Site icon nuga.co

Musik Bisa Jadi Cermin Kepribadian Anda

Selera musik seseorang sejak lama dikaitkan dengan kepribadian. Artinya, selera musik seseorang bisa memperlihatkan kepribadian orang tersebut.

Namun, siapa sangka hal itu ternyata benar.

Ini dibuktikan dengan terbitnya dua penelitian dalam jurnal Psychological Science. Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Cambridge dan beberapa universitas di AS kali ini lebih lengkap dibandingkan studi terdahulu, yang hanya melibatkan anak muda.

Untuk penelitian kali ini, para peneliti merekrut dua puluh satu ribu peserta dalam dua survei online terpisah.

Survei tersebut dilakukan untuk melihat bagaimana lima tipe kepribadian utama bisa cocok dengan berbagai genre musik.

Dalam penelitian ini, mereka diminta mendengarkan  ekstraksi musik yang masih asing di telinga mereka. Selanjutnya, mereka diminta memilih musik mana yang disukai.

Hasilnya, tipe orang yang penurut cenderung menyukai seluruh jenis musik.

Lalu, musik yang menghentak umumnya dipilih oleh orang-orang yang condong pada kepribadian neurotisisme

Orang yang energik dan suka berbicara lebih nyaman mendengar musik akustik. Sedangkan musik yang lambat dan lembut dihindari oleh pribadi berjiwa terbuka. Individu seperti ini lebih menggemari musik kekinian yang inspiratif, kompleks, dan dinamis.

Untuk orang yang penuh imajinasi dan berwawasan luas lebih hanyut dalam aliran musik yang dilantunkan dalam opera.

Sedangkan orang ekstrover yang gemar bicara dan enerjik lebih tertarik pada musik sederhana yang santai dan bergenre akustik.

“Hasil ini menguatkan bahwa musik mencerminkan informasi yang bermakna tentang karakteristik psikologis dasar,” ujar peneliti dilansir IFL Science.

Untuk menguatkan temuan tersebut, peneliti lantas menjajal percobaan kedua. Dalam percobaan kali ini, peneliti memantau artis mana yang disukai responden. Caranya, dengan menyelidiki akun Facebook mereka.

Dari situ, akan ketahuan preferensi musik beserta kepribadian partisipan. Sayangnya, penelitian ini dianggap masih perlu dikembangkan lagi.

Itu karena para peneliti tidak mempertimbangkan aspek lain seperti status sosial, ekonomi, dan budaya responden dalam selera musik mereka.

Selain itu,  Anda pasti setuju kalau mendengarkan musik bisa mempengaruhi mood dan lebih mewarnai hari-hari Anda saat beraktivitas

Apalagi sekarang sudah semakin mudah kita mendengarkan musik atau menonton festival musik, karena perkembangan teknologi sudah memungkinkan kita untuk mendengarkan musik lewat berbagai gadget di mana pun kita berada.

Para ilmuwan dari University of Missouri menemukan bahwa benar adanya musik mempengaruhi mood orang-orang yang mendengarkannya.

“Hasil penelitian kamu mendukung apa yang banyak orang telah lakukan: mendengarkan musik untuk meningkatkan mood mereka,” tulis pimpinan ilmuwan dan penulis Yuna Ferguson dalam rilis pers seperti dikutip dari HealthLine.com.

Berdasarkan riset yang dilakukan Ferguson, yang dipublikasikan di The Journal of Positive Psychology, orang-orang bisa lebih sukses meningkatkan mood mereka dan meningkatkan keseluruhan kebahagiaan mereka hanya dalam 2 minggu, dengan cara mendengarkan musik.

Dalam studinya, peserta penelitian diminta mendengarkan musik untuk memperbaiki mood mereka, tapi ini hanya berhasil ketika mereka mendengarkan musik dengan beat cepat dari Copeland, dan kurang berhasil dengan musik yang sedikit mellow dari Stravinsky.

Peserta lainnya, yang diminta mendengarkan musik tanpa tujuan mengubah mood, tidak melaporkan peningkatan kebahagiaan.

“Orang-orang bisa lebih fokus menikmati pengalaman mereka dalam perjalanan menuju kebahagiaan, dan tidak terpaku pada tujuannya,” ujar Ferguson.

Berdasarkan apa yang dipublikasikan di Mamiverse.com, para peneliti dari McGill University di Montreal, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mendengarkan musik membuat mood kita terpengaruh karena musik membuat tubuh menghasilkan dopamin.

Meningkatnya dopamin di dalam otak yang merespon musik membuktikan bahwa manusia mendapatkan kesenangan setelah mendengarkan musik.

 

Exit mobile version