Site icon nuga.co

Makanan Cepat Saji? Usir Saja dari Menu

“Makanan cepat saji,” tanya seorang penanya kepada seorang konsultan gizi. “Usir saja dari menu.”
Itu dialog ringan ketika situs kesehatan global “healtwomen” melakukan training hidup sehat di London beberapa waktu lalu seperti dikutip “Daily Mail.”

Makanan cepat saji atau sebutan kerennya “fast food” jangan dijadikan tradisi. Jangan tiru selera masyarakat urban di era modern seperti sekarang ini yang memilih cara praktis untuk merusak kesehatannya.
Makanya jangan pernah menutup mata akan efek buruk makanan tersebut untuk kesehatan.

Urutlah makanan cepat saji yang beresiko mematikan. Mulai dari burger, kentang goreng, ayam goreng hingga minuman bersoda, semua menjadi hidangan yang identik buruk untuk kesehatan.
Maka tak jarang, banyak anjuran yang menyerukan utuk menjauhi hidangan cepat saji.

Memangnya kenapa makanan cepat saja harus diusir dari menu?

Laman situs “boldsky,”.dalam edisi terbarunya merinci dengan jelas bahwa makanan cepat saji akan membuat Anda obesitas

Dampak dari bertambahnya berat badan seseorang umumnya dikarenakan pola makan yang tidak sehat. Obesitas atau berat badan yang berlebihan saat ini telah menjadi masalah kesehatan yang banyak terjadi pada anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Salah satu penyebabnya, karena konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak seperti makanan cepat saji.

Selain mendatangkan obesitas “fast food” juga meningkat resiko diabetes karena ia kaya akan gula dan lemak yang dapat meningkatkan lonjakan kadar gula darah. Komplikasi lain yang dapat terjadi akibat sering mengonsumsi makanan cepat saji adalah tekanan darah tinggi, glaukoma dan hilangnya pendengaran.

Bagaimana dengan resiko jantung. Ya, mengonsumsi makanan cepat saji juga mampu menyebabkan gagal jantung. Risiko mengalami serangan jantung dan stroke juga meningkat.

Sejumlah studi telah membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi makanan cepat saji terlalu banyak cenderung lebih mudah mengalami berbagai penyakit jantung dari yang ringan hingga kronis.
Lebih buruknya lagi makanan cepat saji kekurangan nutrisi

Tahukah Anda bahwa tidak ada menu makanan cepat saji yang mengandung nutrisi? Sebaliknya mereka mengandung banyak kalori dan lemak jahat.

Perlu disadari bahwa pola makan yang seimbang penting bagi kesehatan tubuh. Makanan cepat saji mampu mengubah fungsi tubuh dan memiliki efek buruk pada kesehatan lebih dari yang Anda bayangkan

Perlu pula diketahui bahwa makanan fast food ternyata mengandung garam, lemak & kalori yang tinggi, termasuk kolesterol serta hanya sedikit mengandung serat yang justru sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Selain kandungan gizinya yang rendah, fast food juga mengandung zat pengawet dan zat adictif yang membuat kita ketagihan. Lemak tinggi yang banyak terdapat dalam makanan cepat saji juga berpengaruh untuk memperbesar risiko terkena kanker, terutama kanker payudara dan usus besar.

Makanan cepat saji juga mengandung protein hewaninya yang cukup ‘kaya’, hal ini bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kondisi ini dapat merangsang cepatnya terjadi osteoporosis.

Fast food pun menjadi cara cepat bagi kita yang ingin terkena Obesitas. Hal ini dibuktikan oleh Morgan Spurlock yang membuat film berjudul “Super Size Me”.

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana ia mengkonsumsi fast food setiap hari baik itu saat sarapan, makan siang, dan makan malam dalam waktu 30 hari. Ternyata hasil yang didapat sangat mencengangkan.

Morgan Spurlock mengalami kenaikan berat badan yang drastis, perut semakin membuncit, kenaikan kadar gula darah dan kolesterol, tekanan darah yang jauh di atas

Exit mobile version