Site icon nuga.co

Mr P Selingkuh

Benarkah lelaki yang “memiliki” penis besar doyan selingkuh?

Nah, itulah yang ditulis “daily star” hari ini, Rabu, mengutip dari jurnal “ploso-one.”

Lantas kenapa lelaki berpenis besar doyan selingkuh?

Alasannya utamanya, sang pria berpikir,  penisnya menggambarkan kehebatan seksual yang ia miliki

Banyak anggapan jika percaya penis kecil dinilai kurang, tapi nyatanya penis besar juga tak selalu lebih baik.

Studi yang terbit di jurnal PLOSOne menemukan semakin besar penis, semakin besar juga kemungkinan pria mengkhianati pasangannya.

Sebanyak lima ratus lebih istri nelayan di Kenya diminta untuk mengungkapkan kebiasaan seks mereka selama menikah.

Para istri diminta untuk mengukur panjang penis suami mereka saat ereksi. Mengejutkannya, ukuran penis besar dan yang lebih panjang dimiliki oleh pria yang telah berselingkuh.

Bahkan, peneliti mengungkap setiap sentimeter panjang penis dikaitkan dengan keterlibatan wanita lain di luar rumah tangga mereka.

Namun, dalam penelitian ini sebagian besar wanita mengaku lebih nyaman dan menikmati hubungan seksual dengan pria yang memiliki penis kecil.

“Pria yang miliki penis besar membuat rasa sakit saat berhubungan seks dan menghalangi kenikmatan dan kepuasan wanita,” tulis penelitian dikutip dari Daily Star

Tahun lalu, situs Map Target pernah memaparkan peta dan grafik ukuran rata-rata penis ketika pria ereksi dari seluruh dunia.

Hasilnya, pria di negara-negara Afrika memiliki ukuran paling besar, rata-rata melebihi enam belas sentimeter.

Meski telah jelas bahwa ukuran kelamin pria di masing-masing negara berbeda-beda, keinginan untuk memiliki penis lebih besar tetap ada.

Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pendapat umum bahwa semakin besar Mr P, maka pria tersebut semakin hebat di ranjang.

Padahal kenyataannya memiliki penis besar tidak selalu memberi manfaat positif bagi pria.

Ya, ketika Anda memiliki ukuran penis besar, bisa jadi Anda akan kesulitan menemukan ukuran celana jeans yang pas.

Ukuran alat vital besar perlu ruang yang cukup besar, sementara desain serta bahan celana jeans cenderung ketat.

Pria dengan ukuran penis besar biasanya harus membeli celana jeans satu ukuran lebih besar atau memesan khusus celana jeans agar mereka bisa duduk dengan nyaman saat mengenakannya.

Bagi pria, tak ada yang lebih memalukan selain ketahuan tengah bergairah (ereksi) saat berada di muka umum.

Bila Anda memiliki penis besar, gairah Anda akan segera tampak dan sulit untuk disembunyikan dibandingkan dengan pria yang memiliki ukuran penis lebih kecil.

Dengan ukuran penis besar, Anda cenderung kurang bebas melakukan aktivitas seksual yang kasar atau menggebu karena hal itu bisa saja melukainya.

Pada kasus yang jarang terjadi, penis besar bisa menyebabkan cedera panggul dan menyakitkan bagi wanita.

Ketidaknyamanan lain yang timbul akibat penis besar yaitu saat duduk di toilet. Tak hanya kurang nyaman, hal itu pun bisa jadi kurang higienis.

Pria dengan penis besar sering mengeluhkan kondisi ujung penis mereka secara tak sengaja menyentuh permukaan air di toilet. Uh!

Seperti jutaan pria di seluruh dunia yang khawatir punya ukuran penis yang “terlalu kecil”, pria dengan penis besar juga merasa khawatir ukurannya terlalu besar.

Kekhawatiran terbesar mereka adalah pasangan akan menolak berhubungan seks karena ukuran penis mereka di atas rata-rata.

Unntuk Anda tahu ketika usia  beranjak tua, penis akan menyusut

“Seorang pria yang bertambah usia, penisnya mungkin menyusut akibat dari penimbunan lambat  plak lemak dalam arteri kecil di penis, yang mengurangi aliran darah,” kata ahli kesehatan seksual Samantha Evans, dikutip dari Daily Star.

Kondisi ini dikenal sebagai arteriosklerosis. Tak hanya di penis, proses ini juga terjadi di pembuluh darah sekitar jantung.

Arteriosklerosis juga membangun kolagen inelastik  di dalam selubung fibrosa elastis yang mengelilingi bilik-bilik ereksi sehingga menyebabkan ereksi lebih kecil.

Namun, bila Anda berpikir penis Anda sudah menyusut padahal Anda masih muda, bugar, dan sehat, mungkin ada alasan psikologis di balik ini, termasuk apa yang dinamakan sindrom koro

Exit mobile version