Site icon nuga.co

Kenapa Pria Harus Menikah di Usia Tua

Umur berapa seharusnya seorang pria menikah?

Apakah menikah di usia tua, bagi pris, bisa lebih membahagiakan?

Dan apa pula alasan mereka menunda pernikahan?

Itulah sekumpulan pertanyaan yang sering mucul ketika seorang pria baru memulai pernikahan di usia tua.
Dan dengarlah teori Wolfinger yang mengungkapkan, bahwa usia menikah sebaiknya tidak terlalu muda dan tua.

“Ada banyak alasan mengapa akhir dua puluhan atau awal tiga puluhan lebih baik menjalin kehidupan dengan seseorang. Di usia tersebut seseorang dinilai lebih matang untuk saling memahami perbedaan sikap.

Begitu juga dengan pilihan untuk bertanggung jawab. Dan terakhir, usia tersebut dinilai lebih cukup secara finansial.”

“Bahkan secara reproduksi, usia tiga puluhan cenderung akan mengarah ke kehidupan yang lebih baik dan berhasil dalam pernikahan,” katanya.

Lantas bagaimana pendapat ahli lainnya.

Sosiolog dari the University of Maryland, Phillip Cohen mengatakan, usia yang sempurna untuk menikah jika Anda tidak ingin bercerai adalah empat puluh lima hingga empat puluh sembilan tahun.

Saat itu, orang benar-benar akan memilih jalan hidup yang benar.

Peneliti senior Profesor David de Vaus mengatakan, kebahagiaan semakin mantap secara substansial dimulai dari awal lima puluhan, sampai akhir tahun enam puluhan.

Studi ini difokuskan pada tujuh tahap penting dalam kehidupan, seperti meninggalkan rumah orang tua, menikah, melahirkan, bercerai, pensiun, duda, janda dan sebagainya.

“Banyak yang menilai, kebahagiaan muncul saat memulai hidup baru dengan pasangan dan memiliki anak.”

“ Nyatanya, hal ini tidak sebanding dengan tingginya kasus perceraian dan hidup menjanda,” ungkap penelitian yang dipublikasikan dalam Australian Institute of Family Studies.

Dr. Qu yang turut dalam penelitian menambahkan, kebahagiaan ternyata didapat sejumlah orang karena memiliki pasangan hidup.

“Mereka bernasib lebih baik sekalipun pernah bercerai daripada orang yang hidup sendiri.”

Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mengatakan bahwa wanita perlu tahu usia matang untuk menikah dan memiliki anak.

Mengutip laman Womensheathmag, banyak wanita merasa tertekan karena belum menikah di usia tertentu.

Padahal di Amerika, standar usia rata-rata pernikahan untuk wanita adalah dua puluh tujuh tahun sedangkan pria dua pulih sembilan tahun.

Usia ini dinilai cukup matang untuk berpikir bersama.

Selain itu, yang menarik adalah penelitian terkait buah hati setelah melahirkan. Peneliti menunjukkan, memiliki bayi dapat membuat pasangan awet dan tetap bersama.

Peneliti mengingatkan, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum menikah dan memiliki anak di usia empat puluhan tahun.

“Walaupun ada kemajuan medis sehingga memungkinkan bagi beberapa wanita untuk menunda kehamilan lebih lama, tapi kehamilan secara alami disarankan,” tulis peneliti.

Lantas, pernahkan Anda menjumpai teman atau saudara pria Anda masih saja lajang dan belum memiliki pasangan sampai sekarang?

Padahal usianya sudah tidak muda lagi. Apa yang Anda pikirkan jika Anda mengetahui semacam itu?

Apakah Anda berpikir jika dirinya tidak laku?

Setiap orang berhak mengatur dirinya sendiri dan memilih waktu yang tepat kapan dirinya akan menikah.

Memang ada beberapa pria yang memilih untuk menikah tua. Mereka memilih pilihannya itu bukan berarti tanpa alasan.

Belum tentu dirinya memilih menikah tua karena sebab tidak laku. Bisa saja dirinya memiliki alasan lain yang terbaik untuk dirinya. Ketika pria memilih menikah tua, orang pasti akan mengira dirinya tidak laku atau masih bersifat kekanak-kanakan.

Ada beberapa pria memilih menikah di usia tua.

Mereka beralasan bahwa belum rela jika harus melepas kebebasannya begitu saja.

Karena mereka percaya bahwa pernikahan adalah sebuah penghalang dirinya untuk menikmati kebebasan yang diinginkannya.

Oleh sebab itu dirinya memilih menikah tua dan memuaskan kebebasannya terlebih dahulu.

Alasan ini biasanya datang dari pria yang sering membuka pintu hatinya untuk banyak wanita.

Pria merasa dirinya belum mampu atau belum siap jika harus berkomitmen menjalin hubungan yang sebenarnya.

Sebab itu dirinya selalu menghindar dan menunda jika ada seseorang yang mengajaknya untuk menikah.

Exit mobile version