Site icon nuga.co

Tahu Idealnya Jumlah Seks Setahun?

Siapa yang bisa menolak argumen pentingnya seksualitas dalam kehidupan perkawinan?

Dan apakah karena peran pentingnya itu setiap pasangan harus melakukannya setiap hari sepanjang tahun?

Jawaban pertanyaan tersebut memang sangat individual.

Untuk pasangan yang sudah berusia cukup lanjut dan telah mengalami hambatan seksual, mungkin ketiadaan seks bukanlah sebuah masalah.

Lantas, bagaimana dengan  pasangan yang masih dalam usia subur dan sehat secara fisik dan mental?

Sekas bagi golongan ini memang memiliki peranan penting dalam keharmonisan rumah tangga.

Dan apakah ada pasangan yang bercinta setiap hari?

Ada. Contohnya,  suami istri dari Amerika Serikat, Charla dan Brad Muller, serta Annie dan Douglas Brown, adalah contoh pasangan yang berkomitmen untuk melakukannya  setiap hari.

Dan pengalaman mereka dituangkan dalam dua buah buku berjudul 365 Nights, yang ditulis dari sudut pandang Charla, sang wanita, dan Just Do It, ditulis berdasarkan perspektif laki-laki atau Douglas Brown

Namun, jangan harap Anda akan menemukan detail pengalaman seksual mereka, bahkan gambar atau grafik.

Buku tersebut hanya  menawarkan saran dan tips bagi pasangan yang ingin terus mengobarkan gairah cinta dalam kehidupan perkawinannya.

“Memang ada kaitan yang kuat antara frekuensi hubungan seksual dengan perkawinan yang bahagia,” kata Tom W.Smith, penggagas studi mengenai American Sexual Behavior.

“Tetapi, kita belum tahu pasti apakah perkawinan yang bahagia meningkatkan frekuensi seks, atau pasangan yang sering bercinta jadi lebih bahagia, atau justru mungkin kombinasi dari kedua hal itu,” paparnya.

Sementara itu, menurut data dari National Opinion Research Center dari Universitas Chicago, AS, disebutkan bahwa pasangan yang sudah menikah rata-rata melakukan hubungan seksual sebanyak enam puluh enam kalii dalam setahun.

Sedangkan pasangan yang berusia lebih muda,  bercinta sekitar delapan puluh empat kali dalam setahun.

Yang terpenting, seperti  teori para ahli psikologi, sebuah perkawinan yang ideal sejatinya memiliki tiga unsur, yakni komitmen, keakraban, dan nafsu.

Ketiganya tidak bisa berdiri sendiri atau saling mendominasi, karena cinta tidak akan berkembang sebagaimana mestinya.

Dan yang tak terbantah  adalah  bahwa hubungan seksual yang hangat merupakan kunci kebahagiaan suami istri.

Walau begitu, ternyata frekuensi bercinta yang tinggi tak selalu berbanding lurus dengan rasa bahagia.

Dalam penelitian, para pasangan suami istri yang diminta menggandakan frekuensi bercinta mereka justru merasa tidak bahagia dan kepuasan bercinta mereka berkurang.

Padahal, beberapa penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa seks memicu rasa bahagia, terlebih jika dilakukan lebih sering.

Menurut Michael Castleman, seksolog, banyak orang yang tertarik pada frekuensi bercinta, bahkan suka membandingkannya dengan pasangan lain.

Frekuensi bercinta tiap pasangan sangat bervariasi, ada yang tidak pernah lagi melakukannya, tapi ada juga setiap hari, tergantung pada banyak hal.

“Pasangan berusia kurang dari 40 tahun biasanya bercinta tiga sampai empat kali seminggu, sementara pasutri di atas 40 tahun melakukannya dua sampai tiga kali seminggu,” kata Castleman.

Bila kita menggandakan frekuensinya, misalnya dari empat kali sebulan menjadi 6-8 kali, ini justru bisa membuat stres karena salah satunya harus menyeimbangkan dengan keinginan pasangannya.

Terlepas dari frekuensi bercinta Anda dengan pasangan, para ahli seksologi menyarankan beberapa hal yang bisa meningkatkan kualitas bercinta.

Ada yang menganggap seks harus spontan dan saat kita sedang mood. Masalahnya, gairah seseorang tidak selalu sama dengan pasangannya.

Untuk mencapai keseimbangan, disarankan agar suami dan istri menetapkan jadwal bersama.

Membuat jadwal seks mungkin terkesan aneh pada awalnya, tetapi seiring waktu ini bisa menjadi cara mencegah konflik. Bahkan, bisa membuat gairah yang semula redup menjadi menyala kembali.

Jauh sebelum Anda dan pasangan melepas pakaian, buatlah kondisi yang membuat Anda berdua rileks. Misalnya, menyalakan lilin di kamar, ngobrol santai, memijat, dan hal-hal kecil yang membuat Anda berdua merasa dekat.
Mandi sendiri atau bersama sama pentingnya. Mandi bukan hanya membuat tubuh lebih rileks tapi juga bersih, sehingga rasa percaya diri pun lebih tinggi.

Hanya dua puluh lima  persen wanita yang mengalami orgasme saat penetrasi.

Persentase itu bisa ditingkatkan jika Anda berdua saling membantu meraih orgasme.

Bantu pasangan memahami gerakan yang disukai, misalnya lewat ungkapan atau erangan. Pasangan yang baik akan dengan cepat memahami bahasa tubuh Anda.

Nah, Anda juga harus tahu, seiring pertambahan usia pernikahan, seks mengalami penurunan frekuensi.

Tak pelak, ini bisa menyebabkan banyak pasangan merasa tertekan dengan kehidupan seksual mereka.

Namun, jangan khawatir. Sebab, nyatanya penelitian mengungkap, sering melakukan seks tak berarti menimbulkan kebahagiaan yang setimpal.

University of Toronto Missisauga mencoba meneliti berapa jumlah frekuensi hubungan seksual yang menyebabkan seseorang menjadi bahagia.

Disimpulkan dari tiga penelitian tersebut, satu kali bercinta dalam satu minggu sebenarnya sudah dapat membuat individu menjadi bahagia.

Artinya dalam satu bulan, jumlah yang direkomendasikan untuk berhubungan seksual dengan pasangan agar tetap bahagia adalah empat kali.

Amy Muise, peneliti dari University of Toronto Missisauga mengatakan, “Aku merasa pasangan dapat berhenti merasa tertekan untuk melakukan seks sesering mungkin.”

“Satu minggu sekali mungkin merupakan tujuan lebih realistis dariapda berpikir melakukan hubungan seksual setiap hari hingga merasa berlebihan dan Anda berusaha menjauhinya,”.

Muise juga menekankan, jika dalam penelitian tersebut, hubungan seksual jangka panjang sama sekali tak memiliki asosiasi dengan tingkat kebahagiaan.

Exit mobile version