Site icon nuga.co

Yuka “Pulang,” Nggak Jadi Pakai Gaun

Yuka Tamada. “Si Gajah Kecil,” begitu gadis peranakan Jepang-Makasar itu menyebut dirinya yang tambun itu, dan selalu meliukkan tangannya sebagai belalai, Sabtu dinihari WIB, 03 April 2014, harus “pulang” dari Spekta Indonesian Idol 2014, setelah voting “es-em-es”nya berada di tempat paling “corot.”

Kepulangan Yuka Tamada ini menghapus obsesinya untuk bisa menggunakan “gaun” jika sampai di “grand final.” Kepada Gery Haryanto dari “nuga.co,” di belakang panggung “Spekta,” Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu dinihari, Yuka dengan ketawa ngakaknya mengatakan dengan bibir ditekuk,”Kamu tak bisa menyaksikan saya pakai gaun.”

Sehari sebelum tampil di “Empat Besar” Spekta Idol, Yuka menyampaikan niatnya untuk bisa mengenakan gaun bila berada di “grand final.” Tapi karena tersisih ia mengurungkankan niatnya itu dan tetap akan “tomboy” dengan celana dan baju atasan yang simple.

Yuka Tamada, tomboy peranakan Jepang-Makasar itu, berjanji akan tampil menghilangkan imej “gajah kecil”nya dengan memakai gaun bila bisa menerobos “grand final” Indonesian Idol.

Pernyataan Yuka ini disampaikan kepada Gery Haryanto dari “nuga.co” di Jakarta, yang menemuinya Jumat siang, 02 April 2014, di Studio Delapan RCTI, ketika istirahat latihan menjelang “Spekta” Empat Besar.

Yuka, ketika itu, sudah menemukan jatidirinya dan mampu melepaskan diri dari “bottom two, seperti yang terjadi di dua pekan terakhir. Ia makin mantap mendapat dukungan karena pilihan lagunya yang pas dengan kemampuannya.

Yuka dipuji karena mampu membawakan berbagai laku dengan gayanya sendiri. Ia mengubah lagu aslinya menjadi “milik”nya berkat kemampuannya melakukan adaptasi .

Tentang penampilannya yang “tomboy” peranakan Jepang-Bugis ini sedikit tertawa dan mengatakan, “Itu memang cirri dari ‘gajah kecil.” Ia menamakan ketomboyan dari posturnya yang “kembang.”

Yuka Tamada selama ini, memang tampil ‘tomboy’ dan kasual serta powerfull bila perform di atas panggung Indonesian Idol. Namun, bila ia lolos ke babak Grand Final, Yuka berjanji akan mengenakan gaun bak seorang diva.

Hal ini menjadi semacam janji bagi Yuka untuk selalu memacu diri menampilkan yang terbaik. “Kalau saya masuk Grand Final nanti saya akan memakai gaun, hahaha” seloroh Yuka Tamada.

Hal tersebut pernah terjadi kala Yuka berjanji akan mengenakan high heel bila masuk babak spektakuler. Dan benar saja Yuka kini tetap bertahan di babak spektakuler hingga empat besar.

“Udah, saya dipulangkan. Niatan untuk menjadi feminin tak kesampaian,” kata anak rumahan yang ingin segera kumpul dengan ayah, ibu dan adik-adiknya.

Selama di “camp,” tiga bulan terakhir, Yuka harus menahan godaan “home-sick” yang menyiksa. Ia kepada “nuga.co,” mengungkapkan tidak bisa melampiaskan hobi berbasah-basahnya mencuci mobil. “Saya tidak bisa menyalurkan hobi cuci mobil dengan basah kuyup selama di asrama,” katanya dengan tawa dan aksen campuran Jepang-Makasar.

Yuka Tamada pun harus rela kala perjalanannya terhenti di babak empat besar Indonesian Idol 2014. Ia gagal mencuri voting dari para penonton setia Indonesia Idol. Untuk itu, ia gagal juga masuk di tiga besar Grand Final Indonesian Idol

Sebelumnya, Yuka tampil cukup memukau melewati tantangan dari para juri. Kontestan berjuluk si Gajah Kecil ini dengan tuntas bernyanyi solo, kemudian berduet dengan Afgan dengan mengakhiri penampilannya saat bersanding bersama Nowela serta Tantri “Kotak.”

Namun, dalam prediksi para juri, terutama Tantri dan Anang, merasa tidak yakin jika Yuka bisa bertahan. Kedua juri tersebut pun memprediksi Yuka pasti tereleminasi malam ini.

Dan, rupanya prediksi mereka tidak salah pada malam ini. Yuka tersingkir, dan menyisakan tiga kontestan, Husein, Nowela dan Virzha di Indonesian Idol menuju Grand Final.

Dalam tampilan “Spekta,” di sesi kedua Jumat malam tadi, Yuka dan Afgan membawakan lagu lawas Ain’t No Mountain High Enough yang dipopulerkan Tammi Terrell dan Mafvin Gaye. Karakter suara Afgan yang kuat menyatu dengan cukup baik dengan suara Yuka

Para juri Indonesian Idol juga beranggapan bahwa duet ini cukup baik. Bagi Dhani tidak ada masalah dengan kualitas suara dan penampilan menghibur keduanya.

Tantri lega Yuka tidak drop saat berduet dengan Afgan. Tantri juga merasa duet tersebut sangat cocok.

Sementara Afgan berkomentar bahwa Yuka adalah sosok yang asyik. Ia tertarik dengan suara Yuka dan mengungkap tidak menemui kesulitan selama proses untuk duet.

Para kontestan empat besar Indonesian Idol malam itui harus menerima tantangan yang berbeda. Tidak hanya harus berduet dengan superstar, tetapi juga perlu membentuk trio dengan salah seorang juri.

Yuka Tamada, Nowela dan Tantri pun naik ke atas pentas. Mereka bertiga menyanyikan lagu milik Nike Ardila yang berjudul Jangan Ada Angkara. Awalnya, Tantri takut kalau karakter vokal Yuka tidak bisa ‘kawin’ dengannya

Pasalnya, Yuka memiliki vokal yang soulful dan jazzy. Sementara itu, Nowela sendiri memiliki tekstur yang kasar dan masih dekat dengan nuansa rock. Sebabnya, Tantri hanya mengkhawatirkan harmonisasi antara Yuka dan dirinya.

Tapi siapa sangka, Yuka justru tampil menyeimbangi kedua teman duetnya. Ia bisa mengadaptasikan vokalnya dengan Nowela dan Tantri yang lebih rock malam itu.

“Awalnya bingung, tapi setelah dicoba dia mampu mengatasi tantangan ini,” ujar Tantri .

laporan Gery Haryanto wartawan “nuga.co” di jakarta

Exit mobile version