Site icon nuga.co

Bercinta Bukan Hanya Aktifitas Kesenangan

Bercinta?

Jangan menilainya sebagai aktifitas “kesenangan.”

“Kegiatan  bercinta bukan hanya  sebatas pelampiasan hawa nafsu atau rasa cinta. Bercinta ternyata tidak hanya membuat fisik kita lebih sehat dan lebih kebal terhadap serangan beberapa penyakit, namun juga membantu menjaga kesehatan psikis setiap orang yang melakukannya.,” tulis laman kesehatan “mirror,” Rabu, 10 Agustus 2016.

Manfaat seks untuk kesehatan psikis dan fisik manusia seperti disampaikan oleh sejumlah pakar dari seluruh dunia akan mampu mengusir stres

Sebuah studi dalam jurnal Biological Psychology menyimpulkan bahwa mereka yang melakukan aktivitas bercinta pada saat malam hari akan lebih segar dan bahagia keesokan paginya. Ini membantu mereka tampil dan bekerja lebih baik, serta mengurangi potensi stres yang kerap berujung depresi.

Selain itu menjadi solusi tidur nyenyak. Sebuah studi yang dilaksanakan oleh French Medical Reserach Council, Inserm pada empat tahun  lalu membuktikan bahwa seks adalah solusi tepat untuk membuat seseorang lelah dan bisa tidur dengan nyenyak.

Sejumlah penelitian lainnya membuktikan bahwa seks dapat membantu seseorang menahan rasa lapar lantaran sudah merasa puas dari orgasme.

Saat orgasme, tubuh mengeluarkan phenethylamine, zat yang merupakan amphetamine alami dalam tubuh. Zat ini mampu membuat orang tidak lagi lapar dan sudah merasa puas apa adanya.

Sejumlah ilmuwan dari Wilkes University di Pennsylvania, Amerika Serikat mengatakan bahwa bercinta mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mana juga turut membantu tubuh lebih kuat menghalangi virus seperti flu untuk masuk ke dalam.

Riset terbaru seperti ditulis dalam jurnal Experimental Biology and Medicine menyatakan bahwa orgasme hasil bercinta mampu bekerja sebagai painkiller atau penghilang rasa sakit untuk penderita migrain, sakit tulang punggung, pusing, nyeri pada kaki dan lainnya.

Sementara itu, para peneliti di New England Research Institute, Massachusetts, Amerika Serikat menegaskan bahwa aktivitas bercinta dapat membantu seseorang menghindar dari potensi sakit atau serangan jantung.

Mereka yang melakukannya dua kali seminggu memiliki empat puluh lima persen resiko lebih kecil untuk mengalami penyakit seputar jantung dibandingkan mereka yang tidak melakukannya sama sekali.

Sebuah penelitian lainnya yang dipaparkan dalam British Journal of Cancer pada enam tahun silam menjelaskan bagaimana aktivitas bercinta mampu membantu seseorang melawan penyakit kanker payudara pada wanita dan juga pada pria.

Pria yang hanya enam kali orgasme atau kurang dalam sebulan memiliki resiko tinggi penyakit tersebut.

Sama halnya dengan pria, wanita yang hanya melakukan hubungan seks sekali sebulan sangat rentan akan kanker payudara.

Para ilmuwan di Royal Edinburgh University memberitahukan hasil penelitian mereka terkait seks. Menurut mereka, seseorang yang melakukannya empat  kali dalam kurun waktu seminggu akan terlihat sepuluh kali lebih muda.

Seks bisa melepaskan keresahan.

ara peneliti dari Scotlandia menemukan bahwa orang-orang yang tidak memiliki kehidupan seksual lebih berat menghadapi situasi sulit, dibanding mereka yang berhubungan seksual minimal dua minggu sekali.

Hal ini karena pada saat berhubungan seks, otak melepaskan hormon yang pembuat rasa senang, seperti endorfin dan oksitoksin. Inilah yang membuat orang yang rutin berhubungan seks merasa lebih tenang dan santai.

Pria yang berhenti berhubungan seks kehilangan pelindung mereka terhadap kanker prostat. Sebuah penelitian yang dipresentasikan oleh Asosiasi Urologi Amerika menemukan bahwa pria yang rutin berhubungan seks memiliki risiko terkena kanker prostat dua puluh persen lebih rendah.

Alasannya?

Ejakulasi yang teratur bisa mengeluarkan zat-zat berbahaya dari prostat.

Tidak berhubungan seks memang mengurangi paparan kuman, namun sayangnya hal ini juga menurunkan imunitas tubuh Anda.

Para peneliti dari Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan bahwa orang-orang yang berhubungan sekali atau dua kali seminggu mendapatkan tiga puluh persen tambahan immunoglobulin, dibanding mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah berhubungan seks.

Hampir delapan puluh persen infeksi saluran kemih terjadi dalam rentang waktu dua puluh empat jam setelah seseorang berhubungan seksual. Ketika berhubungan seks, bakteri-bakteri di vagina bisa jadi tertekan masuk ke dalam saluran kemih, sehingga menyebabkan infeksi.

Jadi bagi para wanita, ketika Anda berhenti berhubungan intim, risiko terkena penyakit infeksi juga berkurang.

Tidak berhubungan seksual akan berakibat buruk pada kebahagiaan, kedekatan, dan keamanan hubungan Anda.

“Berada dalam pernikahan tanpa seks bisa merusak percaya diri, menciptakan perasaan bersalah, dan menurunkan level oksitosin dan hormon cinta lainnya,” ujar Les Parrott, PhD, seorang psikologi dan penulis dari Saving Your Marriage Before It Starts.

“Hal ini juga bisa meningkat ketakutan bahwa salah satu dari Anda akan mencari penyaluran seksual di tempat lain, yang akan menciptakan suatu paranoia,” jelasnya lagi.

Namun, Parrot juga menekankan bahwa pasangan yang tidak berhubungan seks tidak bisa bahagia.

Menurutnya, seks hanyalah salah satu cara penyampaian rasa cinta. Berciuman, berpelukan, dan saling memuji dan memberi hadiah juga bisa menciptakan ikatan emosional dengan pasangan.

Prinsipnya bisa dibilang ‘gunakan atau hilang’. Pria yang jarang berhubungan seks dua kali lipat lebih mungkin mengalami disfungsi ereksi, dibanding pria yang bericnta sekali seminggu atau lebih.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Amerikan Journal of Medicine hal ini dikarenakan penis pada dasarnya adalah otot. Hubungan seks yang teratur akan menjadi kekuatan penis, sama halnya berolahraga yang teratur akan mengencangkan otot tubuh Anda.

Wanita bisa merasa depresi semakin lama mereka tidak berhubungan seksual, lapor sebuah studi dari Archives of Sexual Behavior.

Namun perasaan murung ini ternyata bukan karena kurangnya seks, karena hal yang sama juga dialami oleh wanita yang selalu berhubungan seks menggunakan kondom.

Para peneliti mengatakan beberapa zat yang ada di dalam semen, seperti melatonin, serotonin, dan oksitoksin, bisa jadi berfungsi sebagai pendongkrak suasana hati bagi wanita.

Kehilangan zat-zat inilah yang membuat wanita yang tidak lagi berhubungan seks menjadi mudah murung.

Exit mobile version