Site icon nuga.co

Apakah Anda Orang Muda Perfeksionisme?

Laman situs media terkenal dunia “new york post,” dalam edisi terbarunya menulis tentang kebanyakan orang muda pada masa kini prefeksionesme

Faktor utamanya adalah tingginya tuntutan hidup

Ini menyebabkan mereka sulit beristirahat dengan tenang.

Riset yang diterbirkan dalam Psychological Bulletin memaparkan bahwa generasi milenial mengukur semua hal dengan standar terlalu tinggi dari generasi sebelumnya.

Pemimpin riset Thomas Curran dan Andrew Hill meneliti lebih dari empat puluh ribu mahasiswa Amerika, Inggris dan Kanada, berusia delapan belas hingga dua puluh lima tahun

Riset menemukan bahwa sebagian besar dari mereka menunjukkan tanda-tanda apa yang mereka sebut “perfeksionisme multidimensional”.

Ini menandakan bahwa generasi milenial terlalu mengharapkan kesempurnaan yang didorong oleh harapan yang tidak realistis.

Para periset berpikir kecenderungan ini dapat menjelaskan tingkat masalah mental.

Seperti yang dilaporkan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO masalah ini mencakup usia kelompok remaja, termasuk kecemasan, depresi dan gangguan makan.

Riset yang menganalisis data mahasiswa akhir tahun delapan puluhan sampai akhir dua tahun lalu  ini menemukan bahwa orang dewasa muda saat ini merasakan tekanan yang jauh lebih tinggi.

Mereka juga cenderung menilai orang lain dengan standar yang tajam.

Curran dan Hill percaya bahwa media sosial bersamaan dengan tekanan kuat dari masyarakat terhadap kemandirian dan penghargaan akan prestasi menjadi penyebabnya.

Media sosial juga membuat kita menjadi sering membandingkan hidup dengan orang lain yang terlihat lebih sukses.

Penyebab hal ini juga terletak pada cara orangtua mendidik.

Menurut periset, orang tua saat ini selalu menekankan ‘persetujuan orang lain atau perbandingan sosial’ yang pada gilirannya, dapat menjadi bumerang pada keturunan mereka yang malang.

Memasang standar hidup atau harapan yang melebihi kemampuan memang tidak baik bagi kondisi mental, ini tidak hanya berlaku bagi generasi muda saja.

Memang, menjadi seorang perfeksionis tidak selalu buruk

Karena bagaimana pun, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Anda memang harus selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, namun bukan berarti Anda harus menjadi begitu terobsesi untuk meraihnya.

Nah,  ada beberapa  tanda bahwa Anda adalah seseorang yang perfeksionis, baik itu dalam pekerjaan ataupun kehidupan sehari-hari, seperti dilansir Magforwomen.

Anda selalu meletakkan seratus persen konsentrasi pada pekerjaan, dan pada akhirnya Anda selalu menyalahkan diri sendiri karena hasil yang kurang maksimal.

Anda juga selalu berpikir bahwa Anda bisa melakukannya lebih baik lagi. Sikap ini juga berlaku ketika Anda sedang menghakimi kualitas pekerjaan orang lain dan merasa itu tidak memuaskan bagi Anda.

Anda selalu memiliki dorongan untuk mengungguli orang lain. Singkatnya, Anda selalu ingin keluar sebagai pemenang atau yang terbaik dalam segala hal.

Sifat semacam ini memang manusiawi, namun seseorang tidak mungkin selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal. Tetapi jika Anda tidak bisa menerima kenyataan itu, Anda pasti seorang perfeksionis sejati.

Anda tidak pernah puas dengan pekerjaan yang Anda lakukan.

Setelah menyelesaikan suatu pekerjaan, baik itu yang sederhana atau pun rumit, Anda tetap mengomel tentang kesalahan dan kegagalan yang Anda buat.

Ini jelas bukan perilaku yang tidak sehat dan Anda pasti lah seorang perfeksionis karena Anda tidak bisa menerima kesalahan apa pun.

Seorang perfeksionis sangat gigih dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dia akan selalu fokus sampai akhir.

Sampai dia berhasil meraih sesuatu yang diinginkannya. Ini adalah salah satu sikap terbaik yang dimiliki oleh seorang perfeksionis.

Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, seorang perfeksionis akan berusaha untuk memeriksa pekerjaannya secara berulang-ulang, karena dia tidak ingin membuat kesalahan sama sekali.

Membuat kesalahan itu manusiawi, namun seorang perfeksionis ingin segalanya terlihat sempurna.

Bahkan, kesalahan kecil pun bisa membuat dia kehilangan kendali dan merasa frustrasi. Tak jarang, seorang perfeksionis mengalami perubahan suasana hati yang drastis karena terlalu mudah resah atas kegagalan yang dialaminya.

Jika Anda adalah seseorang yang tidak suka gagal atau salah, Anda tentu termasuk perfeksionis.

Inilah lima tanda bahwa Anda adalah seseorang yang perfeksionis, baik itu dalam pekerjaan atau pun kehidupan sehari-hari.

Sekali lagi, tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan gagal adalah bagian terpenting dalam kehidupan setiap manusia. Yang terpenting, setiap kali Anda gagal, Anda harus terus belajar untuk bangkit.

 

Exit mobile version