Site icon nuga.co

Ini Dia Batas Aman Mengonsumsi Kopi

Ngopi?

Ya, ngopi adalah sebuah kenikmatan. Kenikmatan dari pilihan  praktis untuk meningkatkan energi dan fokus. Selain itu, banyak juga yang menjadikannya sebagai minuman favorit ketika sedang nongkrong dengan teman.

Bahkan, banyak orang yang tak segan menghabiskan lebih dari lima cangkir sehari karena merasa secangkir enggak mempan lagi.

Lantas, apakah terlalu banyak mengonsumsi kafein berisiko bagi kesehatan?

Ya.. iyalah.

Menurut sebuah studi dalam American Journal of Clinical Nutrition, minum enam atau lebih cangkir kopi per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga dua puluh dua persen.

Riset  yang dilakukan oleh peneliti dari University of South Australia juga mengungkapkan fakta yang sama

Selain itu, peneliti juga menganalisis varian gen tertentu pada peserta riset. Varian gen tersebut memungkinkan orang untuk memetabolisme kafein lebih cepat daripada mereka yang tak memilikinya.

Peneliti juga menyimpulkan korelasi antara konsumsi kopi dan risiko penyakit kardiovaskular tidak tergantung pada susunan genetik.

Dengan kata lain, risiko ini juga berlaku pada orang yang memiliki variasi gen tertentu. Terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan masalah jantung karena konsumsi kafein terlalu tinggi menyebabkan hipertensi.

Menurut salah satu peneliti Elina Hypponen, kebanyakan mengonsumsi kafein akan membuat kita merasa gelisah, emosional atau bahkan mual.

“Itu karena kafein membantu tubuh Anda bekerja lebih cepat dan lebih keras. Namun, efek samping tersebut bisa saja terjadi karena kita terlalu banyak mengonsumsinya,” tambahnya.

Sebelumnya, sebuah penelitian yang membuktikan kopi sebagai minuman yang kaya antioksidan dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Namun, manfaat itu bisa kita dapatkan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan tanpa tambahan gula atau pun produk susu

Walaupun banyak diantara mereka yang tahu resiko ngopi berlebihan tapi kebiaaan ini terus berjalan karena kopi sering dikaitkan dengan makna silaturahmi

Banyak diantara penikmat kopi terperangkap pada pendapat bahwa kopi punya pengaruh baik terhadap tubuh terutama otak. Dari membantu ingatan hingga mempengaruhi usia, kafeinnya bisa mengubah kinerja otak dalam berbagai cara.

Lantas apa  efek  yang terjadi jika kafein kopi masuk ke dalam tubuh  Ya, kafein bisa memanipulasi otak agar tidak mudah capek

Ketika Anda meminum segelas kopi, kafein akan menghalangi reseptor adenosine yang bisa menyebabkan kantuk dan capek.

Di samping itu, otak yang dimiliki penikmati kafein akan bertambah reseptor adenosine, sehingga inilah alasan mengapa penyuka kafein menjadi kecanduan minuman kopi.

Seperti kita juga tahu, kafein bisa meningkatkan mood. Kafein bisa menghentikan reseptor adenosine.

Jika reseptor itu berhenti, maka dopamine akan bisa bekerja lebih baik untuk menstimulasi otak agar mengeluarkan zat yang bisa membuat kamu jadi lebih bahagia.

Beberapa studi juga mengatakan bahwa sering mengonsumsi kafein membuat seseorang memiliki depresi yang rendah dan terhindar dari penyakit.

Selain itu, kafein melancarkan darah pada otak Jika Anda merasa sakit kepala dan migrain, kafein bisa menjadi salah satu obat mujarab untuk mengobatinya.

Sakit kepala bisa disebabkan karena pembuluh darah yang melebar di otak, maka dari itu kafein dengan takaran yang tepat bisa membantu mencegahnya.

Berdasarkan penelitian pada jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa kafein bisa memperkuat ingatan seseorang dalam 24 jam setelah mengonsumsinya.

Kafein juga bisa membantu pekerjaan yang sulit dan mengingatkan kembali informasi yang kamu butuhkan. Terbukti kafein mampu membuat seseorang semangat dalam mengerjakan tugas daripada orang yang tidak mengonsumsi kafein.

Exit mobile version