Site icon nuga.co

Tak Aturan Setinggi Apa Pagar Rumah

Anda ingin membangun pagar? Tentu Anda direpotkan dengan aturan tak resmi, berapa seharusnya tinggi pagar ideal. Bingung? Tak perlu! Sebab tak ada aturan baku berapa tinggi seharusnya pagar sebuah rumah.

Yang ada justru, aturan tinggi pagar yang dibuat pemerintah atau pengembang mengenai pagar rumah yang diizinkan. .

Misalnya, ketika Anda tinggal di perumahan dengan konsep “town house.” Di perumahan semacam ini, penggunaan pagar tinggi akan bertentangan dengan konsep keramahan yang ditawarkan oleh perumahan tersebut.

Tinggi pagar rumah ideal juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membangun pagar dengan tujuan melindungi area private di rumah, ketinggian ideal pagar adalah lebih tinggi dari rata-rata tinggi orang dewasa, yaitu sekitar 1,8 meter.

Untuk Anda yang ingin mencegah penyusup masuk ke dalam rumah, tinggi pagar rumah ideal berkisar antara dua hingga dua setengah meter. Agar lebih aman, banyak orang menambahkan material tajam, antara lain pecahan beling, paku, dan sebagainya pada bagian kepala pagar.

Sementara itu, untuk meminimalisasi kebisingan suara di area depan rumah, bukan hanya tinggi pagar rumah ideal yang perlu diperhatikan. Faktor ketebalan pagar juga ikut berpengaruh

Sebagai saran, untuk Anda yang tinggal di lingkungan klaster, Anda bisa menggunakan pagar dengan posisi yang lebih rendah atau hanya setinggi pinggang orang dewasa.

Ukuran pagar secara umum adalah cukup untuk memberi keamanan pada rumah dan memberi kenyamanan visual sehingga wajah rumah masih dapat dinikmati.

Selain pagar rumah di bagian depan, factor pembatas antar rumah harus juga di perhatikan, terutama di bagian teras. Buatlah teras senyaman mungkin. Habiskan banyak waktu di teras untuk bersantai, membaca, atau mempercantik taman.

Setelah itu, mulailah menghabiskan waktu bersama tetangga di teras Anda tersebut. Percakapan dapat mengalir sedikit demi sedikit antara Anda dan tetangga.

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi batasan dan ketidakpedulian antar tetangga adalah meruntuhkan pembatas-pembatas beton antar-rumah yang sangat tinggi.

Alih-alih menggunakan beton tinggi, padukan beton dengan pembatas yang terbuat dari berbagai material see trough atau tembus pandang. Gunakan rangkaian daun-daun merambat, anyaman rotan, atau kayu yang dibuat berlubang-lubang untuk “melanjutkan” beton tersebut.

Cobalah menambah luas teras. Pastikan Anda menggunakan material penutup lantai yang sama dengan penutup lantai pada teras Anda sebelumnya. Sebenarnya, Anda juga bisa bereksperimen dengan berbagai material untuk menciptakan kontras dengan teras yang sudah terbangun sebelumnya.

Hanya saja, penambahan ini membutuhkan cukup banyak proses pengerjaan. Karena itu, jangan lupa meminta persetujuan pemerintah setempat sebelum Anda memutuskan untuk menambah dek di teras rumah.

Setelah ukuran teras dibuat lebih besar, Anda bisa menempatkan beberapa kursi dan meja. Cobalah menggunakan set meja dan kursi kafe ramping. Bila perlu, sertakan juga ayunan cantik sebagai tempat duduk ekstra.

Cara ketiga ini relatif lebih mudah ketimbang cara sebelumnya. Anda hanya perlu mengolah dan mempercantik halaman yang sudah ada, seberapa kecilpun ukurannya. Anda bisa menutup sebagian halaman dengan konblok atau batu-batuan berukuran besar. Setelah itu, letakkan meja dan kursi di atasnya. Anda juga bisa menghias halaman dengan menyertakan air mancur mungil atau kolam mungil.

Jika Anda memiliki halaman berukuran besar, tidak ada salahnya memperbesar area berkumpul. Buatlah “area duduk” yang berfungsi sebagai pelengkap dari area berkumpul sebelumnya. Anda bisa menyertakan lebih sedikit kursi pada “area duduk” pelengkap.

Untuk memisahkan dua area berukumpul tersebut, cobalah membuat rug area dari kerikil. Batu-batu kerikil sudah digunakan pada halaman rumah-rumah tradisional Perancis dan Italia lantaran pemasangannya yang relatif mudah.

Terakhir, Anda juga bisa “membuka” ruang tamu dengan menggunakan jendela-jendela berukuran besar. Buatlah ruang berjemur atau sunroom agar Anda bisa berinteraksi dengan tetangga, meski berada di belakang kaca.

Cara ini efektif, terlebih jika Anda enggan menghabiskan banyak waktu di udara terbuka karena alasan kesehatan. Karena itu, cara ini cocok bagi Anda yang tinggal di dekat jalan tol atau pabrik.

sumber : tabloid rumah dan houzz.com

Exit mobile version