Site icon nuga.co

Pengungsi Kerusuhan

SEKITAR 1.200 pengungsi kerusuhan yang terjadi di Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Secara keseluruhan jumlah pengungsi akibat kerusuhan di Sumbawa Besar, Ibu Kota Kabupaten Sumbawa, pada 22 Januari lalu sebanyak 3.700 orang. Sekitar 1.200 orang di antara mereka sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Bupati Sumbawa Jamaludin Malik, Minggu (27/1).

Sebanyak 3.700 orang pengungsi itu ditampung di sejumlah tenda di Kompi B Yonif 742 Sumbawa 1.800 orang, Kodim 1607 Sumbawa 800 orang, dan selebihnya ditampung si sejumlah tempat, termasuk di Mapolres Sumbawa serta Kecamatan Rhee dan Utan.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memulangkan para pengungsi agar mereka bisa hidup secara normal kembali. Para pengungsi yang ingin pulang dijamin keamanannya, bahkan ketika pulang mereka akan dikawal aparat kepolisian dan anggota TNI.

“Kami akan berupaya memulangkan para pengungsi itu secepat mungkin agar mereka bisa hidup secara normal kembali. Mareka yang ingin pulang kita jamin keamanannya,” kata Jamaludin.

Menurutnya, sebenarnya warga Sumbawa yang berasal dari daerah lain, termasuk dari Pulau Bali, tidak bisa disebut orang Bali, karena mereka tinggal lama di Sumbawa. Bahkan sebagian besar lahir di daerah ini. Pemilik Hotel Tambora misalnya, tinggal di Sumbawa sejak 1950.

Terkait dengan penyelesaian kasus kerusuhan Sumbawa, ujarnya, telah ada lima kesepakatan, antara lain menutup tempat hiburan Batu Gong dan itu sudah dilaksanakan. “Penutupan tempat hiburan itu prioritas, karena menjadi salah satu faktor penyebab seringnya terjadi gangguan keamanan dan ketertiban di Sumbawa. Karena itu, kami sudah menutup semua tempat hiburan Batu Gong,” ujarnya.

Exit mobile version