Site icon nuga.co

Nikmatnya Kopi dengan Unsur Air Yang Pas

Membuat kopi yang enak tidak membutuhkan biji kopi yang berkualitas, barista hebat, gilingan yang benar, dan teknik yang tepat tapi juga disertai unsure air.

Christoper H Hendon, kimiawan di MIT, menemukan pentingnya air dalam kopi setelah berbicara dengan dua barista yang frustasi.

“Mereka memiliki masalah dengan rasa kopi yang berubah, satu hari nikmat, namun di hari lain tidak,” kata Hendon dikutip dari Business Insider.

Hal yang membingungkan bagi kedai kopi ini justru jadi masalah menarik untuk ilmu kimia, kata Hendon. Air bisa menjadi ‘hard’ (penuh dengan mineral seperti magnesium) atau ‘soft’ seperti air sulingan.

Hendon bekerja sama dengan barista Lesley dan Maxcell Colonna-Dashwood—yang memenangkan kejuaraan barista di Inggris dua tahun lalu—dan mereka menemukan bahwa kandungan berbagai jenis material dalam air memberi rasa yang berbeda secara signifikan.

Hendon menjalankan percobaan menggunakan komputer, sementara pemilik kedai kopi benar-benar menyeduh secangkir sampel.

Biji kopi yang disangrai, dikemas dengan senyawa yang memberikan kopi perbedaan aroma hingga rasa.

Di dalamnya termasuk asam sitrat, asam laktat dan eugenol. Jumlahnya bervariasi dari satu kali penyangraian hingga selanjutnya, memberikan rasa yang berbeda setiap saat.

Sementara itu, air memiliki kompleksitas tersendiri—tingkat ion yang lebih tinggi seperti magnesium dan kalsium membuatnya lebih keras.

Kuncinya: Beberapa senyawa dalam air lebih keras “lengket” dan secara khusus mengambil senyawa tertentu dalam kopi saat mereka bertemu di alat penyeduh.

Magnesium sangat lengket, sehingga air yang mengandung magnesium tinggi akan membuat kopi memiliki rasa lebih kuat

Air berunsur mineral juga memiliki kadar bikarbonat yang tinggi, yang ditemukan oleh Hendon dapat menyebabkan rasa lebih pahit.

Intinya, air bergantung dengan mineral tertinggi yang terkandung di dalamnya. Sementara itu air murni tidak memiliki pengaruh sama sekali.

“Komposisi kimianya menghasilkan daya ekstrasi yang sangat buruk,” kata Hendon.

Hendon menemukan, air murni sering mengandung sodium, tapi itu tidak memiliki rasa lengket

Itu berarti Anda akan mendapatkan rasa yang jauh lebih kuat dari biji yang sama jika Anda menggunakan air dengan magnesium tinggi daripada air suling atau murni.

Hendon dan rekan baristanya menerbitkan penelitian mereka di Journal of Agricultural and Food Chemistry, dan akhirnya menulis sebuah buku, “Water for Coffee,” yang menjelaskan mengapa pecinta kopi juga harus lebih memerhatikan air, selain biji kopi itu sendiri.

“Air bisa mengubah karakter kopi,” tulis tim tersebut. Edisi kedua yang diperbarui dari buku ini akan dirilis pada awal depan, menurut situsnya.

Tak seperti Hendon, rata-rata pecinta kopi bukanlah seorang ahli kimia. Anda tak bisa dengan mudah mengubah komposisi air setiap kali ingin minum.

Anda cukup memahami jenis air yang digunakan, sehingga mendapatkan hasil seduhan kopi yang nikmat.

Nah, kalau di Amerika Serikat, Anda sudah bisa melihat secara daring jenis air yang diminum—mengandung mineral atau murni—dan gunakan informasi tersebut untuk membeli biji kopi untuk jenis air yang akan digunakan.

Saat roaster menguji biji kopi mereka, mereka menggunakan air di sendiri, sehingga setidaknya Anda bisa mengasumsikan mereka tengah mengoptimalisasi secara kimia air Anda.

Hal itu sebaliknya dengan gerai kopi besar, yang menurut Hendon, menggunakan air murni untuk memastikan semua rasanya sama di seluruh dunia

Selain unsure air, kenikmatan kopi juga bisa lebih bagus bila ditambah sedikit garam.

Para peminum kopi memang orang-orang kreatif.

Selalu ada hal baru yang mereka temukan untuk meningkatkan level kenikmatan kopi, termasuk dengan menambahkan garam.

Menambahkan sejumput garam ke dalam kopi memang sempat menjadi tren beberapa waktu terakhir.

Para penikmat kopi mengklaim garam mampu meningkatkan cita rasa kopi itu sendiri.

Sains juga membuktikan bahwa menambahkan garam mampu menetralisir rasa pahit kopi. Ini karena ion natrium dapat menekan rasa pahit dan meningkatkan cita rasa.

Cara yang sama sebelumnya sudah dilakukan oleh penggemar wine. Para ahli menyebut bahwa sedikit tambahan garam akan menghaluskan dan menyeimbangkan rasa wine murah.

Chief Technology Officer Microsoft Nathan Myhrvold juga melakuakn trik ini. Secara tidak sengaja ia memasukkan sejumput kecil garam ke dalam gelas tamunya dalam sebuah jamuan makan malam. Ternyata, rasa wine itu menjadi lebih enak.

Walau begitu, diperlukan takaran garam sedikit saja. Terlalu banyak justru akan merusak citarasa.

Exit mobile version