Site icon nuga.co

Makanan Sisa Jangan Seenaknya Dibuang

Anda punya makanan sisa. Anda membuangnya? Jangan! Itu perilaku mubazir. Masih banyak cara bagi Anda untuk tetap mencicipi makanan sisa dengan cara penyimpanan yang sempurna dan teratur. Pasti tidak akan menghilangkan “hiegenis”nya.

Makanya, menurut anjuran dari tulisan di situs “brighnews,” jangan langsung membuang makanan sisa ke tempat sampah, selama cara penyimpanannya benar dan tepat.

Makanan sisa tersebut pasti masih layak untuk dikonsumsi dalam beberapa hari ke depan.

Anda baru saja usai mengadakan hajatan. Selain rasa bahagia, yang juga masih tersisa adalah makanan yang menjadi jamuan. Rasanya terlalu sayang jika dibuang begitu saja. Apalagi kalau mengingat jerih payah mengolahnya.

Nah, agar tak sia-sia dan aman diolah di kemudian hari, pahami yang satu ini, agar makanan sisa tetap layak dimakan setelah diolah kembali.

Ada empat langkah awal yang harus Anda lakukan agar makanan sisa itu aman untuk disimpan.

Langkah pertama, ingat, peraturan dua jam. Aturan ini mengatakan bahwa bakteri mulai tumbuh pada makanan setelah dua jam dimasak. Jika prediksi Anda makanan yang dihidangkan akan tersisa, segeralah menyimpannya dalam wadah yang bersih dan bebas kuman.

Kedua, gunakan wadah kecil. Cara paling tepat menyimpan makanan sisa adalah dengan mendinginkannya dalam lemari es.

Disarankan untuk menggunakan wadah kecil. Sebab, penggunaan wadah besar membutuhkan waktu pendinginan yang lebih lama, ini bisa memicu pertumbuhan bakteri.

Langkah berikutnya, panaskan kembali begitu akan diasup. Setelah disimpan, makanan harus kembali dihangatkan sebelum disantap. Caranya bisa dengan dimasak kembali, atau dipanaskan dalam microvawe dengan suhu 165 derajat celcius.

Ukuran suhu ini dipercaya ampuh membunuh kuman-kuman pada makanan sisa.

Langkah keempat yang harus Anda ketahui adalah jangan lebih dari empat hari menyimpannya. Jangan menyimpan makanan sisa, apalagi menghangatkannya, jika sudah lebih dari empat hari. Sebab, mengonsumsi makanan sisa yang telah didinginkan lebih dari empat hari, berisiko mengalami sakit perut karena keracunan makanan.

Cara menyimpannya, bungkus rapat. Masalah menyimpan makanan memang mendasar tapi sangat berguna. Untuk menghindari makanan basi, kering, atau terkontaminasi bakteri, bungkus makanan dalam wadah kedap udara.

Jika menggunakan plastik, ketika makanan sudah masuk, tekan pelan-pelan plastik hingga udara di dalamnya keluar. Gunanya, agar kontaminasi oksigen bisa diperkecil.

Upayakan mendinginkannya. Bakteri tumbuh dengan mudah dalam suhu ruangan, hindari dengan segera memasukkan makanan sisa ke dalam lemari es. Simpannya pun tak boleh sembarangan, bungkus dengan kontainer plastik kedap udara. Jika baru dipanaskan, biarkan beberapa saat sampai uap panasnya hilang, baru simpan.

Ketika menyimpan makanan dalam wadah, jangan memaksakan isinya hingga penuh. Beri sisa ruang sekitar 5 cm. Tujuannya agar makanan cepat dingin. Begitu juga di lemari es, jangan biarkan bagian dalamnya sesak dengan makanan. Pasalnya, ini akan mengganggu sirkulasi udara dingin dalam lemari es.

Untuk mengatasi poin 3 tadi, lebih baik siapkan plastik kedap udara yang bisa ditutup rapat (sealed bags). Plastik ini juga ringkas, jika misalnya Anda ingin membagikan makanan sisa pada tetangga.

Berniat menyiasati ruang penyimpanan makanan sisa dengan memotongnya? Lebih baik jangan. Apalagi jika makanan sisa berupa daging, lebih baik langsung simpan. Memotong dagingnya hanya akan meningkatkan jumlah bakteri di bagian luar daging.

Kalau makanan sisa tidak akan diolah dalam waktu dekat, simpan dalam freezer yang suhunya lebih dingin daripada lemari es.

Untuk makanan seperti ayam isi, pisahkan isinya segera. Lalu simpan di freezer sampai waktunya diolah kembali. Sebagai catatan, isian makanan hanya bisa digunakan paling lama 3-4 hari, sementara untuk yang berkuah, waktunya lebih singkat, yaitu 1-2 hari.

sumber : brightnest.com dan nova

Exit mobile version