Site icon nuga.co

Kalau Dekor Kamar Tidur Ngawur

Coba cermati kamar tidur Anda. Teliti dengan hati-hati apakah ada yang salah dalam penataan dekorasinya. Coba perhatikan letak ranjang, meja kecil, sofa atau lemari. Berantakan?

Kalau tidak coba lagi telusuri posisinya. Kenapa terkesan sempit dan awut-awutan. Jangan dulu memvonis. Yang perlu evaluasi dengan cermat dan rasional. Kemudian kaitkan dengan kebiasaan Anda yang susah tidur. Mungkin ada unsure “causlitas”nya, atau sebab akibatnya.

Nah, kalau memang ada sebab akibatnya tatalah kembali dekorasi yang ngawur itu.

Untuk melakukan penataan ulang ini situs terkenal yang mengkhususkan diri pada dekorasi, “elledecor.com” membimbing Anda dengan sarannya yang actual

Menurut artikel yang dipublikasikan Elle Decor, dekorasi kamar memang sangat bergantung pada selera dan kebutuhan pemiliknya. Namun, para dekorator sudah menemukan formula yang mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Pertama-tama, sesuaikan warna kamar tidur dengan warna yang mampu membuat suasana di dalam kamar tersebut tenang dan nyaman. Tidak ada satu warna yang mampu cocok bagi semua orang.

Namun, desainer Delphine Krakoff merekomendasikan warna putih yang menenangkan, krem, dan abu-abu pucat untuk mendapatkan efek tenang tersebut. Di sisi lain, desainer Aurelien Gallet justeru lebih terik dengan penggunaan warna-warna gelap, seperti biru atau aubergine (ungu tua).

“Kamar tidur adalah ruang paling pribadi. Anda sebaiknya menggunakan apa pun yang membuat Anda bahagia, meski warnanya merah menyala,” ujar desainer Michelle Nussbaumer.

Pandangan Nussbaumer memang berbeda. Namun, menggunakan apa yang Anda suka pun mampu membuat hati Anda tenang, bukan?

Kedua, berinvestasilah pada tempat tidur, khususnya matras, berkualitas baik dan tahan lama. Beberapa waktu lalu, Kompas.com mengunjungisebuah acara peluncuran matras. Matras yang ditawarkan memang sangat nyaman. Ketika dicoba, matras tersebut mampu mengisi dan menopang lekuk-lekuk tubuh. Hanya saja, harganya berkisar di atas Rp 10 juta.

Memang, jumlah nominal untuk matras tersebut besar. Namun, coba hitung berapa kali Anda membeli matras setiap tahunnya. Tanpa terasa, Anda mungkin sudah menggunakan matras selama 10 tahun. Untuk itu, pertimbangkan bersama pasangan Anda dan hindari berbagai masalah persendian dengan matras berkualitas.

Ketiga, buatlah kamar tidur Anda menjadi zona bebas teknologi. Sebaiknya, hindari menaruh televisi di dalam kamar tidur.

Seperti dikutip Elle Decor, Nussbaumer memaparkan sebuah penelitian yang membuktikan bahwa orang yang menonton televisi sebelum tidur tidak bisa tidur dengan baik.

“Jauhkan juga diri Anda dari ponsel, tab, maupun komputer, apalagi peralatan home gym,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika tidak mungkin membuat ruang kerja untuk menyimpan ponsel, tab, dan komputer, buatlah sudut kerja di dalam kamar dan “hormati” batasan antara waktu beristirahat dan bekerja di dalam rumah.

Keempat, gunakan pencahayaan yang tepat. Anda tentu akan sulit beristirahat sembari lampu menyorot mata Anda. Gunakan lampu di sisi tempat tidur, manfaatkan dimmer agar Anda mampu menyetel tingkat keterangan lampu, serta gunakanlah gorden untuk menghalangi cahaya dari luar ruangan.

Kelima, pastikan Anda nyaman di dalam kamar tidur. Selain bantal dan seprai berkualitas baik, sediakan pula minuman, krim tangan, wewangian, dan bahkan foto keluarga untuk membuat tidur Anda lebih nyaman.

Exit mobile version