Site icon nuga.co

Ternyata, Mengumpat Itu Bisa Bikin Sehat

Mengumpat terkadang masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak senonoh.

Namun, janganlah Anda merasa bersalah karena melontarkan umpatan.

Belakangan ini, ada bukti yang menunjukkan bahwa mengumpat benar-benar dapat membantu Anda mengurangi stres dan rasa sakit dalam keadaan tertentu.

Melontarkan umpatan dapat memicu lonjakan adrenalin melalui sistem tubuh Anda, menyebabkan peningkatan denyut jantung dan menghentikan respon “fight or flight” pada tubuh. Fight of flight juga dikenal sebagai respon stres akut, yang dihasilkan oleh peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan.

Namun, para ahli juga mengatakan bahwa Anda harus berhati-hati dengan mengumpat, karena umpatan yang tidak profesional dan tidak dewasa tentu saja tidak akan bermanfaat.

Penelitian menunjukkan bahwa mengumpat meningkatkan efektivitas dan persuasi saat menyampaikan argumen. Mengeluarkan makian juga bisa menyampaikan apa yang kita rasakan dengan cepat.

Orang yang sering mengumpat ternyata jarang berbohong dan memiliki tingkat integritas lebih tinggi.

Ketika kita terantuk batu atau terbentur, terkadang secara refleks kita langsung mengumpat. Tak perlu malu dengan kebiasaan itu. Menurut studi, mengumat akan meningkatkan kemampuan tubuh menahan sakit.

Punya kebiasaan marah dan memaki ternyata terkait dengan pengetahuan kosa kata yang lebih luas. Bahkan hal itu juga dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi.

Ketika kita sedang marah atau kesal, kita bisa lebih tenang jika mengeluarkan umpatan. Efek lain setelah mengumpat adalah merasa terkendali dan lebih rileks.

Seorang ilmuwan penulis buku Black Sheep: The Hidden Benefits of Being Bad, Richard Stephens, Ph.D., penasaran ingin melihat bagaimana efek mengumpat secara fisik.

Jadi, dalam beberapa percobaan, ia meminta relawan untuk memasukkan tangan mereka dalam ember berisi air sedingin es hingga mereka tidak sanggup lagi menahan rasa sakit.

Ketika mereka diperbolehkan untuk mengucapkan kata-kata umpatan favorit mereka, peserta bertahan lebih lama, memiliki detak jantung lebih stabil, dan melaporkan mengalami hanya sedikit penderitaan dibandingkan dengan ketika mereka hanya mengucapkan kata-kata netral.

Menurut Stephens, itu karena melontarkan umpatan tampaknya memprovokasi respon emosional yang sama dengan fight or flight, sehingga ia dapat melepaskan gelombang adrenalin yang meminimalisir sinyal rasa sakit ke otak.

Para ilmuwan mengatakan bahwa jenis umpatan ini dirancang untuk mengekspresikan emosi atau melepaskan kejengkelan.

Mengumpat dapat membantu Anda merasa nyaman secara sosial.

Misalnya, dalam budaya kerja tertentu, mengumpat dapat membangun ikatan antara rekan kerja, menurut sebuah laporan pada Leadership & Organization Development Journal.

Hal itu dapat Anda rasakan ketika saatnya Anda bekerja sebagai tim, suasana kantor akan tampak sedikit kurang menegangkan, sehingga Anda akan merasakan dorongan semangat dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa Anda nyaman menjadi diri sendiri di depan mereka.

Anda pasti sering kali merasa khawatir akan sesuatu, seperti keluarga, pekerjaan, atau percintaan. Hal itu tampaknya tidak akan pernah berakhir selama hidup Anda.

Dengan begitu, pikiran kita memerlukan “saluran pengeluaran” yang sehat. Studi terbaru yang dipublikasikan di Biological Psychology, menunjukkan bahwa mengumpat dapat mengurangi pelepasan hormon kortisol, yang dalam jumlah tinggi akan berkaitan dengan penyakit jantung, tulang, dan obesitas.

Studi telah menemukan bahwa sesekali mengumpat dapat membantu kita untuk lebih mengontrol situasi yang di luar kendali. Richard Stevens, seorang peneliti dari Keele University, mengatakan bahwa mengumpat dapat membantu meningkatkan adrenalin yang membuat kita merasakan agresi.

Meskipun hal ini tidak selalu berakibat baik, karena adrenalin yang disebabkan oleh agresi tidak benar-benar membuat kita merasa lebih kuat dan lebih hebat, namun mengumpat dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Mungkin ini sedikit hiperbola, namun ilmu pengetahuan telah menghilangkan mitos bahwa mengumpat hanyalah pertanda miskinnya kosakata seseorang.

Kenyataannya, artikel dari Time menunjukkan bahwa mereka yang menambahkan sedikit umpatan pada ucapan mereka ternyata memiliki kosakata yang lebih banyak dan memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi, sehingga membuat mereka lebih cerdas dalam segala hal.

Menurut Timothy Jay, seorang psikolog di Massachusetts College of Liberal Arts yang telah meneliti ketidaksenonohan selama tiga puluh lima tahun, mengatakan, “Hal ini memungkinkan kita untuk melampiaskan atau mengekspresikan kemarahan, kegembiraan, kejutan, dan kebahagiaan. Umpatan bisa dibilang seperti klakson mobil, Anda dapat melakukan banyak hal dengan itu.”

Exit mobile version