15 ribu dollar kok masih ada yang mudah berburuk sangka. Sama sekali saya tidak melakukan itu,” pungkasnya.

Tentang kehadiran akun twitter @SBy Yudhoyono itu, banyak sarang yang berdatangan. Salah satunya berasal dari Pramono Anung yang  memberi saran agar SBY harus banyak bersabar menghadapi reaksi orang yang beragam di twitter. Mulai dari dukungan, kritikan pedas hingga celotehan iseng bakal rutin dihadapi SBY di akunnya tersebut.

Pramono Anung, yang Wakil Ketua DPR –RI dari PDI itu, adalah pemilik pemula yang menggunakan akun twitter. Alumnus ITB ini memang seorang yang akrab dengan teknologi informasi. Sebagai pemakai yang sudah akrab dengan berbagai kicauan ia menyarankan agar SBY benar-benar siap dengan akunya.
“Yang jelas kalau punya twitter harus bersabar, pasti ada yang senang dan tidak. Beberapa hal yang mungkin tidak kita duga akan muncul,” kata pemilik akun @pramonoanung ini.

Jika ditelusurui, memang reaksi beragam bermunculan saat akun resmi SBY ini dirilis. Ada yang mengkritik, mendukung, menghujat atau hanya menegur iseng. Bahkan reaksi itu muncul saat SBY belum berkicau.

Pramono sendiri mengaku beruntung cukup jarang menerima kritikan atau kicauan iseng dari followernya. Namun jika sampai terjadi, Pramono mengaku tidak akan langsung marah. “(Kritikan) relatif kecil saya dapatkan. Tapi jika muncul, saya pasti akan dengarkan dan tanggapi,” tutupnya.

Pramono juga menyarankan agar SBY perbanyak mem-follow akun milik warga dibanding masyarakat. Karena salah satu tujuan SBY membuka akun twitter adalah untuk bisa berkomunikasi langsung dengan warga.

 

 

 

Exit mobile version