Site icon nuga.co

Alokasia, Tanaman Hias Idaman

Apakah Anda penggemar tanaman hias?

Kalau jawabannya iya, muncul pertanyaan berikutnya. Apakah Anda sudah memiliki tanaman hias dengan nama alokasia?

Kalau udah jangan pede dulu. Anda perlu menelusuri berbagai fakta dari alokasia ini. Mulai dari latar belakang penamaannya hingga perawatan plus pemupukan hingga perbanyakannya.

Ya, alokasia  atau nama lainnya alocasia, kini mencuat sebagai tanaman hias pavorit dan banyak dipajang di beranda facebook para pencinta bunga.

Di pasaran, harga alokasia termasuk cukup terjangkau untuk beberapa jenis tertentu, namun daya tariknya tetap eksotik dan tidak murahan.

Alocasia merupakan genus yang tergolong dalam famili araceae. Tanaman ini masih satu keluarga dengan aglonema, caladium, dan anthurium.

Nah, sekarang bisa dipahami bukan mengapa alokasia juga sepopulis kerabatnya,aglonema

Habitatnya adalah daerah tropis dan subtropis di Asia, Oceania dan Amerika Selatan.

Konon, nama alocasia berasal dari Amerika Selatan. Di Asia, tanaman ini tumbuh dari India sampai Taiwan, Indonesia hingga China.

Penasaran mengetahui lebih jauh perihal alocasia?

Ada beberapa hal menarik perihal tanaman hias idaman ini, media tanam dan perawatannya!

 Alocasia termasuk tanaman dengan jumlah varian cukup banyak mencapai lebih dari tujuh puluhan jenis.

Laporan atas ini juga dicatat dalam ensiklopedia Wikipedia. Namun, penemuan spesies baru Alokasia ternyata masih berlangsung, sehingga diprediksi spesiesnya terus bertambah.

Banyak  spesies baru yang ditemukan Karena masih satu kerabat, akolasia dan caladium memang memiliki banyak kemiripan.

Lantas bagaimana membedakannya?

Alocasia dapat dibedakan dengan caladium dengan melihat daun dan umbinya. Untuk diketahui, alocasia ternyata tidak memiliki umbi yang membulat yang terhubung langsung dengan batang

Jadi, yang terbenam pada media tanam Alocasia adalah bonggol alias batang yang terbenam dalam tanah. Sedangkan semua caladium justru sebaliknya yakni memiliki umbi dan tidak memiliki bonggol.!

Hal lainnya, daun caladium tipis dan bisa berwarna warni, sedangkan alocasia lebih tebal dan warnanya berkisar antara kuning, krem, hijau dan perak.

Secara umum alocasia merupakan tanaman yang tumbuh dengan sinar matahari yang parsial. Dari segi ketahanan terhadap cahaya matahari, alokasia dapat dibagi ke dalam dua jenis

Pertama, jenis yang mampu beradaptasi dengan sinar matahari langsung. Jenis yang tahan dengan paparan sinar matahari a

Kedua, jenis yang menyukai tempat teduh. Alocasia jenis ini umumnya tumbuh pendek, Jenis ini akan terbakar dan layu bila ditempatkan di ruang terbuka.

Bila alocasia yang menyukai tempat teduh ditempatkan di ruang terbuka, sebaiknya diberikan naungan dengan net 50 % hingga 60 % untuk mengurangi intensitas cahaya matahari.

Bila tertarik memajang alocasia di halaman rumah, sebaiknya kamu memperhatikan aspek satu ini, media tanam. Secara umum, tanaman ini sejatinya menyukai media tanam yang bersifat porous tetapi kaya humus.

Media tanam harus memiliki kemampuan meniriskan air bila terpaksa harus kelebihan air (semisal di musim hujan). Genangan air dalam pot dapat menyebabkan akar tanaman membusuk dan daun jadi layu.

Komposisi yang tepat untuk media tanam alocasia  adalah humus daun bambu  yang telah dilapukkan: dan pupuk kandang  plus pasir

Media tanam dicampurkan secara merata. Khusus untuk jenis Sphagnum moss, penggunaannya dibalutkan pada bonggol tanaman.

Perlu diperhatikan pula agar media tanam harus steril. Hal ini penting untuk mencegah gangguan seperti cendawan atau telur siput. Untuk sterilisasi, media tanam dapat diguyur terlebih dahulu dengan air panas dan baru digunakan setelah dalam kondisi dingin.

 Beberapa jenis Alocasia memang memerlukan perhatian dan perawatan khusus. Untuk menjaga penampilannya, tanaman ini memang perlu dirawat sebaik mungkin. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perawatannya:

Tempatkan alokasia sesuai jenisnya. Alocasia yang pendek menyukai tempat teduh, sedangkan jenis yang berbentuk pohon dapat diletakkan di ruang terbuka yang alokasi cahaya matahari memadai.

Hal paling mendasar adalah pilihlah pot yang dapat membuang air dengan cepat demi menghindari genangan air. Karenanya, tambahkan lubang yang cukup pada bagian tepi pot, sekitar lima sampai sepuluh centimeter di atas dasar pot.

Demi estetika tanaman, para pencinta Alocasia menggunakan pot keramik yang sulit dilubangi.

Nah, pada kondisi seperti ini, kamu harus memperhatikan penyiramannya. Jangan sampai kelebihan air karena dapat merusak perkembangan tanaman.

Pergantian pot tanaman penting dilakukan seiring perkembangannya.

Tata cara pergantian pot siapkan tanaman yang akan diganti pot-nya, lepaskan tanaman dari pot-nya dengan sangat hari-hati dan siapkan pot pengganti dan kemudian masukkan media tanam hingga ketinggian total dari dasar pot kira-kira enam puluh persen;

Jika tanaman sudah di dalam pot tambahkan media tanam hingga mendekati bibir pot lantas mampatkan media tanam dengan menekannya menggunakan tangan hingga berdiri kokoh

Langkah terakhir, siram media tanam, lalu letakkan ke tempat teduh selama dua hingga tiga hari. Kamu dapat menambahkan vitamin dalam air demi menghindari stres pada tanaman.

Penyiraman dilakukan seperlunya saja. Bila perlu dalam sehari cukup sekali saja pagi atau sore hari

Jaga kelembaban tanaman dengan menggunakan sprayer untuk menyemprot tanaman khususnya dedaunnya terutama saat cuaca agak panas. Namun, hal ini tidaklah penting bila Alocasia berasa di sekitar kolam yang dingin.

Pemupukan pada alocasia sangat penting agar tetap sehat bugar. Pupuk “lambat urai” yang berbentuk butiran-butiran kecil dapat ditaburkan pada permukaan media tanam. Cara ini efektif menutrisi sampai empat hingga enam  bulan.

Namun, untuk hasil terbaik, kamu dapat menyemprot tanaman Alocasia dengan campuran pupuk daun dan air dengan dosis normal seminggu atau dua minggu sekali.

Pemangkasan dilakukan pada pangkal tangkai daun. Gunakan gunting atau pisau yang tajam agar pemotongan tidak menimbulkan hal buruk pada tanaman atau menggoyangkan bagian akarnya.

Pembersihan daun pada alocasia dapat dilakukan dengan menyemprotkan butiran-butiran air halus pada dedaunnya. Ini penting agar dedaunnya tetap tampak eksotis.

Bila perlu, sesekali dibersihkan dengan memakai kain lembut yang telah diolesi dengan cairan pembersih. Cairan pembersih yang dapat dipakai antara lain; air kelapa atau cairan khusus pembersih daun.

Exit mobile version