Site icon nuga.co

Minum Kopi Rendahkan Risiko Kematian

Dua studi terbaru makin menguatkan beberapa studi  terdahulu yang mengatakan bahwa meminum kopi bisa dikaitkan dengan rendahnya risiko kematian.

Kedua tambahan studi itu makin  memberikan bukti tambahan tentang hal itu.

Studi pertama mendasarkan pengamatannya pada pola minum kopi  orang Amerika selama enam belas tahun.

Meminum kopi secara rutin kemudian diktakan dapat menurunkan risiko kematian karena faktor apapun.

Bahkan makin banyak kopi yang diminum dalam sehari, makin tinggi manfaat yang dirasakan.

Peneliti mencatat, mereka yang minum empat cangkir kopi dalam sehari berpeluang mengalami penurunan risiko kematian akibat sebab apapun sebanyak delapan belas persen dibandingkan yang tidak pernah minum kopi.

Dalam studi kedua yang melibatkan  orang di sepuluh negara di Eropa selama enam belas tahun juga ditemukan hal senada.

Menariknya, keduanya telah mempertimbangkan faktor lain yang mungkin mempengaruhi temuan mereka, seperti kebiasaan merokok.

Dikatakan salah satu peneliti, Marc Gunter dari School of Public Health, Imperial College London, kebiasaan merokok pada responden dilaporkan tidak berdampak terhadap efek positif kopi terhadap kematian.

Ketua tim peneliti, Veronica Setiawan, yang juga ahli epidemiologi dari Keck School of Medicine, University of Southern Carolina menambahkan, studinya merupakan yang pertama mengungkapkan manfaat konsumsi kopi terhadap berbagai etnis dan ras.

Nyatanya minum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, kanker, gangguan pernapasan, stroke, diabetes dan penyakit ginjal, di semua kelompok etnis, termasuk Afro-Amerika, Kaukasia, Jepang-Amerika dan Latin.

“Sebab temuannya konsisten dengan studi-studi sebelumnya yang hanya mengamati populasi kulit putih di Amerika. Padahal mereka pasti memiliki gaya hidup, pola makan dan tingkat kerentanan yang berbeda-beda, tapi nyatanya kami tetap menemukan pola yang sama,” tandas Setiawan seperti dilaporkan CNN.

Tak hanya itu, peneliti juga menemukan bahwa kopi tanpa kafein dapat dikaitkan dengan umur panjang.

Ini berarti manfaat minum kopi tidak sebatas karena kandungan kafeinnya, meski fakta ini masih harus digali lagi.

Diyakini kopi mengandung banyak bahan bioaktif, termasuk yang memiliki efek antioksidan yang telah lama diketahui bermanfaat bagi kesehatan.

“Artinya kita bisa memasukkan kopi ke dalam gaya hidup sehat.

Sebab dari studi-studi yang sudah ada juga terbukti minum kopi bagi sebagian besar masyarakat tidak menimbulkan bahaya dalam jangka panjang,” tutup Setiawan.

Kopi saat ini tengah menjadi salah satu minuman yang populer.

Agar lebih nikmat, berbagai bahan tambahan seperti gula, susu, krimer dan cokelat pun sering diberikan.

Hati-hati, meski rasanya lebih enak namun tambahan bahan lain justru bisa mengurangi manfaat sehatnya.

Hal tersebut disampaikan oleh nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD kepada detikHealth baru-baru ini. Menurutnya, sebaiknya memang kopi dikonsumsi tanpa campuran apapun.

“Penambahan susu, krimer, dan gula memang akan membuat rasa kopi lebih nikmat, namun dapat menurunkan efektivitas dari kandungannya,” ujar Jansen.

Dikutip dari The Daily Meal, pakar onkologi Dmitri Alden juga menuturkan bahwa kopi sangat bermanfaat bagi kesehatan, namun hanya jika dikonsumsi murni tanpa campuran apapun. Ia bahkan tidak dianjurkan mencampur kopi dengan susu skim, krimer dan gula karena dapat menambah kalori dan lemak.

Konsumsi kopi dengan campuran ini terlalu sering bahkan disebut-sebut dapat menimbulkan risiko penyakit lain seperti diabetes.

Meski demikian, bukan berarti lantas Anda boleh minum kopi murni banyak-banyak ya.

Jansen menyebutkan walaupun kopi memang dapat bermanfaat bagi tubuh, namun apabila dikonsumsi berlebihan malah berdampak buruk bagi kesehatan.

Tetap ada aturan porsi untuk konsumsi kopi agar efek positifnya maksimal.

“Saran konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah setara 200-300 mg setiap hari atau setara dengan 2 cangkir kopi,” pesan Jansen.

Exit mobile version