Site icon nuga.co

Cara Meredam Suara Bising di Rumah

Apakah Anda termasuk salah seorang yang membuat perencanaan akhir tentang kebisingan kala membangun dan mendesain rumah?

Mungkin iya.

“Kebisingan  menjadi hal terakhir yang Anda inginkan sebagai perencanaan.”

Biasanya, suara berasal dari masalah atau malah menimbulkan masalah.

Anda, mungkin tidak menyadari  suara musik di kamar tidur remaja atau suara kereta lewat membuat  Anda sulit untuk tidur.

Mungkin tetangga di apartemen sebelah mengeluh bahwa ia dapat mendengar TV Anda melalui dinding.

Timbulnya suara membuat kebanyakan orang bingung. Terlebih jika kontraktor dan pengembang kurang memprioritaskan untuk berkonsultasi untuk memastikan rumah dan apartemen terdengar menyenangkan.

Beruntung, bagi individu sehari-hari, pemahaman sederhana tentang masalah suara dapat diatasi dengan mudah.

Suara di sebuah ruangan memiliki empat hubungan utama dengan permukaan ruangan itu.

Suara dapat diredam, ditransmisikan, dipantulkan, atau disebarkan. Bahan peredam meliputi tirai tebal atau karpet.

Sementara transmisi suara berarti bahwa suara memasuki ruang lain dengan melewati permukaan.

Ruangan yang menimbulkan suara perlu menyeimbangkan antara peredaman, refleksi, dan diusir.

Tujuannya untuk membuat kamar yang menyenangkan dan mengurangi transmisi ke kamar lain.

Terlalu banyak peredaman dapat membuat ruangan terdengar kusam dan tak bernyawa. Terlalu banyak refleksi dapat membuat kamar kecil terasa berisik dan tidak menyenangkan.

Terlalu banyak difusi dapat membuat Anda sulit untuk melokalisasi dari mana suara berasal.

Sebuah rumah yang terdengar baik tidak sama seperti ruang konser yang terdengar baik. Rumah yang terdengar baik merupakan sebuah rumah dengan profil sonic memenuhi kebutuhan penghuninya.

Untuk meminimalisasi suara ada pertimbangan tertentu yang perlu diingat ketika memilih atau renovasi rumah Anda.

Bahkan jika rumah terletak di jalan berisik atau di samping jalan raya, Anda dapat menemukan kesunyianan di dalamnya.

Cara pertama, adalah mengurangi jendela. Meski ketika ditutup, jendela dapat menghantarkan suara dari luar.

Ruang besar dengan jendela dua lantai mungkin bukan ide yang baik jika lingkungan sekitar rumah Anda berisik.

Namun tirai tebal dapat membantu menjaga suara keluar.

Bahan eksternal juga memainkan peran besar dalam mitigasi kebisingan, misalnya bata atau batu, bahkan veneer.

Selain itu, Anda dapat membentuk lanskap untuk membantu menahan suara.

Sederet pepohonan dengan dedaunan yang tebal menjadi penghalang suara yang efektif.

Beberapa masalah bising di rumah dapat dengan mudah diatasi dengan mempertimbangkan berbagai jenis material, seperti pintu, jendela, dan lantai.

Kaca atau pintu bergaya Perancis mungkin dapat membiarkan banyak cahaya masuk, tetapi mereka kurang dapat menjaga suara keluar.

Pintu geser kayu bahkan lebih buruk karena mereka tidak menempel dengan ketat pada dinding sekitarnya.

Sedangkan untuk lantai, kayu dan ubin lantai mungkin mewah, tetapi dapat menghantarkan suara lebih baik dan membuat kamar kecil lebih bising dengan adanya pantulan suara yang kuat.

Lantai kayu dapat menciptakan suara berderit ketika usianya sudah panjang. Pertimbangkan untuk menggunakan karpet pada lantai kayu.

Kebutuhan peredaman suara pasangan muda jauh berbeda dari keluarga dengan empat anggota dan anak kecil.

Setiap orang tua tahu betapa pentingnya melacak suara bising untuk melindungi anak-anak.

Dengan demikian, memiliki kamar tidur utama di lantai terpisah dari kamar tidur lainnya dapat membuat pemantuan terhadap anak-anak sulit.

Perlu diingat, bayi dan anak kecil dapat terbangun karena kebisingan di jalanan atau derasnya air di kamar mandi.

Namun, hal ini dapat dengan mudah dihindari dengan memindahkan mereka ke kamar lebih jauh dari sumber kebisingan.

Misalnya, lebih dekat ke halaman belakang atau jauh dari kamar mandi.

Pastikan sistem suara di kamar remaja tidak bertentangan dengan dinding yang bersebelahan dengan kamar anak yang lebih muda.

Di luar anak-anak, pertimbangkan ruangan seperti rumah kantor. Sebuah rumah kantor yang menghadap ke jalan atau terletak di sebelah ruang televisi bisa membuat pekerjaan sulit selesai.

Pertimbangkan untuk mengalihkan kantor yang berisik ke kamar tidur tamu yang lebih tenang namun jarang digunakan.

Televisi dan stereo seringkali merupakan sumber kebisingan yang paling menyebalkan.

Sebuah TV yang dipasang di dinding antara dua kamar tidur jauh lebih terdengar di ruangan lain daripada jika pintu itu bebas berdiri sendiri.

Televisi yang dipasang di dinding mungkin terlihat bagus dan menghemat ruang, namun sumber suara di dinding memungkinkan suara ditransmisikan dan diperkuat melalui dinding tersebut.

Salah satu situasi yang sangat sulit saat ini adalah konsep terbuka. Konsep terbuka memang nyaman untuk bergerak cepat di antara kamar, tapi bisa menjadi mimpi buruk bagi orang yang sensitif terhadap suara.

Konsep terbuka yang umum melibatkan satu ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang saling berhubungan.

Jika ruang makan dan ruang tamu hanya digunakan untuk hiburan, ini bisa meredam suara untuk rumah lainnya.

Namun, jika televisi berada di ruang tamu, suaranya dapat tumpang-tindih saat kegiatan masak-memasak di dapur tengah berlangsung.

Meski demikian, ini tidak berarti bahwa denah terbuka adalah jalan buntu untuk menciptakan ruang yang tidak bising.

Menambahkan karpet lebar pada lantai kayu keras dapat mengurangi jumlah suara di ruangan karena pantesan lebih sedikit terjadi.

Gorden tebal akan menyerap suara dari luar maupun di dalam. Jika kebisingan terlalu banyak, pertimbangkan untuk menambahkan partis

atau memasang pintu di antara spasi yang sebelumnya dibiarkan terbuka.

Exit mobile version