Site icon nuga.co

Kreatifitas Menata Ruang Tamu Mungil

Anda memiliki rumah atau apartemen “sempit” dengan ruang tamu yang terbatas?

Jangan berkecil hati atau panik

Terbatasnya ruangan bukan berarti menghalangi kreativitas Anda dalam mendesainnya.

Apalagi jika  ruang tamu yang menjadi “etalase” bagi orang lain untuk menilai rumah Anda.

Bagaimana orang merasa nyaman di ruang tamu berantakan, terkesan sempit, dan perabot yang disusun ala kadarnya?

Mendesain ulang ruangan tersebut sesuai konsep yang diinginkan menjadi langkah tepat.

Akan tetapi, Anda tak perlu berpikir bahwa langkah ini bakal membutuhkan banyak biaya.

Lewat biaya relatif terjangkau, setiap orang bisa “menyulap” isi ruang tamunya tampak lebih lega dan nyaman.

Langkah pertama yang bisa Anda  ditempuh adalah memperhatikan kondisi cat.

Jika kondisi cat di dinding ruang tamu mulai terlihat kusam, Anda sebaiknya mengecat ulang.

Penghuni rumah bisa berkreasi dengan warna baru agar mampu memberikan nuansa berbeda.

Ruangan yang cenderung kecil atau mungil dianjurkan menggunakan warna-warna cerah atau pastel agar memberi kesan luas.

Bila Anda  ingin mengganti perabot, pilihlah yang desainnya sederhana dan ukurannya disesuaikan dengan ukuran ruang.

Misalnya, untuk kursi, bisa dipilih yang bentuk modular atau kursi dengan sandaran punggung yang rendah.

Kursi dengan desain ini bisa memberi efek lebih tinggi pada langit-langit.

Sementara itu, untuk menambah nilai estetika pada ruang tamu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti menambahkan hiasan dinding, hiasan meja, atau memberikan focal point.

Untuk hiasan dinding, sebaiknya Anda pilih yang desainnya tidak terlampau rumit.

Sebagai ide, Anda bisa menggunakan foto-foto berukuran kecil berbingkai minimalis yang dipasang secara berkelompok di salah satu sisi ruangan.

Jika ada barang-barang memorabilia dari tempat di luar kota yang pernah dikunjungi, bisa ditambahkan asal ukurannya juga tidak terlampau besar.

Sedangkan untuk meja, selain bunga, bisa menggunakah toples dengan bentuk dan warna unik sebagai wadah permen atau makanan ringan.

Jangan lupa untuk menggunakan taplak meja agar tampilannya lebih cantik.

Terakhir, untuk focal point, Anda bisa menambahkan satu perabot unik peninggalan orang tua atau nenek.

Misalnya, ruang tamu memiliki konsep minimalis, Anda bisa meletakkan kursi goyang atau kursi antik yang tentu bakal menjadi pusat perhatian.

Agar ruang terbatas ini tak jadi soal saat menerima tamu, cobalah ditata seperti berada di apartemen.

Ruang-ruang di apartemen, seperti yang telah Anda ketahui, sangat meminimalkan adanya penyekat permanen.

Sebut saja dinding, misalnya. Sebagai pembeda antar ruang, Anda bisa memakai penyekat atau partisi.

Selain itu, fungsi dua tiga ruang di apartemen kerap digabungkan demi menghemat tempat.

Hal ini seperti terlihat pada gambar di  sebuah apartemen.

Di sini, ruang tamu bisa difungsikan pula sebagai ruang keluarga. Sementara, di sebelahnya adalah ruang makan yang hadir tanpa sekat.

Ruang tamu dan ruang keluarga ini didesain dengan tidak banyak sofa sebagai tempat duduk. Hanya sebuah sofa dengan tiga dudukan ditambah satu kursi tunggal di sisi sebelahnya.

Karena berfungsi juga sebagai ruang keluarga, di ruangan ini juga ditempatkan rak untuk aksesoris sebagai pemanis serta televisi yang menempel pada dinding.

Mengingat minimnya luas ruang tamu, untuk memberi kesan lapang Anda bisa menambahkan cermin pada dinding dan plafon.

Cutting sticker bermotif sulur dan bunga-bunga yang hadir pada cermin mencoba mempermanis tampilan.

Cermin di plafon didukung oleh pencahayaan temaram.

Sementara, untuk batas ruang tamu dan ruang makan di sini terlihat dari furnitur yang menempel sebagai latar belakang ruang makan.

Batas ini memang seolah tak menyekat, namun kesan sedikit terpisah tercipta dari penempatan furnitur berupa lemari kaca ini.

Ruang tamu yang nyaman tidak ditentukan oleh luasnya lahan.

Di rumah berukuran kecil dengan lahan terbatas pun bisa diciptakan ruang tamu yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bisa mewakili karakter si empunya rumah.

Rumah tamu di rumah Anda yang mungil juga bisa nyaman engan gaya. Tak perlu menggunakan sofa, tetapi cukup dengan karpet, bantal-bantal besar, dan meja ukuran rendah seperti halnya di rumah-rumah tradisional Jepang.

Seandainya ingin menggunakan sofa, sebaiknya pilih yang modelnya sederhana agar ruangan terlihat lebih lega.

Pilih sofa dengan bagian sandaran rendah. Hal ini agar jarak dari sofa ke langit-langit lebih luas dan membuat efek lebih luas.

Cara lainnya untuk memberikan efek luas bisa dilakukan dengan menggunakan warna-warna terang.

Padukan beberapa furnitur untuk memoles ruangan menjadi lebih cantik. Misalnya, di antara sofa yang desainnya modern, bisa ditambahkan sebuah kursi goyang antik sebagai focal point.

Untuk memaksimalkan bagian sudut ruangan, Anda bisa menggunakan meja kecil atau lemari kaca kecil untuk memajang foto, suvenir, atau aneka pernak-pernik unik lain dari berbagai daerah yang pernah Anda kunjungi.

Mengingat ruang yang terbatas, sebaiknya Anda menghindari penggunaan perabot-perabot yang banyak memakan tempat dan mudah pecah.

Memajang tanaman bisa jadi pilihan untuk mendukung tampilan ruang tamu. Namun demikian, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti ukuran, warna, jenis, dan penempatannya.

Selain itu, jangan pula memaksakan diri jika memang ruang tamu tidak terlalu luas. Perhatikan nilai estetika saat Anda meletakkan tanaman.

Pun, jangan memasukkan tanaman dengan daun atau dahan yang rumit jika ada banyak perabot di dalam rumah.

Hal ini hanya akan membuat keindahan rumah menjadi kacau karena antara perabot dan tanaman berusaha “saling mengalahkan”.

Exit mobile version