Site icon nuga.co

Hai Wanita Kurang Subur Pilihlah Pria Muda

Anda wanita empat puluhan? Belum kawin? Tidak bekerja? Kalau iya, carilah lelaki atau pria muda untuk pasangan hidup dan Anda pasti akan lebih cepat memiliki anak.

Sebagai wanita, secara keseluruhan dibanding pria, Anda juga harus menyadari bahwa wanita itu ternyata kurang subur dibanding pria.

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat juga menegaskan wanita yang tidak memiliki pekerjaan di masa muda, cenderung memiliki lebih sedikit anak dibandingkan wanita yang bekerja.

Para peneliti di Princeton University menggunakan lebih dari seratusan juta catatan kelahiran di Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa, wanita dengan tingkat pengangguran yang lebih tinggi di awal dua puluhan memiliki sedikit anak.

Studi sebelumnya menemukan bahwa, menganggur memiliki dampak jangka pendek pada kesuburan wanita. Ini dapat terjadi karena sugesti yang ditimbulkan saat mereka sadar sumber daya keuangan untuk mendukung anak mereka kurang.

“Kenaikan satu poin pada persentase dalam tingkat pengangguran rata-rata yang dialami wanita mengurangi kesuburan jangka pendek perempuan di usia ini,” menurut penelitian, yang diterbitkan dalam prosiding National Academy of Sciences.

Seperti dilansir Torontosun, penemuan ini juga melihat adanya efek jangka panjang yang lebih besar lagi. Ini terjadi saat wanita sudah memasuki usia empat puluhan.

“Para ahli telah meneliti hubungan antara kesuburan dan pengangguran selama lebih dari satu abad. Tetapi tidak diketahui apakah efek negatif ini terus berlangsung, karena perempuan hanya dapat menunda masa subur untuk menyambut kondisi ekonomi yang lebih baik,” kata studi tersebut.

Dengan menjalin hubungan dengan pria yang lebih muda mungkin menguntungkan di sisi psikologis. Selain itu, sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan bahwa wanita berusia empat puluhan lebih mudah hamil dengan pasangan yang lebih muda.

Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memang memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda, seperti dikutip dari laman Daily Mail. Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang.

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang menikahi pria lebih muda. Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei tentang sikap mereka terhadap seks. Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda.

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi.

“Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks.

Studi yang dipresentasikan di konferensi American Society for Reproductive Medicine menemukan bahwa, kemungkinan untuk hamil akan merosot tajam pada wanita berusia matang yang berhubungan dengan pria lebih tua.
Dr. Michael Dahan dari McGill University di Montreal mengatakan, telur wanita muda dapat memperbaiki kecacatan materi genetik sperma. Namun, saat seorang wanita mencapai usia empat puluhan, kemampuan tersebut akan menurun.

Seperti dilansir Dailymail, Dr. Dahan bersama tim peneliti dari Kanada percaya bahwa, masalah ini terjadi karena faktor penuaan. Tidak hanya pada wanita, sperma yang dihasilkan laki-laki di usia empat puluhan tahun ke atas juga menurun kualitasnya.

Mereka mempelajari enam ratusan wanita berusia empat puluhan tahun menggunakan inseminasi bayi tabung atau In Vitro Fertilization. Pasangan mereka berkisar antara usia muda hingga manula. Kemudian ditemukan bahwa pasangan dengan rata-rata usia prianya empat puluh tiga tahun setengah tidak dapat memiliki bayi.

Exit mobile version