Site icon nuga.co

Pria Poligami Diintai Penyakit Jantung

Wahai pria poligami, Anda harus hati-hati karena sedang diintai penyakit jantung.
Betulkah?
Ya. Itulah yang dipersentasikan di Asia Pasifik Society of Cardiology Congress pekan lalu

“Kami menemukan hubungan antara peningkatan jumlah istri dengan penyumbatan koroner,” ujar rekan penulis studi dokter Amin Daoulah yang juga seorang ahli jantung dari King Faisal Specialist Hospital & Research Center di Jeddah, Arab Saudi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters ini melibatkan enam ratusan pria dengan usia rata-rata di ujung lima puluhan yang menjalani pemeriksaan jantung di lima rumah sakit daerah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Lebih dari enam puluh persen di antara mereka memiliki satu istri, sembilan belas persen memiliki dua istri, sepuluh persen memiliki tiga istri, dan tiga persen memiliki empat istri.

Hasilnya, pria poligami empat kali lipat lebih berisiko mengalami penyumbatan arteri koroner daripada yang monogami atau hanya satu istri.

Daulah menduga, pria poligami akan memiliki beban lebih terhadap kehidupan rumah tangga, baik dari segi finansial maupun emosional. Daulah juga menambahkan, kemungkinan faktor lain yang menyebabkan penyakit jantung koroner, adalah seperti tingkat keintiman dalam pernikahan, kebiasaan pola makan, hingga faktor genetik.

Hal senada dikatakan dokter Michel Komajda dari European Society of Cardiology. Menurutnya, tingkat stres yang lebih tinggi pada pria poligami diduga memengaruhi terjadinya penyakit jantung koroner.

“Kita tahu bahwa stres dalam jangka panjang dalam kehidupan keluarga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner,” kata Komajda.

Menikah diketahui akan lebih menyehatkan, bahkan membuat seorang pria panjang umur. Tetapi, pria yang memiliki lebih dari satu istri cenderung lebih gampang sakit jantung.

Sebuah penelitian mengenai pria yang berpoligami menunjukkan pengaruhnya ternyata buruk bagi kesehatan pria. Salah satu penyebabnya adalah tekanan emosional dan finansial yang dihadapi pria beristri lebih dari satu ini.

Dr.Amin Daoulah, ahli jantung dari King Faisal Specialist Hospital di Jeddah, Arab Saudi, mengatakan, memang ada hasil penelitian yang menunjukkan pria beristri secara umum lebih sehat dan panjang umur.

“Tapi hanya sedikit studi yang meninjau efek poligami pada kesehatan jantung,” imbuhnya.

Praktik poligami memang lebih banyak ditemui di Timur Tengah, Afrika Utara dan Selatan, Asia Tengah, dan Asia Tenggara.

Dalam studi terbaru yang dipresentasikan di Kongres Kardiologi Asia Pasifik 2015 ini, diungkapkan kaitan antara risiko dan keparahan penyakit jantung dengan memiliki istri lebih dari satu.

Selain itu, peneletian itu juga mengungkapkan pria yang punya lebih dari satu istri cenderung berusia lebih tua, hidup di daerah pedesaan, memiliki pendapatan lebih tinggi, dan punya riwayat operasi jantung by-pass.

“Poligami lebih umum di daerah pedesaan karena secara budaya memang diterima, selain itu menikah di usia muda juga hal biasa,” kata Daoulah.

“Kami menemukan kaitan antara jumlah istri dengan peningkatan risiko penyumbatan pembuluh darah jantung,” kata Doulah.

Hal itu antara lain karena pria harus menafkahi lebih dari satu keluarga sehingga ia menghadapi tekanan emosional dan finansial.

“Setiap rumah tangga harus diperlakukan adil dan sama, sehingga hal itu mungkin menimbulkan stres,” katanya.

Selain faktor jumlah istri, ada banyak faktor lain yang berpengaruh pada kejadian penyakit jantung, misalnya saja tingkat aktivitas fisik, pola makan, faktor enetik, dan sebagainya.

Exit mobile version