Site icon nuga.co

Ternyata Pria Lebih Mudah Mengalami Stres

Wanita dianggap sangat rentan mengalami depresi  Depresi pada wanita dipicu oleh kondisi hormon yang kerap fluktuatif dan tekanan dari luar.

Lantas bagimana dengan stres pada pria?

Meski wanita dianggap lebih rentan mengalami depresi, dari riset yang dilakukan oleh Oldehinkel AJ dan Bouma EM menemukan hal yang bertolak belakang.

Pria justru lebih rentan mengalami depresi yang merupakan hasil akhir dari stres yang berlebihan.

Nah, kira-kira apa yang membuat pria justru lebih rentan?

Penyebab stres yang akhirnya berujung pada kondisi depresi ada banyak. Ada beberapa hal yang sering terjadi dan kerap membuat pria merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri.

Ada  beberapa penyebab stres pada pria yang bisa memicu depres

Beban kehidupan yang terus meningkat. Sebagai kepala keluarga dan pasangan tidak ikut bekerja, pria akan merasakan beban yang cukup kuat.

Kebutuhan yang banyak dan gaji yang terkadang pas-pasangan menyebabkan pria mengalami stres berlebihan.

Beban dari pria akan terus meningkat kalau sudah memiliki anak dan tuntutan kebutuhan lain terkait dengan sandang, pangan, dan papan.

Pria jarang sekali mengekspresikan apa yang dirasakan. Alih-alih bercerita dengan pasangannya, mereka lebih memilih untuk diam saja. Padahal dengan membagi beban yang dimiliki stres yang berujung depresi bisa diminimalkan.

Pria merasa dirinya superior dan tidak membutuhkan penanganan. Akhirnya apa yang terjadi disimpan di dalam hati agar tidak terlihat lemah. Apa yang dilakukan oleh pria ini justru membuat mereka semakin mudah mengalami depresi.

Kebiasaan menggampangkan banyak hal termasuk masalah kecil. Selain itu pria juga tidak mudah mengekspresikan apa yang terjadi pada dirinya. Kalau wanita, ekspresi stres bisa diungkapkan dengan tangisan atau meminta pertolongan.

Stres yang terjadi pada pria bisa memengaruhi banyak hal pada kehidupannya. Secara umum, akibat stres pada pria bisa berdampak:

Stres yang berlebihan akan membuat libido yang dimiliki oleh pria anjlok. Kondisi ini bisa terjadi karena stres membuat pria malas melakukan apa saja.

Saat berada di dekat pasangannya, pria akan murung sendiri atau malah gampang marah. Kalau kondisi ini dibiarkan kehidupan rumah tangga akan kacau perlahan-lahan.

Kalau Anda sudah merasa mengalami gangguan ini ada baiknya untuk segera mengatasinya. Perlahan-lahan hilangkan tekanan yang terlalu kuat.

Sesekali tetap lakukan seks dengan relaks dan raih orgasme. Pria yang mengalami orgasme lalu ejakulasi biasanya memiliki perasaan yang lebih baik.

Pria akan menjadi cemas dengan kondisi dirinya sendiri dan juga keluarga. Misal saat ada masalah di kantor, pria akan takut kalau kehilangan pekerjaan.

Kalau kehilangan pekerjaan nasib keluarga akan dipertaruhkan. Hal-hal seperti ini akan menimbulkan kecemasan yang luar biasa dan memicu depresi.

Pria yang sudah pada tahap ini akan lebih banyak diam dan melamun saat di rumah. Sebenarnya mereka ingin menangis atau bercerita.

Namun, karena merasa gengsi, mereka tidak mau melakukannya dan memilih untuk berkubang dengan perasaannya sendiri yang semakin kacau.

Mengalami stres yang berlebihan bisa memicu perubahan gaya hidup dengan cukup drastis. Perubahan gaya hidup yang akan berubah meliputi pola tidur.

Pria yang mengalami stres akan sudah sekali untuk tidur dengan nyenyak. Mereka akan lebih banyak begadang dan akhirnya kondisi tubuh terus anjlok.

Selanjutnya adalah pelarian. Pria yang mengalami stres akan mereka dirinya tidak bisa melakukan apa-apa. Akhirnya pelarian seperti merokok hingga mengonsumsi minuman keras kerap dilakukan dan merusakan tubuhnya sendiri.

Pria yang stres terkadang malas makan dan lebih suka menyiksa dirinya. Namun, ada pula pria yang lebih doyan makan untuk melakukan pelarian.

Akhirnya alih-alih menjaga pola makannya, pria lebih suka untuk makan apa saja dalam jumlah banyak setiap harinya. Kondisi ini akan memicu obesitas, penurunan testosteron, hingga memicu impotensi.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada American Journal of Cardiology, stres berlebihan pada pria buruk sekali untuk kesehatan jantung.

Bahkan ada kemungkinan terjadi penyakit jantung koroner kalau dibiarkan. Kemungkinan bisa muncul karena stres menyebabkan inflamasi di pembuluh darah dan memicu partikel kolesterol menempel di sana.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pria dalam mengatasi stres atau mungkin depresi yang sudah terlanjut muncul.

Sebisa mungkin turunkan ego. Pria tidak selalu harus terlihat kuat. Ada kalanya pria menjadi lemah dan itu tidak masalah.

Kalau sudah bisa mengatasi hal ini coba bicarakan degan pasangan terlebih dahulu Minta pendapatnya dengan baik atau diskusikan bersama.

Selesaikan satu-satu setiap masalah yang terjadi. Jangan memikirkan semuanya karena tidak akan ada penyelesaian yang ditemukan.

Sesekali mencari hiburan seperti sekadar kencan singkat dengan pangan untuk melihat film atau berkeliling ke tempat wisata bisa dilakukan.

Kalau Anda dan pasangan merasa tidak bisa menyelesaikan permasalahan, tidak ada salahnya untuk meminta pertolongan dokter atau psikiater.

Stres yang berlebihan ternyata sangat berbahaya pada pria karena bisa berujung pada depresi.

Exit mobile version