Site icon nuga.co

Orgasme Wanita Itu Memang “Dahsyat”

Anda tahu mengapa orgasme wanita bisa terasa begitu dashyat hingga terkadang membuat kita kewalahan?

Dan mengapa pula  banyak wanita bisa mengalami orgasme berulang kali, sedangkan yang lainnya bahkan tidak pernah merasakan orgasme sama sekali?

Apakah G-spot memang benar ada?

Itulah sederet pertanyaan t di antara sekian banyak misteri cara kerja tubuh manusia.

Dilansir dari BBC, Barry Komisaruk, seorang kepala peneliti dari Rutgers University New Jersey, menyelidiki apakah perbedaan kerja otak dapat menjelaskan mengapa pria dan wanita mengalami seks begitu berbeda.

Ternyata, terlepas dari keberagaman pengalaman seksual mereka, baik pria dan wanita menunjukkan kurang lebih aktivitas otak yang sama selama orgasme.

Yang Komisaruk dapatkan dari penelitian tersebut adalah, hasil pindai MRI dari kedua otak tersebut terlihat menyala terang saat mengalami orgasme.

Orgasme wanita terjadi sebagai hasil dari darah yang mengalir deras ke vagina dan klitoris Anda.

Pada saat ini, dinding vagina Anda mulai memproduksi pelumas yang lama kelamaan akan mengalir keluar.

Dengan rangsangan yang semakin kuat, darah akan terus mengalir hingga ke panggul, pernapasan Anda semakin cepat, detak jantung meningkat, puting menjadi keras, dan bagian bawah vagina Anda menyempit untuk menggenggam penis sementara bagian atasnya membesar untuk memberi jalur masuk bagi penis.

Saat tensi memuncak, saraf dan otot genital, panggul, bokong, dan paha menegang — sampai tubuh Anda secara tidak sadar menyerah dari semua stimulasi berkelanjutan ini, alias orgasme.

Ada beberapa saraf yang memainkan peran penting selama terjadinya orgasme wanita.

Salah satunya adalah nucleus accumbens, suatu wilayah otak yang berhubungan dengan kenikmatan dan penghargaan melalui pelepasan transmitter, yang disebut dopamin.

Selain seks, dopamin juga bisa dilepaskan oleh rangsangan obat-obatan, seperti amfetamin dan kokain, kafein, nikotin, dan cokelat. Tidak heran orgasme membuat Anda ketagihan.

Lanjutnya, ini mungkin salah satu faktor mengapa orgasme bisa terasa melelahkan.

Saat semua saraf otak dirangsang secara bersamaan, hal ini dapat mengaburkan perbedaan antara masing-masing fungsi saraf.

Saat klimaks, area di belakang mata (lateral orbitofrontal cortex), dinonaktifkan. Area ini bertanggung jawab terhadap kontrol perilaku dan alasan. Ini mungkin sebabnya mengapa Anda tidak bisa fokus pada hal lain.

Orgasme wanita berlangsung saat rahim, vagina, dan anus menegang secara bersamaan dengan jarak waktu

Orgasme kecil mungkin terdiri dari tiga hingga lima kontraksi; sedangkan klimaks yang hebat tercatat hingga sepuluh hingga lima belas kali kontraksi.

Penelitian Komisaruk menemukan bahwa sejumlah wilayah otak pria menjadi tidak responsif lagi untuk kembali menerima rangsangan sensorik pada alat kelaminnya segera setelah pulih dari orgasme.

Sehingga, setelah orgasme satu kali, pria membutuhkan waktu cukup lama untuk mengalami orgasme selanjutnya.

Bedanya, otak wanita bisa terus menyala, sehingga wanita bisa mengalami orgasme berulang kali dalam satu waktu.

Walaupun begitu, sejumlah studi melaporkan bahwa hanya sekitar 25 persen wanita yang bisa mencapai klimaks saat berhubungan seks dengan pasangannya. Yang lain, entah mereka mencapai klimaks tapi tidak menyadarinya, atau tidak pernah mengalami orgasme sama sekali.

Kebalikannya, lebih dari sembilan puluh persen pria selalu mencapai orgasme setiap kali berhubungan seks — selama mereka bisa ereksi, beberapa menit rangsangan seksual akan berujung pada ejakulasi.

Penelitian Rachel Pauls, seorang uroginekologis di Ohio, menyelidiki ukuran dan lokasi klitoris dan apakah dapat mempengaruhi kemudahan mereka mencapai orgasme saat berhubungan seks penetratif.

Temuan hasil pindai MRI klitoris dari tiga puluh partisipan wanita menyatakan bahwa semakin kecil ukuran dan semakin jauh jarak klitoris dari vagina, akan semakin sulit bagi wanita untuk mencapai orgasme.

Kesulitan orgasme wanita tidak hanya datang dari faktor internal saja. Saat klimaks, tubuh Anda biasanya akan kembali turun ke keadaan tenang dan rileks, namun tidak selalu. Layaknya pria, wanita bisa mengalami panggul yang terasa berat dan sakit jika mereka tidak mencapai orgasme.

Orgasme pada wanita bisa dicapai lewat berbagai cara — klitoral, vaginal, kombinasi keduanya, atau dari stimulasi soft spot area tubuh lainnya — namun satu kali orgasme dirasa tidak cukup untuk meringankan tensi seksual yang mereka rasakan.

Wanita pada umumnya tidak mendapatkan cukup stimulasi klitoris yang berlanjut. Inilah sebab mengapa foreplay memainkan peran penting dalam kehidupan seks Anda dan pasangan.

Untuk Anda bisa mencapai orgasme yang diinginkan, rileksasi adalah salah satu cara untuk melepas tensi seksual — yang bisa diatasi dengan foreplay.

Bagi kebanyakan wanita, rata-rata dibutuhkan dua puluh menit untuk bisa mencapai satu kali orgasme dan berlangsung hanya sekitar dua puluh detik.

Pada pria, puncak orgasme bisa dirasakan setelah dua hingga sepuluh menit setelah seks.

Di kebanyakan kasus, seorang wanita akan mencapai orgasme dan pasangan seks mereka menyadari tanda-tanda tersebut, lalu entah ia orgasme lebih dulu atau mengubah apa yang sedang ia lakukan.

Akibatnya, banyak dari mereka yang memalsukan orgasme untuk memuaskan partner seks mereka.

 

Exit mobile version