Site icon nuga.co

“Blazer,” Trend Busana “Hijaber” Masa Kini

Komunitas “hijabers,” kaum perempuan yang mengenakan hijab, makin banyak dan makin trendy. Paduan antara “hijab” dan busana tertutup kini makin disenangi oleh para artis dan mereka berduyun-duyun untuk mengenakannya.

Memang ada bermacam alasan, menurut pribadi masing-masing sebeleum benar-benar memutuskan ber “hijab.” Itu dialami oleh seorang Inneke Koesherawati dulunya, dan kini dialami oleh Dewi Sandra.

Terlepas dari apa pun alasannya, Keke Kirani, yang juga sudah ber”hijab” mengungkapkan dengan terus terang nyaman. Ia mengatakan, kenyamanannya bukan hanya dari sisi pakaian tapi juga kehdiupan sosial Hal itu juga di benarkan oleh Pegi Melati Sukma, yang beberapa waktu lalu beralih memakai “hijab.”

Tentu, terlepas dari personal pemakainya, busana tertutup yang dikenakan para hijabers memang fashionable.

Busana ini berkembang dengan cepat bersamaan dengan munculnya para perancang yang mengemasnya dalam trend baru.

Kini, untuk memberi contoh, busana yang sedang digandrungi oleh para hijabers bukan gamis atau kaftan lagi. Untuk tampil stylish, yang tengah jadi tren adalah memadupadankan dengan outer seperti blazer atau cape.

Tren padu-padan dengan outer ini diungkapkan oleh fashion blogger sekaligus desainer muda Suci Utami dan fashion stylist yang juga pemenang Hijab Hunt 2012, Sheela Alaztha. Keduanya sepakat memakai outer seperti blazer dan cape banyak dipilih karena menjadi alternatif baru dalam pemakaian busana muslim.

“Sekarang ini anak muda nggak mau pakai jilbab yang bikin mereka jadi kayak orangtua,” ujar Sheela yang mengenakan hijab sejak 2011.

Dari keinginan itulah timbul melakukan padu-padan dengan berbagai jenis busana. Model tumpuk pun banyak dipilih hijabers, seperti memakai dress panjang tanpa lengan dengan cape dan syal. Pilihan lainnya bisa juga memakai celana harem, blouse atau kaos dan blazer.

Tren mix and match dengan blazer atau cape ini menurut Suci, berkembang juga karena kehadiran fashion blogger muslimah seperti Ascia AKF dan Dina Toki-O. Keduanya kerap mengenakan dua jenis outer tersebut dalam berbusana.

Desainer Indonesia Barli Asmara yang baru saja merilis label busana muslim B By Barli Asmara mengungkapkan mix and match bisa jadi pilihan tepat untuk tampil fashionable. Namun dalam melakukan mix and match ini, ada satu hal yang tetap perlu diperhatikan para hijabers.

“Untuk yang berhijab bisa lebih dipilih sizenya agak lebih besar agar bentuk badan tidak terlalu terlihat. Pilih kerudung yang lebih simple, supaya terlihat lebih segar,” saran Barli.

Desainer busana muslim asal Bandung Anggia Handmade juga punya tips untuk hijabers yang ingin tampil stylish dengan blazer. Dia menuliskan tipsnya tersebut dalam buku terbarunya Blazer for Muslimah. Salah satu tips yang diberikan Anggia adalah tips padu-padan blazer untuk hang out bersama teman tanpa harus tampak berlebihan.

Ia menyarankan memakai atasan two tone dengan paduan hitam dan biru. Jika biru merupakan warna yang mendominasi berarti bisa memakai hitam sebagai bawahannya dan kerudung biru. Sebagai tambahan, Anggia menyarankan menambahkan bunga rajut sebagai pemanis.

Exit mobile version