Site icon nuga.co

“Melawan” Penuaaan Adalah Kerja Sia-sia

Anda ingin melawan penuaan?

Nah, para peniliti dan para ahli dengan nada rendah minta kepada mereka yang “melawan” penuaan untuk menerima saja prose situ.

Dan menurut mereka melawan penuaaan adalah kerjaan yang sia-sia.

Menurut laman “livescience,” hari ini, Kamis, 02 November, menjadi tua adalah merupakan hal yang alamiah dalam kehidupan.

Tapi kodrat itu nampaknya tidak menghentikan orang untuk mencari dan melakukan berbagai upaya menghindari penuaan.

Contohnya saja beberapa orang getol menggunakan krim, diet khusus atau lain-lainnya yang mengklaim memberikan pengaruh menghentikan proses penuaan.

Namun kalkulasi matematis meragukan hal tersebut akan membuahkan hasil, terlepas apapun dan bagaimana caranya.

Penuaan secara matematis tak terelakkan. Secara logis, teoritis dan matematis tidak ada jalan keluarnya,” kata Joanna Masel, Profesor ekologi dan biologi evolusioner di Universitas Arizona,

Kesimpulan ini diambil berdasarkan pada penelitian mengenai bagaimana fungsi dan kerjasama sel individu dalam tubuh.

Seiring bertambahnya usia, satu atau dua hal terjadi pada sel-sel individu.

Sel akan melambat dan kehilangan fungsi, misalnya saja seperti sel rambut seseorang yang akan berhenti memproduksi pigmen dan membuat rambut lambat laun memutih.

Atau bisa juga sel berkembang biak secara tidak tak terkendali, menjadi kanker.

“Seiring bertambahnya usia, sebagian besar sel Anda mengalami penurunan dan kehilangan fungsi. Mereka juga berhenti tumbuh,” kata Paul Nelson, peneliti lain yang terlibat dalam penelitian ini.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences,  peneliti menciptakan model matematis dan kompetisi antar gen.

Pada permodelan yang mengadopsi gagasan seleksi alam atau ‘survival of the fittest’ tersebut, peneliti menunjukkan bahwa jika kita menyingkirkan atau memindahkan sel lamban, sel yang berhubungan dengan penuaan, maka penuaan bisa dihentikan.

Namun menurut Masel tetap ada resikonya.

“Anda mungkin bisa memperlambat penuaan tapi Anda tidak bisa menghentikannya. Anda bisa memperbaiki satu masalah tapi terjebak dengan yang lain,” katanya.

Menghilangkan sel-sel lamban tersebut berarti memberi ruang bagi sel kanker untuk berkembang biak.

Sementara di sisi lain, menyingkirkan sel kanker, akan membuat sel yang lamban yang terkait dengan penuaan akan menumpuk dan perlahan memburuk.

Pada akhirnya kita memang tidak bisa menghindari proses penuaan. Itu adalah adalah sesuatu yang harus kita terima dan hadapi.

Penuaan adalah bagian alami dari kehidupan. Meskipun Anda sudah berupaya juga menutupi penuaan dengan mengecat uban, upaya tersebut ternyata sia-sia.

Secara matematis, penuaan tidak dapat dihindari, bahkan sulit untuk dihindari, menurut studi baru dari University of Arizona. Saat kita mulai menua, sel tubuh mulai melambat dan kehilangan fungsinya. Misal, sel rambut Anda akan berhenti membuat pigmen.

Pertumbuhan sel yang melambat seiring usia menua ternyata tidak diikuti sel-sel lain. Ada pula sel-sel lain yang justru makin cepat pertumbuhannya. Sel ini bisa menjadi pemicu sel kanker dan tumor terbentuk.

Menurut peneliti, tiap orang mengembangkan sel kanker meskipun tidak menimbulkan gejala. Penulis utama berkata:

“Seiring bertambahnya usia, sebagian besar sel Anda sedang menurun dan kehilangan fungsi. Tapi beberapa sel tumbuh sangat cepat,” tambah peneliti Paul Nelson.

Lebih lanjut, jika Anda menyingkirkan sel-sel yang kurang berfungsi dan lamban, maka itu memungkinkan sel kanker berkembang biak dan memberi mereka lebih banyak ruang untuk tumbuh.

Jika Anda menghancurkan atau memperlambat sel-sel kanker tersebut, maka itu memungkinkan sel yang lamban dan tidak berfungsi berfungsi makin menumpuk.

Bagaimanapun penuaan tidak bisa dicegah dan tetap terjadi.

Dr. Jules Nabet, seorang dokter spesialis kosmetik terkenal di Inggris, sepakat bahwa proses penuaan memang tak bisa dihindari seiring dengan pertambahan usia.

Meski demikian, proses penuaan bisa diperlambat asalkan kita tahu kiatnya. Berikut enam cara memperlambat proses penuaan yang dianjurkan Dr. Nabet lewat laman Hello.

Proses penuaan tak hanya disebabkan oleh keturunan atau lingkungan tapi juga dipengaruhi oleh kerja hormon dan metabolisme, jadi kesehatan kita secara umum dan pola makan juga mempengaruhi proses penuaan itu.

Kulit perlu pelembab dan perlindungan, juga pola makan seimbang dengan cukup protein. Suplemen boleh dikonsumsi tapi ingat, suplemen hanya pelengkap, bukan pengobatan untuk pola makan yang salah.

Menyuntikkan botoks atau filler memang bisa membuat kita terlihat lebih muda karena garis-garis halus dan kerutan tersamarkan, warna kulit lebih merata, dan kulit yang kendur di area tertentu lebih kencang.

Tapi bila dilakukan secara berlebihan dan terlalus ering, menyuntikkan botoks dan filler akan membuat penampilan tidak alami. Terlalu sering disuntik akan membuat wajah membengkak.

Secara biologis, area mata bisa terlihat dua puluh tahun lebih tua dari bagian wajah lain karena kulit yang lebih tipis dan lembut.

Tapi justru area mata lah yang sering diabaikan. Gunakan krim mata secara rutin. Bila mata terlihat bengkak, kita juga bisa meminum obat antialergi.

Kita juga bisa tidur telentang dengan menambahkan bantal agar tak terjadi retensi air di mata sepanjang malam.

Pastikan kulit wajah tak sampai iritasi saat dibersihkan, misalnya terlalu keras menggosok dengan skrub, karena justru mempercepat penuaan. Mencuci wajah dengan lembut sudah mampu membersihkan polusi, debu, dan sisa riasan tanpa membuatnya alergi.

Terimalah proses dengan lapang dada karena memang tak bisa dihindari.

Banyak perempuan berusaha melawan kodrat itu dengan cara operasi, olahraga berlebihan, menggunakan produk-produk antipenuaan yang sangat mahal, dan hasilnya hanya kekecewaan.

Sikap menerima adalah kunci dari menjalani proses penuaan yang sehat dan bahagia, diimbangi dengan pola makan yang baik, tidur dan olahraga yang cukup, dan perawatan estetika yang benar-benar berjalan baik, serta membantu menjaga apa yang kita punya selama mungkin.

Exit mobile version