Site icon nuga.co

Mayer, Bos Yahoo Yang Cantik dan Inovatif

Kalau jadi “bos,” muda, cantik dan “keras” pasti akan selalu menarik. Contohnya Marissa Mayer. Bos Yahoo ini terkenal enerjik dan banyak ide. Ia baru saja mengeluarkan inovasi terbaru. Inovasi brilian.

Belum lama ini Marissa Mayer menginginkan anak buahnya mampu terus mengeluarkan inovasi. CEO Yahoo itu mendorong anak buahnya agar mereka selalu memiliki hidup sehat.

Agar impian itu bisa terwujud, para karyawan dikabarkan telah dihadiahi gelang fitnes “Up” buatan “Jawbone” yang dapat membantu memantau kesehatan masing-masing.

Menurut sebuah sumber, seperti dikutip dari All Things D, perusahaan raksasa internet tersebut akan menghadiahkan gelang pengawas kebugaran dengan desain trendi ini kepada 11.000 karyawan.

“Up” sendiri berperan sebagai perangkat yang dapat mendeteksi pergerakan, seperti jumlah langkah dan peringatan saat pengguna sudah diam beberapa saat, pola tidur, dan berbagai informasi lainnya kepada para penggunanya. Ia pun juga dapat digunakan untuk membagikan informasi tersebut kepada teman-teman. Dengan adanya informasi ini, para pengguna dapat mengukur status kesehatannya.

Perangkat ini memang tidak dilengkapi dengan layar. Data tersebut harus diunggah terlebih dahulu ke perangkat berbasis iOS atau Android.

Mayer sendiri sudah bergabung selama satu tahun di Yahoo. Ia membawa berbagai macam perubahan di perusahaan tersebut. Demi meningkatkan kreativitas dan inovasi para karyawannya, Mayer telah memulai tradisi makanan gratis dan juga membagikan smartphone. Dengan berbagai hal tersebut, diharapkan mood para karyawannya terus terjaga agar mereka dapat bekerja sebaik mungkin.

Tidak jelas apakah Mayer menggunakan uang dari kocek pribadinya atau dana perusahaan untuk membeli perangkat-perangkat tersebut. Harga retail produk ini sebenarnya cukup mahal, yaitu 130 dollar AS atau sekitar Rp 1,3 juta.

Ada kemungkinan Mayer mendapatkan produk “Up” ini dengan harga yang sudah didiskon. Hal tersebut dimungkinkan karena belum lama ini, bos cantik Yahoo ini telah bergabung sebagai salah satu dewan di perusahaan Jawbone.
Yahoo menunjuk Marissa Mayer sebagai CEO yang baru, per tanggal 17 Juli 2012. Perempuan 37 tahun ini dikenal sebagai sosok multitalenta, dinamis, memiliki selera seni, dan desain yang tinggi.

Sebelumnya, Mayer adalah salah seorang petinggi Google. Bergabung pada 1999, ketika Google masih perusahaan rintisan digital. Ia berperan sebagai penyeimbang gender di Google yang kala itu didominasi oleh tujuh insinyur laki-laki, salah duanya adalah sang pendiri Larry Page dan Sergey Brin.

Perempuan itu, kini, sedang hamil enam bulan dan ikut membangun berbagai produk unggulan Google, mulai dari mesin pencari, GMail, Google Maps, dan iGoogle. Di balik segudang prestasi itu, Mayer memiliki sisi lain yang unik, yang mungkin belum diketahui banyak orang.

Mayer bersama suaminya, Zachari Bogue, tinggal di sebuah penthouse pribadi di hotel Four Seasons, San Fransisco. Sebagai salah satu karyawan pertama Google, kekayaan Mayer diperkirakan mencapai 300 juta dollar AS.

Kekayaannya akan bertambah dari uang kompensasi yang dibayarkan Yahoo, demi membajak Mayer dari Google. Uang kompensasi itu mencapai 70 juta dollar AS atau sekitar Rp 660 miliar. Rinciannya, gaji tahunan 1 juta dollar AS, bonus tahunan 2 juta dollar AS, kontrak opsi saham 42 juta dollar AS, dan penghargaan lain, serta 14 juta dollar AS untuk uang yang seharusnya Mayer terima dari Google.

Mayer memegang bukan hanya bos, cantik dan pintar, tapi juga memiliki paten teknik kecerdasan buatan dan pencarian. Yang pertama, paten #20090204592 tentang “Antarmuka untuk pencarian universal.” Kedua, paten #20090063425 tentang teknik “Permintaan menulis ulang pencarian dengan deteksi entitas.”

Insinyur perempuan pertama Google yang memiliki kemampuan teknis mumpuni, ia siap membawa Yahoo ke bisnis internet yang makin cerdas.Lulusan Master of Science ilmu komputer di Stanford University ini, rajin bermain dengan algoritma untuk memecahkan suatu hal.

Dalam perjalanan hidupnya Mayer mengaku pernah sangat tertarik untuk menjadi ahli bedah saraf. Namun setelah mengambil kursus ilmu komputer, ia jatuh cinta dengan segala hal yang berbau komputerisasi.

Mayer menepis laporan yang menyebut dirinya pernah menjadi pemandu sorak (cheerleader). “Saya tidak pernah menjadi cheerleader. Saya terlalu pemalu untuk itu. Saya hanya mengambil kursus tari balet klasik,” kata Mayer kepada majalah Vogue.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Mayer mengungkapkan sisi sporty-nya. Ia mengaku gemar lari maraton, bermain ski, sampai memanjat gunung. Dua tahun lalu, Mayer menaklukan puncak gunung Kilimanjaro di Tanzania.

Fotonya yang berdiri di puncak Kilimanjaro, dibagikan ke situs jejaring sosial Twitter. “Dari puncak Kilimanjaro! 4 hari 4 jam pulang pergi,” tulis Mayer.

Berlainan dengan bos wanita yang lainnya. Mayer sangat memperhatikan penampilan. Mayer telah menjadi pelanggan tetap desainer favoritnya Oscar de la Renta. Selera fesyennya ini ia bawa dalam lingkup pekerjaan dan di rumah. Warisan Mayer yang paling abadi untuk Google adalah desain tampilan mesin pencari Google. Dialah yang membuat Google tampil minimalis, didominasi latar putih bersih.

Gaya minimalis serba putih ini juga diterapkan dalam nuansa penthouse Mayer. “Ketika orang datang ke rumah saya, mereka selalu bertanya: Apakah Google terlihat seperti rumah Anda, atau rumah Anda yang terlihat seperti Google?”

Exit mobile version