Site icon nuga.co

Negara Arab Gelontorkan Dana ke Gaza

Ditengah perundingan tidak langsung antara Hamas dan Israel untuk mempermanenkan gencatan senjata yang akan berakhir besok, 08 Agustus 2014, Negara-negara Arab menjanjikan paket bantuan bersama untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur di Jalur Gaza.

Paket bantuan besar ini sesuai dengan kehancuran massif yang terjadi di Gaza, yang menurut perkiraan menelan enam miliar dollar. Nnegara-negara Arab kaya, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Arab Saudi telah menjanjikan bantuan kalau gencatan senjata antara Hamas dan Israel bisa dipermanenkan.

Sebelumnya, baik Hamas maupun Israel mengatakan menyetujui gencatan senjata tiga hari. Israel juga mengisyaratkan perpanjangan gencatan senjata tiga hari berikutnya di Gaza begitu tahap pertama berakhir.

Namun belum ada tanggapan dari Hamas, yang menguasai kawasan Gaza.

Sementara pembicaraan tak langsung Israel-Palestina mulai berlangsung di ibukota Mesir, Kairo.

Perundingan ini dilaksanakan sesudah serangan Israel sebulan penuh ke Gaza yang menelan hampir dua ribu jiwa, yang sebagian besar merupakan warga Palestina.

Gencatan senjata tiga hari sudah memasuki hari kedua dan berlangsung lancar -ini merupakan jeda tanpa pertempuran paling panjang sejak kekerasan berawal, 08 Juli lalu.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon menyerukan diakhirinya “lingkaran penderitaan yang tak masuk akal” di Gaza.

Berbicara di Majelis Umum PBB di New York, ia mengecam keras Israel yang menyerang kawasan-kawasan PBB selama operasi militer di Gaza.

Ia menyebut, kendati ada laporan tentang roket Hamas yang diluncurkan dari sekitar kompleks PBB, “sekadar kecurigaan atas aktivitas militan saja tak bisa jadi dalih untuk membahayakan hidup dan keamanan ribuan warga tak sipil.”

Menlu AS John Kerry mendesak kedua belah pihak untuk menggunakan gencatan senjata sebagai titik tolak bagi perundingan lebih luas.

Kerry mengatakan pada BBC bahwa situasi sekarang bisa “memfokuskan benak orang” tentang perlunya untuk merundingkan solusi dua negara.

Sementara itu, ratusan ribu pengungsi Gaza kembali ke rumah-rumah mereka.

Namun menurut wartawan BBC, Jon Donnison, di kota Gaza, tak ada yang tersisa dan warga cuma menemukan puing-puing.

Sementara itu sebuah delegasi menteri-menteri luar negeri negara-negara Arab, termasuk dari Mesir dan Jordania, dalam waktu dekat akan mengunjungi Jalur Gaza untuk menunjukkan dukungan bagi rakyat Palestina.

Dalam kunjungan tersebut, para menteri akan memeriksa dan menghitung kebutuhan Jalur Gaza untuk melakukan rekonstruksi setelah wilayah kantung Palestina itu diserang militer Israel selama hampir sebulan.

Sejauh ini delegasi negara-negara Arab yang akan berkunjung antara lain Mesir,Kuwait, Jordania, dan Maroko serta Liga Arab.

Sebelumnya, deputi menteri ekonomi Palestina Taysir Amro mengatakan kerugian yang diderita Gaza mencapai enam miliar dolar.

Exit mobile version