Site icon nuga.co

“Ah.. Nggak Pas”

KELUHAN di pagi itu  masih seperti kemarin, “ah…nggak pas,” sembari kembali ke depan kaca dan  menghamburkan ocehan tentang lingkar pinggangnya yang melar serta ukuran  dadanya yang tambah bengkak. Itulah sebuah ritual yang dilakoni dengan gaduh oleh Irma, bukan nama sebenarnya, yang “minder” dengan kondisi “pertumbuhan” badannya di usia 46 tahun.

Irma tak menyadari faktor usia dan pola hidup yang dilakoninya telah mengubah tubuhnya menjadi melar. Ia masih bersinyinyir dengan masa lalunya yang dengan tinggi 160 sentimeter dan  memiliki berat 52 kilogram. Keluarganya sebenarnya sudah muak dengan keluhan yang berulang setiap pagi  ketika ia membongkar isi lemari dan menabur busananya di ranjang serta setengah berteriak mengatakan, “nggak ada yang pas.”

Penampilan Irma yang montok di usia menjelang menapouse itu bukannya hanya faktor usia, tapi pola makannya yang menjauh dari sehat. Gorengan yang diperesentasi dengan kripik bisa dilahapnya  tanpa disadari hingga  mengosongkan isi toples ketika rebahan di depan teve.

“Kebiasaan buruk,” kata  Stuart Brody, profesor psikologi dari University West Scotland yang meneiliti perangai wanita empat puluhan dengan keluhan berat badan. Lingkar pingang dan ukuran dada. Dalam peneltian yang mengaitkan dengan lingkar pingang dan ukuran dada dengan persepsi seksual.

Persepsi lingkar pinggang dan ukuran dada ini telah menjadi sebuah dogma di kalangan wanita bila dikaitkan dengan daya tariknya. Mereka menganggap lingkar pinggang dan ukuran dada menempati urutan paling utama dalam sosialitanya. Sehingga, begitu lipatan perutnya membesar dan payudaranya mengembang, tamatlah kepercayaan dirinya.

Buktinya, Irma tadi, seorang karyawan pada sebuah kantor pemerintah yang selalu membawa cerita teman-temannya ke rumah tentang kegemukannya. Kegemukan yang tidak diterima dengan riil dan mengatasinya lewat praktek hidup sehat.

Kalau sudah begini, biasanya Irma panik dan mulai mendaftar kembali ke tempat senam serta menuntut dengan cerewet kepada suaminya untuk menjadwalkan kegiatan lari pagi.

Secara spesifik, beradasarkan penelitian Stuart Brody, para pria memang lebih tertarik dengan wanita yang berlingkar pinggang ramping dan ukuran dada proporsional. Wanita tipikal ini, menurut Stuart, akan meningkat libido lelaki karena bisa memuaskan kehidupan seksual mereka. Dan secara ilmu kedokteran pula, wanita ramping dapat mengurangi resiko disfungsi ereksi.

Ilmu kedokteran juga mencatat, wanita yang berpinggang ramping akan lebih sehat fungsi jantung dan rendah kadar kolesterol darahnya. Dengan sendirinya kesehatan jantungnya akan terjaga.

Tumpukan lemak yang melilit dan menyebabkan ukuran pinggang menjadi melar biasanya lebih meningkatkan resiko penyakit metabolisme, kardiovaskuler dan menganggu kerja fungsi organ. Resiko lainnya timbulnya persoalan dengan rasa kebugaran yang berakibat menyusutnya hasrat bercinta dengan pasangan hidupnya. Dan banyak wanita kegemukan yang “padam” hasrat bercintanya ketika memasuki usia empatpuluhan.

 

Exit mobile version