Site icon nuga.co

Kasus Video Porno Mirip Anggota DPR Sengaja Dibuat Tidak Tuntas?

INDONESIA  Police Wacth (IPW) Neta S Pane mengatakan tidak mungkin kepolisian tidak bisa menyelidiki kasus video porno mirip anggota DPR. Apalagi kepolisian memiliki divisi khusus mengenai cyber crime. Menurut dia, polri menghentikan kasus tersebut karena tak mau berurusan dengan anggota DPR.

“Mustahil polri tidak bisa melacak kasus itu, apalagi polri punya divisi cyber crime. Hanya saja Polri sepertinya tidak mau repot-repot untk mengusut kasus ini, mungkin karena disebut-sebut melibatkan anggota DPR,” ungkap Neta, Jumat (8/2/2013).

Dia sangat menyayangkan tindakan kepolisian yang membiarkan kasus itu. Padahal kata dia, bila kasus ini terungkap justru akan menyelamatkan lembaga parlemen dari kasus asusila. “Ini yang disayangkan sehingga kasus tersebut tidak terungkap dan tenggelam begitu saja,” kata dia.

Neta juga melihat Badan Kehormatan (BK) DPR sengaja membiarkan kasus tersebut agar tidak tuntas. Seharusnya BK DPR proaktif untuk mendesak Polri menyelesaikan kasus tersebut. “Seharusnya BK DPR yang mendesak polri untuk menuntaskannya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus video porno yang diduga melibatkan anggota DPR sempat menghebohkan publik beberapa bulan lalu. Diduga, pelaku dalam video tersebut adalah Anggota Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Karolin Margret Natasha.

Namun Karolin sendiri dengan tegas membantah hal tersebut. Kasus itu sempat ditangani oleh BK DPR, dengan mendatangkan para ahli untuk meneliti kebenaran video tidak senonoh itu. Lantaran hasil penelitian yang simpang siur, BK DPR akhirnya menyerahkan penanganan kasus itu ke Mabes Polri.

Exit mobile version