Site icon nuga.co

Kesabaran Itu Memang Tanpa Batas

Kata orang, sabar itu ada batasnya.

Namun dalam sebuah penelitian terbaru ditemukan bahwa kesabaran dapat ‘tanpa batas’.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa orang yang bersyukur lebih memiliki kesabaran dan pengendalian diri.

“Pikiran manusia punya kecenderungan untuk menghargai apa yang ada hari ini dibandingkan dengan yang akan datang,” kata peneliti dan profesor psikologi di Northeastern University, David DeSteno.

“Ini terkait dengan semua hal yang membawa dampak buruk, mulai dari sekedar menggunakan kartu kredit hingga kecanduan,” lanjutnya seperti dilansir dari Time.

Menurut DeSteno, kondisi emosional dari manusia sudah lama dianggap sebagai alasan terjadinya ketidaksabaran.

Sedangkan di sisi lain, sabar lebih dianggap sebagai pola logika seseorang dan keinginan dari orang tersebut.

Tapi dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Emotion tersebut, DeSteno dan tim peneliti menemukan bahwa emosi, terutama rasa bersyukur, benar dapat membantu seseorang menjadi lebih sabar.

Penelitian itu meminta seratus lima  orang responden untuk mengerjakan sebuah tugas dengan komputer.

Di saat hampir rampung, komputer sengaja disabotase, dan mengancam mereka untuk mengerjakan kembali dari awal.

Lalu tim peneliti mengirim seseorang untuk menghidupkan kembali komputer tersebut.

Saat komputer menyala kembali, sebagian responden merasa bersyukur dan berterima kasih dengan bantuan tersebut.

Rasa syukur yang ada ini kemudian coba diukur selama tiga pekan setelahnya oleh tim peneliti.

Tim peneliti menemukan, orang yang terus bersyukur saat menghadapi hal yang sulit lebih mungkin untuk dapat menunggu sesuatu lebih lama dibanding yang tidak bersyukur.

“Kami menemukan bahwa rasa syukur dapat meningkatkan kontrol diri dan meningkatkan kemampuan bersabar,” kata DeSteno.

“Ketika memupuk rasa syukur dalam hidup, itu seperti penyangga kendali diri. Ini membantu seseorang lebih siap untuk menolak godaan yang datang dan dapat membantu melakukan hal yang benar, atau apapun yang mungkin dapat benar.” katanya.

Exit mobile version