Site icon nuga.co

Nikmatnya “Taste” Kopi Plus Garam

Menambah garam ke dalam minuman kopi?

Ya, kenapa tidak.

Para peminum kopi memang orang-orang kreatif.

Selalu ada hal baru yang mereka temukan untuk meningkatkan level kenikmatan kopi, termasuk dengan menambahkan garam.

Menambahkan sejumput garam ke dalam kopi memang sempat menjadi tren beberapa waktu terakhir.

Para penikmat kopi mengklaim garam mampu meningkatkan cita rasa kopi itu sendiri.

Sains juga membuktikan bahwa menambahkan garam mampu menetralisir rasa pahit kopi. Ini karena ion natrium dapat menekan rasa pahit dan meningkatkan cita rasa.

Cara yang sama sebelumnya sudah dilakukan oleh penggemar wine. Para ahli menyebut bahwa sedikit tambahan garam akan menghaluskan dan menyeimbangkan rasa wine murah.

Chief Technology Officer Microsoft Nathan Myhrvold juga melakuakn trik ini.

Secara tidak sengaja ia memasukkan sejumput kecil garam ke dalam gelas tamunya dalam sebuah jamuan makan malam. Ternyata, rasa wine itu menjadi lebih enak.

Walau begitu, diperlukan takaran garam sedikit saja. Terlalu banyak justru akan merusak citarasa.

Garam biasa digunakan untuk membuat masakan lebih gurih dan lebih lezat. Secara umum garam digunakan pada makanan bukan minuman.

Tetapi menambahkan garam pada kopi terdengar aneh. Tapi hal ini diklaim membuat secangkir kopi terasa lebih enak.

Anda boleh menambahkan garam sebelum atau setelah menyeduh kopi. Garam akan mengurangi rasa terlalu pahit dalam kopi.

Garam mengikat sebagian besar pengecap pada lidah yang dapat mendeteksi rasa pahit. Dengan adanya garam ikatan rasa pahit dan papila lidah melemah.

Rasa terlalu pahit bisa disebabkan oleh banyak hal. Mungkin sejak awal biji kopi tidak terlalu bagus, tidak seimbangnya antara air dan kopi saat proses penyeduhan atau terlalu lama menyeduh.

Namun, apapun alasannya tambahan kopi akan membuat rasa pahit berkurang. Tanpa merusak kekayaan rasa biji kopi yang unik.

Penambahan garam bukan satu sendok makan, cukup sejumput kecil saja, jangan terlalu banyak. Karena bisa-bisa kopi menjadi asin.

Tambahan tepat dapat menyeimbangkan rasa dan tentunya garam hampir selalu tersedia di kedai kopi manapun. Solusi ini juga bisa jadi trik bila saat menyeduh kopi, namun kehabisan gula atau susu.

Selain tambahan garam, ada banyak trik lain yang perlu diketahui para pencinta kopi.

Misalnya Anda bisa ganti gula dengan rempah untuk kurangi gula. Atau tambahkan mentega dalam racikan kopi untuk energi tambahan.

Selain itu ternyata kopi panas cocoknya dinikmati di pagi yang dingin

Es kopi?

Es kopi akan menyegarkan diminum siang hari.

Itu dari segi waktu minum, bagaimana dari sisi kesehatan, mana yang lebih sehat antara es kopi atau kopi panas?

Terlepas dari cara penyajiannya, kopi itu sendiri pada dasarnya mengandung sejumlah manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh.

Minum kopi secara teratur dilaporkan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, depresi, dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan saraf, misalnya Amyotrophic Lateral Sclerosis  dan Parkinson.

Satu laporan dari NIH-AARP Diet and Health Study menyatakan bahwa minum satu cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dini sebesar enam persen.

Minum dua hingga tiga cangkir kopi bahkan dapat menekan risiko kematian dini hingga sepuluh persen.

Walaupun belum diketahui apa yang menjadi alasan di balik sejumlah manfaat kesehatan ini, para pakar kesehatan percaya bahwa tingginya kandungan antioksidan, polifenol, dan mineral dalam kopilah yang banyak berperan penting mewujudkannya.

Lalu, mana yang lebih baik, minum es kopi atau kopi panas? Seorang profesor epidemiologi dan gizi di Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, MD. PhD., mengatakan bahwa suhu pembuatan kopi tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi kopi. Kalau soal rasa tentunya tergantung pada selera masing-masing individu.

Baik secangkir kopi hitam panas maupun segelas es kopi bisa dibilang sama-sama hampir nol kalori dan tak memiliki nilai gizi berarti.

Secangkir kopi hitam dan kopi dingin tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat.

Nilai gizi dari kedua versi minuman ini baru akan berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis.

ika ingin membandingkan mana yang kandungan kafeinnya lebih kuat antara es kopi dan kopi panas, sebenarnya keduanya sama saja.

Pasalnya, es kopi pun pada mulanya dibuat dari seduhan air panas yang kemudian ditambahkan es batu.

Tapi efek kafein pada es kopi akan lebih cepat timbul ke permukaan daripada kopi panas.

Meski efek kafein dalam kopi dingin bisa dibilang lebih tinggi daripada kopi hangat, rasa es kopi tidak seasam kopi tubruk hangat.

Rata-rata kopi dingin memiliki kadar pH 6,31 yang berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48 — pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam sifat zat tersebut.

Pasalnya, air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi akan mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi.

Sementara es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya pun lebih

Exit mobile version