Site icon nuga.co

Anda Pernah Tahu Umur Kebahagiaan?

Anda pernah tahu umur berapa seseorang menemukan kebahagiaan?

Pertanyaan itu memang sulit untuk dijawab.

Tapi sebuah jajak pendapat yang pernah dilakukan di London, Inggris, menghasilkan pria dan wanita diketahui, benar-benar merasakan bahagis saat  memasuki usia empat puluhan.

“Mereka merasa mapan tanpa harus hutang sana-sini,” tulis “mirror,” Selasa, 19 April 2016

“Yang menarik dari penelitian ini adalah sebagian besar poin tertinggi di dalam kehidupan kita terjadi di usia empat puluhan,” kata Psikolog Donna Dawson yang juga dikutip oleh  Daily Mail

Donna menerangkan, kondisi ini terjadi karena saat usia dua puluh awal, kita baru saja lulus dari bangku kuliah dan mencari pekerjaan.

Selama menganggur, sedikit orang yang benar-benar membuka hati untuk menjalin sebuah hubungan yang serius dengan lawan jenis.

Barulah setelah mendapat pekerjaan yang pasti, mereka mulai berpikir menemukan cinta sejati.

“Di usia tiga puluhan, kita ingin memajukan karier yang sudah dirintis dan yakin tentang apa yang ingin dicapai. Pada akhirnya, membuat kita lebih percaya diri dan merasa puas,” kata Donna menerangkankan.

Kemudian muncul pertanyaan lain. Apakah dengan bahagia itu menjamin seseorang berumur panjang?

Jawabannya, seberapa bahagia Anda ternyata tidak terlalu mempengaruhi hidup jadi makin lama.

Hal ini seperti diungkapkan studi terbaru.

“Masih banyak yang percaya bila stres atau tidak bahagia bisa secara langsung menyebabkan sakit. Sebenarnya hal ini hanya karena sebab dan akibat,” kata salah satu penulis studi dari University of Oxford di Inggris, Richard Pete seperti dikutip laman Live Science

Menurut studi ini memang ketidakbahagiaan terkait meningkatkan risiko kematian lebih dini. Namun hal ini sebenarnya disebabkan kesehatannya tidak baik sehingga sehingga ia jadi tidak bahagia.

“Sakit membuat Anda jadi tidak bahagia, namun ketidakbahagiaan itu sendiri tidak membuat Anda jadi sakit,” kata peneliti Bette Liu dari University of New South Wales di Australia.

Dalam studi terhadap tujuh ratus  ribu wanita asal Inggris usia paruh baya, mereka menemukan kebiasaan tidak sehat seperti merokok terkait dengan ketidakbahagiaan.

Hal ini turut menemukan hubungan antara ketidakbahagiaan dengan kematian yang lebih cepat.

Sayangnya, penelitian ini hanya melibatkan wanita sehingga masih belum jelas apakah kesimpulan ini berlaku bagi pria juga.

Karena itu, peneliti masih membutuhkan penelitian lain pada pria dan wanita, anak dan orang tua untuk menemukan hubungan antara kebahagiaan dan kesehatan.

Dampak kebahagiaan lainnya adalah  jarang sakit.

Studi yang dilakukan profesor psikologi Wendy Birmingham dari Brigham Young University, Amerika Serikat, sekitar seperempat dari mereka yang diteliti menjawab jarang didatangi sakit

“Pandangan positif terhadap kebahagiaan memang ada juga yang negatif,” terang Birmingham.

Misalnya tidak bahagia dengan karirnya.

“Orang-orang dengan kasus di atas merupakan orang yang berkomitmen tentang hidup yang lebih baik. Namun ada banyak hal negatif, yang bisa berdampak memberi manfaat fisiologis,” papar Birmingham seperti dikutip laman Time.

Lalu, peneliti mengukur tekanan darah darah mereka setiap empat jam selama sehari.

Mereka yang memiliki pernikahan yang tidak terlalu bahagia tekanan darahnya tidak terlalu baik dibandingkan yang bahagia.

Exit mobile version