Site icon nuga.co

Mesir Ditubir Kehancuran

Mesir sedang berada di tubir jurang kehancuran bersamaan dengan makin kuatnya sikap Ikhwanul Muslimin dan militer untuk tidak berkompromi menyelamatkan situasi “chaos.” Sikap terakhir Ikhwanul Muslimin adalah, kembalikan Morsi sebagai presiden.

Sedang militer tetap menghendaki dilaksanakannya peta jalan demokrasi yang mereka paksakan melalui “kudeta” Morsi dan menjalankannya dengan tindakan “zero” toleransi terhadap gugatan dan demonstrasi. Militer memberangus pendemo dengan pembunuhan dijalanan tanpa peduli dengan opini dunia.

Kini, militer Mesir, sedang menyiapkan scenario terbaru untuk mengambil alih kekuasaan dan memaksakan “perang” terhadap perlawanan kekuasaan mereka. Mulai siang ini waktu Kairo, militer Mesir lewat pemerintahan bentukan sedang mengejar dan menangkapi pimpinan partai pendukung Morsi.

Kepolisian Mesir dilaporkan menangkap dua orang pimpinan partai yang berafiliasi dengan mantan Presiden Mohammad Morsi. Penangkapan ini menambah panjang deretan penangkapan terhadap orang dekat Morsi, termasuk pendukung Ikhwanul Muslimin.

Dua orang dari partai yang terafiliasi dengan Morsi adalah Aboul-Ela Madi dan wakilnya, Essam Sultan. Kedua tokoh ini adalah petinggi dari Partai Wassat. Demikian diberitakan China People Daily, Senin 29 Juli 2013.

Saat penangkapan, pihak berwenang menemukan uang dengan jumlah yang besar dalam bentuk mata uang dolar dan Euro. Mereka sepertinya hendak mempersiapkan pelarian keluar dari Mesir.

Ela Madi dan Sultan sebelumnya sudah masuk daftar pencarian yang dikeluarkan oleh jaksa penuntut. Mereka ditangkap di Distrik Moqattam di Kairo dan kemudian dipindahkan ke Penjara Tora.

Penjara Tora sendiri merupakan tempat mantan Prseiden Hosni Mubarak, dua anaknya, dan beberapa pengikutnya menghabiskan masa tahanan. Mereka ditahan atas tuduhan korupsi dan pembunuhan.

Partai Wassat merupakan partai bernapaskan Islam, partai ini juga pelindung kuat dari Ikhwanul Muslimin yang merupakan organisasi pendukung Morsi, dan yang terbesar di Negeri Semananjung Sinai itu.

Selama akhir pekan, Mesir kembali dilanda bentrokan berdarah, setelah terjadi protes yang dilakukan pendukung dan penentang Mohammad Morsi. Morsi pun hingga saat ini masih ditahan oleh pihak militer di tempat yang dirahasiakan

Tengah hari, Senin, 29 Juli, militer Mesir mengelurkan peringatan kepada pendukung presiden terguling Mohammad Morsi agar menjauhi semua fasilitas millter terutama kantor pusat intelijen Mesir. Menurut pihak militer, mereka akan dalam bahaya besar bila mendekat.

Peringatan tersebut keluar setelah laporan bahwa Ikhawanul Muslimin akan berunjuk rasa di depan gedung militer Kairo. Para demonstrans menuntut pertanggungjawaban militer yang membubarkan aksi duduk massal dengan aksi kekerasan. Demikian diberitakan VOA News.

Ribuan loyalis pendukung Morsi pada Minggu 28 juli kembali berunjuk kembali rasa luar mesjid Raba’a al-Adawiya dan dekat Universitas Kairo. Unjuk rasa itu dilaksanakan setelah kericuhan pada Sabtu 27 Juli yang menewaskan 100 orang dan mencederai 1.000 lainnya.

Pihak Ikhwanul Muslimin menuduh Polisi Mesir menembaki aksi duduk demostrans. Polisi mesir sendiri menolak tuduhan aksi kekerasan dilakukan oleh pihaknya. Aparat penegak keamanan mengatakan, hanya menembakan gas air mata untuk membubarkan aksi kekerasan dari pendukung Morsi.

Exit mobile version