Site icon nuga.co

Gempa Selasa Subuh Dari Sesar Segmen Aceh

GEMPA sesar, atau gempa darat, yang mengejut disubuh pagi Selasa, 22 Januari, walau pun hanya dalam skala 6 skala richter mempunyai daya rusak  yang besar karena ia berada di bawah telapak kaki kita. Gempa sesar juga memiliki spesifikasi yang tidak dalam dan goncangannya juga sangat kuat di bandingkan gempa tektonik yang terjadi dilautan.

“Meski pun skala gempanya 6 SR, goncangan yang kita rasakan sangat kuat. Gempa darat yang magnitudenya kecil, sekali pun,  tetapi terjadi di segmen sesar akan menimbulkan  dampak kerusakan besar seperti yang pernah terjadi di Yogyakarta,” kata Sumarjono, peneliti  gempa kepada Pro3 RRI, Selasa sore, tentang kerusakan parah yang telah didata oleh BPBA  di kawasan Kabupaten Pidie.

Menurut Sumarjono, gempa sesar Sumatera yang terjadi di subuh Selasa itu memang memiliki goncangan yang kuat. Dengan skala kecil saja, 6 skala richter, ia bisa membangunkan orang yang tidur. Kekuatan goncangannya menghentak dan pasti akan menghancurkan.

Gempa yang terjadi secara beruntun, dua kali goncangan dengan 6 dan 5,1 skala richter yang dirasakan di Banda Aceh Pidie dan Aceh Utara, menurut laporan yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Jarwansyah,  dari data yang telah dihimpunnya, telah merusak 49 rumah. Dari angka kerusakan itu, 26 diantaranya rusak berat dan 23 rusak ringan. Angka kerusakan ini masih bersifat sementara, karena BPB Pidie dan Pidie Jaya sedang mendata ke lapangan untuk mengakurat data.

Rumah yang rusak itu, menurut Jarwan berada di daerah Mane  dan Kecamatan Geumpang. Tentang korban yang meninggal pihak baru mencatat seorang anak di Mane yang bernama Tulia Rahmi, 9 tahun, sedangkan ibu dan kakak Tulia menderita luka.

Sedangkan di daerah Geumpang penduduk yang terluka berjumlah 9 orang dan kini sedang mengalami perawatan intensif di Puskesmas Geumpang. Data dari BPB Aceh ini berbeda dengan yang dirilis oleh Bupati Pidie Sarjani. Menurut Sarjani korban yang meninggal satu orang sedangkan yang luka mencapai 15 orang. Rumah yang rusak 84  unit dan menasah dua unit. Sekolah,  perkantoran, puskesmas dan kantor TNI-AD masing-masing satu unit.

Jumlah rumah dan bangunan fasilitas umum yang rusak ini kemungkinan akan terus bertambah bersamaan dengan pendataan yang terus dilakukan pihak  pemerintah kabupaten Pidie.

Sumatera, dari Aceh hingga ke Lampung, memang berada dalam sesar. Di Aceh  saja terdapat tiga segmen sesar yang terdiri Segmen Tripa, Segmen Aceh dan Segmen Seulimeum. Sejak tahun 1892 telah terjadi  23 kali gempa darat di sesar Sumatera di atas 6 skala richter.

Gempa yang terjadi di subuh Selasa, 22 Januari, berasal dari  sesar Sumatera di Segmen Aceh. Gempa serupa dengan skala di atas 6 SR pernah terjadi tahun 1964 dan 1975  dan berasal dari Segmen Seulimuem. Gempa di Segmen Aceh, menurut catatan, belum pernah terjadi. Dan gempa di Segmen Aceh yang terjadi di subuh Selasa itu berada dalam lintasan sesar di Mane, Tangse dan Geumpang.

Menurut, para ahli gempa susulan dari gempa sesar Sumatera dari Segmen Aceh itu masih bisa terjadi. Masyarakat diharapkan lebih tenang karena gempa susulan itu lebih kecil untuk menuju pada kondisi stabil.

Exit mobile version