Site icon nuga.co

Ingin Enjoy? Tidurlah di Sisi Kiri Ranjang

Benarkan tidur di sisi kiri ranjang akan memiliki pandangan positif, punya banyak teman, menyukai pekerjaan dan penggembira?

Itulah kesimpulan dari survei terbaru produsen tempat tidur Sealy

Survei ini bukan hanya dimaksudkan untuk promosi tempat tidur buatannya, tapi untuk menjawab rumor yang selama ini “hidup’ di masyarakat.

Nah, berdasarkan survei ini tak ada salahnya untuk memilih sisi sebelah kiri ranjang bila ingin mendapati manfaat kesehatan mental yang lebih banyak.

Survei Sealy UK menunjukkan, mereka yang mendapati dirinya terbangun di sisi kiri ranjang, lebih mungkin untuk mendapatkan suasana hati yang baik di pagi hari dan menyukai pekerjaan mereka.

Bukan hanya itu, sebanyak mereka juga lebih mungkin untuk memiliki pandangan yang positif tentang hidup serta lebih mungkin untuk memiliki banyak teman baik bila dibandingkan dengan mereka terbangun di sisi kanan ranjang.

Kesimpulan ini didapat setelah tim peneliti Sealy UK mengevaluasi lebih seribuan orang di Inggris dan melihat hubungan antara sisi tempat tidur dengan suasana hati, kesuksesan, dan pandangan dunia.

“Jumlah responden memang terbilang sedikit. Tapi, penelitian ini sebenarnya lebih menyoroti sebuah tren yang menarik; benarkah tidur di sisi kiri ranjang akan lebih bermanfaat?” kata Neil Robinson, ahli tidur dari Sealy UK dalam sebuah talkshow.

Namun Robinson menekankan, mendapati waktu tidur yang cukup tetap menjadi cara terbaik untuk merasa bahagia di pagi hari.

Sebuah studi lainnya di Amerika Serikat yang berkaitan dengan tidur menemukan cara yang cukup efektif dan terbilang mudah untuk meningkatkan kesuburan para pria.

Para peneliti mendapati, pria yang rutin tidur tanpa busana di malam hari dan mengenakan celana dalam berjenis boxer di siang hari, mengalami peningkatan dalam kualitas sperma yang berperan dalam proses reproduksi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh US National Health Institute of Child Health and Human Development bersama Stanford University di California.

Dipresentasikan dalam konferensi tahunan American Society for Reproductive Medicine pada bulan lalu di kota Baltimore.

Untuk mendapati kesimpulan tersebut, tim peneliti melakukan penelitian selama dua belas bulan dan melibatkan lima ratus peserta pria.

Mereka menganalisa pilihan pakaian para responden pada siang dan malam hari lalu dikaitkan dengan kualitas sperma.

Mereka mendapati, orang-orang yang mengenakan celana dalam berjenis boxer di siang hari dan tidur tanpa busana, memiliki risiko dua puluh lima lebih rendah mengalami fragmentasi DNA dalam sperma yang dapat mempengaruhi kualitas sperma, dibandingkan dengan laki-laki yang biasanya mengenakan pakaian dan celana dalam ketat selama siang dan malam.

Dengan kata lain, pakaian yang terlalu ketat dapat memengaruhi kualitas sperma dan mengurangi kemungkinan keberhasilan reproduksi.

“Bagi para pria yang menginginkan anak atau sedang menjalani program kehamilan dengan pasangan, jenis pakaian yang dikenakan pada siang hari dan malam ternyata berhubungan langsung dengan kualitas sperma.
Sehingga pilihan pakaian harus diperhitungkan,” kata Dr Katherine Sapra, penulis utama studi tersebut.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa paparan panas dan pakaian ketat memiliki dampak negatif pada kesuburan, karena bisa menghancurkan bagian dari sel sperma.

Walau begitu, studi ini merupakan yang pertama karena menghubungkan antara pilihan pakaian, pada siang atau malam, dengan kualitas sperma.

Mungkin kedengarannya aneh, tetapi Anda dapat memulai kebiasaan tidur tanpa mengenakan busana mulai dari sekarang. Sebab, ternyata tidur tanpa busana menyimpan beragam manfaat bagi kesehatan.

Mengutip situs Cosmopolitan, setidaknya ada lima manfaat yang dapat Anda rasakan dari tidur tanpa mengenakan busana. Pertama, area kewanitaan Anda akan mendapatkan udara segar.

Bagaimana tidak, pakaian dalam yang ketat, busana yang berkeringat, serta mengenakan busana sepanjang hari dapat menyebabkan bakteri berkembang dan memicu infeksi.

Kedua, tidur tanpa busana dapat menurunkan tingkat stres Anda. Menurut The Huffington Post, tidur dengan keadaan telanjang akan menurunkan kadar hormon kortisol penyebab stres. Sekresi kortisol aktif ketika Anda berada dalam tekanan. Waktu tidur adalah waktu ketika tubuh benar-benar istirahat dan kortisol berada pada kadar paling rendah.

Ketiga, Anda akan tidur lebih nyaman dan nyenyak. Saat Anda tidur, temperatur tubuh akan menurun secara alami sebagai bagian dari ritme sirkadian saat tidur nyenyak. Tidur mengenakan busana atau piyama dapat mengganggu aktivitas ini.

Selanjutnya, tidur tanpa busana pun dapat memperkuat kemesraan Anda dengan pasangan. Selain tidur di ranjang yang sama dengan pasangan, tidur tanpa busana pun dapat meningkatkan keintiman yang berujung pada hubungan seks.

Terakhir, tidur dengan tidak mengenakan busana dapat membuat Anda tampil lebih segar.
Tidur dengan suhu tubuh dan keadaan hangat hingga panas dapat mengganggu pelepasan hormon melatonin dan antipenuaan dari tubuh Anda. Tidur dalam keadaan tanpa busana akan menormalkan suhu tubuh dan pelepasan hormon.

Exit mobile version