Site icon nuga.co

“High” Frekuensi Bercinta Hindari Selingkuh

Benarkah  tingginya frekuensi bercinta setiap pasangan bisa menghindari perselingkuhan?

“Bisa,” tulis seorang psikolog seksual.

Menurutnya, untuk mempertahankan rumah tangga, Anda dan pasangan perlu terus bercinta.

Ketika Anda merasa bosan, maka pasangan juga akan merasa hal yang sama

Lantas bagaimana caranya membangun gairah seks seperti pasangan yang baru menikah?

“Bisa  mewujudkan fantasi seks, dengan masing-masing bercerita bagaimana menjalin hubungan yang erotis,” ujarnya

Bercinta menimbulkan energi yang positif.

Dalam penelitian, sering bercinta, lebih bahagia, jadi dia enggak akan sibuk mengurusi orang lain apalagi selingkuh

Tidak seharusnya berhubungan seks menjadi aktivitas yang mengecewakan.

Jika merasa bosan melakukan gaya yang itu-itu saja, Anda dan pasangan dan mencari gaya lain agar lebih bervariasi.

Andalah yang menciptakan kehidupan seks yang memuaskan.

Bukan orang lain, film, atau novel-novel erotis yang menyajikan banyak hal yang menurut kita mengasyikkan.

Selain itu tak ada salahnya menambahkan sering bercinta dalam resolusi Anda.

Ingatlah bahwa seks itu sehat dan membantu pasangan bersantai.

Jangan alpa menuliskan jadwal bercinta.

Meskipun ini tidak terdengar sangat romantis dengan menuliskan hari seks di kalender, ini bisa menjadi cara yang baik untuk mengingatkan Anda memiliki waktu satu sama lain.

Tak semua orang melakukannya. Namun, apabila Anda pasangan yang senang tantangan yang bergairah ini bisa menyenangkan.

Jika romantisme antara Anda dan pasangan perlahan redup, bicarakan baik-baik pokok permasalahannya.

Terapi Seks Relate Inggris, Denis Knowless mengatakan, banyak pasangan yang tidak mau terus terang tentang perasaan yang sebenarnya.

Yang terjadi, aktivitas ranjang pun tidak mereka lakukan.

Bahkan ada pasangan yang pilih pisah ranjang sementara waktu.

Meski orang merasa sulit berbicara tentang seks dengan pasangan mereka, kondisi itu bisa jadi kunci meningkatkan aspek penting dari kehidupan mereka bersama-sama.

“Ini bisa berefek pada hubungan kita dan cara kita menilai diri kita sendiri,” kata Denis dikutip dari situs Daily Mail

Menurut Denis, langkah pertama untuk meningkatkan kualitas seks Anda dan pasangan adalah berbicara jujur tentang apa yang Anda inginkan dari kehidupan seks tersebut.

Terpenting, saling mendengarkan keinginan satu sama lain.

Selain itu pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Anda dan pasangan memiliki kehidupan seks yang cukup?

Jika demikian, Anda tidak sendirian.

Kebanyakan pasangan berpikir, “Apakah kehidupan seks kami normal?”.

Di beberapa titik dalam hubungan, ada kalanya pasangan tidak memiliki hasrat dalam berhubungan atau kurang aktif dalam urusan bercinta.

Bahkan ada juga yang merasa jika terlalu sering melakukan aktivitas seks dianggap tidak normal.

Sebuah studi yang dilakukan di University of Toronto telah menemukan, kunci untuk pemenuhan seksual tidak terletak pada frekuensi banyaknya Anda dan pasangan melakukan hubungan seks, melainkan pada kekuatan komunal seksual.

Kekuatan komunal seksual adalah ketika setiap pasangan memprioritaskan kebutuhan hasrat seksual satu sama lain. Di mana mereka saling memuaskan.

Menurut para peneliti, ini tidak ada hubungannya dengan berapa sering kegiatan seksual dilakukan.

Anda harus ingat bahwa Anda dan pasangan memiliki tingkat libido yang berbeda. Karena itu Anda harus menganggap pasangan sebagai rekan satu tim di atas ranjang.

Jangan pernah berpikir hanya Anda yang terpuaskan, tapi juga mesti memikirkan pasangan.

Semakin baik kualitas bercinta yang dirasakan, menurut peneliti menjadi tanda Anda dan pasangan memiliki kualitas seks yang baik.

Seperti dikutip dari Everyday Health,  meski Anda selalu berpikir sudah cukupkah kehidupan seks Anda, Anda yang lebih mengetahuinya. Karena kebutuhan libido tidak bisa diukur. Tak ada kurang atau lebih

Exit mobile version